<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Taman Nasional Gunung Gede Pangrango [National Park]</title>
	<atom:link href="http://gedepangrango.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gedepangrango.org</link>
	<description>The Oldest Tropical Mountain Rain Forest of Java</description>
	<pubDate>Fri, 09 Jul 2010 07:31:11 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Selama Agustus 2010</title>
		<link>http://gedepangrango.org/pendakian-gunung-gede-pangrango-ditutup-selama-agustus-2010/</link>
		<comments>http://gedepangrango.org/pendakian-gunung-gede-pangrango-ditutup-selama-agustus-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Jul 2010 07:31:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[pendakian]]></category>

		<category><![CDATA[penutupan]]></category>

		<category><![CDATA[TNGGP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gedepangrango.org/?p=1909</guid>
		<description><![CDATA[Untuk langkah antisipasi terjadinya kebakaran hutan dan pemulihan ekosistem hutan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango sebagai pengelola kawasan akan melakukan penutupan pendakian untuk umum terhitung mulai tanggal 1 hingga 31 Agustus 2010. Sedangkan untuk kegiatan rekreasi seperti berkemah dan wisata air terjun tetap dibuka untuk umum.
Penutupan kegiatan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk langkah antisipasi terjadinya kebakaran hutan dan pemulihan ekosistem hutan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango sebagai pengelola kawasan akan melakukan penutupan pendakian untuk umum terhitung mulai tanggal 1 hingga 31 Agustus 2010. Sedangkan untuk kegiatan rekreasi seperti berkemah dan wisata air terjun tetap dibuka untuk umum.<span id="more-1909"></span></p>
<p>Penutupan kegiatan pendakian ini dituangkan dalam Surat Keputusan Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Nomor : SK.69/11-TU/3/2010 tanggal 5 Juli 2010 tentang Penutupan Kegiatan Pendakian Dalam Rangka Pemulihan Ekosistem Dan Pencegahan Bahaya Kebakaran Hutan Di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.</p>
<p><span style="color: #808080;"> [ © TNGGP | 072010 ]</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gedepangrango.org/pendakian-gunung-gede-pangrango-ditutup-selama-agustus-2010/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Penutupan Pendakian Selama Agustus 2010</title>
		<link>http://gedepangrango.org/penutupan-pendakian-selama-agustus-2010/</link>
		<comments>http://gedepangrango.org/penutupan-pendakian-selama-agustus-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Jul 2010 07:15:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[SOROT]]></category>

		<category><![CDATA[gunung gede]]></category>

		<category><![CDATA[kebakaran]]></category>

		<category><![CDATA[penutupan pendakian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gedepangrango.org/?p=1907</guid>
		<description><![CDATA[Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) merupakan salah satu ekosistem hutan hujan tropis terbaik di pulau Jawa, sehingga kelestariannya mutlak untuk dijaga.
Berkenaan dengan hal dimaksud dan dalam rangka mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan pemulihan kondisi ekosistem hutan, maka Balai Besar TNGGP akan menutup sementara kegiatan pendakian gunung Gede dan gunung Pangrango, terhitung mulai tanggal 1 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) merupakan salah satu ekosistem hutan hujan tropis terbaik di pulau Jawa, sehingga kelestariannya mutlak untuk dijaga.</p>
<p>Berkenaan dengan hal dimaksud dan dalam rangka mengantisipasi terjadinya <em>kebakaran hutan dan pemulihan kondisi ekosistem hutan, <span style="font-style: normal;">maka Balai Besar TNGGP akan menutup sementara kegiatan pendakian</span></em> gunung Gede dan gunung Pangrango, terhitung mulai tanggal 1 sampai dengan 31 Agustus 2010 [selama satu bulan penuh]. <span style="color: #808080;">[© TNGGP 072010]</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gedepangrango.org/penutupan-pendakian-selama-agustus-2010/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Peletakan Batu Pertama Rumah Adat Tradisional Korea</title>
		<link>http://gedepangrango.org/peletakan-batu-pertama-rumah-adat-tradisional-korea/</link>
		<comments>http://gedepangrango.org/peletakan-batu-pertama-rumah-adat-tradisional-korea/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jul 2010 10:42:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>

		<category><![CDATA[korea]]></category>

		<category><![CDATA[rumah adat]]></category>

		<category><![CDATA[sisterpark]]></category>

		<category><![CDATA[TNGGP]]></category>

		<category><![CDATA[Yumyeong national park]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gedepangrango.org/?p=1898</guid>
		<description><![CDATA[



Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi mulai dari keanekaragaman flora, fauna dan ekosistem termasuk didalamnya keunikan bentang alam khas hutan hujan tropis pegunungan. Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) memiliki komitmen untuk melakukan perlindungan, pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman hayati sesuai dengan 3 (tiga) pilar konservasi. Berbagai upaya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp">
<dl id="attachment_1901" class="wp-caption alignleft" style="width: 130px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://gedepangrango.org/wp-content/uploads/2010/07/gunting_pita.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-1901" title="gunting_pita" src="http://gedepangrango.org/wp-content/uploads/2010/07/gunting_pita-120x80.jpg" alt="" width="120" height="80" /></a></dt>
</dl>
</div>
<p>Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi mulai dari keanekaragaman flora, fauna dan ekosistem termasuk didalamnya keunikan bentang alam khas hutan hujan tropis pegunungan. Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) memiliki komitmen untuk melakukan perlindungan, pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman hayati sesuai dengan 3 (tiga) pilar konservasi. Berbagai upaya dan program telah dilakukan untuk mendukung komitmen tersebut sebagai upaya konservasi sumber daya alam yang menyediakan jasa lingkungan penyokong sistem penyangga kehidupan seperti : penyedia air, penyimpan cadangan karbon, gudang plasma nutfah penyedia genetik keanekaragaman hayati dan ekoturisme yang memberikan kontribusi langsung terhadap kehidupan manusia.<span id="more-1898"></span></p>
<p>Selain sebagai sistem penyangga kehidupan yang esensial bagi kehidupan manusia, TNGGP telah terkenal sebagai “Pesona Alam di Jantung Jawa Barat”. Keindahan alamnya yang natural telah mengantar taman nasional ini sebagai kawasan wisata alam ditengah hiruk pikuknya kehidupan urban metropolitan. Bentang alam yang khas dan mempesona telah menarik banyak masyarakat di sekitar kawasan khususnya masyarakat daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, Bekasi dan Bandung untuk berkunjung, sekedar menikmati kesederhanaan alam, sesuatu yang saat ini sangat dibutuhkan. Tanpa manipulasi landscape, TNGGP menyajikan banyak tempat menarik untuk dikunjungi seperti : Air Terjun Cibeureum, Telaga Biru, Kandang Badak, Puncak dan Kawah Gunung Gede Pangrango, Alun-alun Suryakencana bahkan flora dan fauna endemic khas Jawa Barat pun dapat ditemui. Kesemuanya itu, dikemas dalam suatu konsep ekoturisme yang mengedepankan konservasi keanekaragaman hayati dengan penerapan 3 pilar konservasi untuk sumber daya alam.</p>
<p>Pada pertemuan ke 17 Forestry Cooperative Committee Meeting tahun 2007, antara Menteri Kehutanan Republik Indonesia dengan Pemerintah Korea Selatan cq Departement of Forest Service dibahas mengenai kerjasama dalam Peningkatan Pengelolaan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya (KSDAHE), Pengembangan Ekoturisme, dan Meningkatkan hubungan antara Kawasan Konservasi di Korea dan Indonesia melalui pertukaran Informasi KSDAHE antar dua negara. Hasil dari Agreed Minutes pertemuan ke 17 Forestry Cooperative Committee Meeting tersebut adalah Peningkatan Hubungan antara Kawasan Konservasi melalui Agenda program Sister Ties antara Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) dengan Yumyeong National Park di Korea Selatan. Kerjasama sisterpark ini merupakan salah satu upaya membangun kemitraan dalam mengembangkan taman nasional antara Indonesia dan Korea. Korea telah memulainya pada tahun lalu melalui pembangunan Rumah Tradisional Khas Indonesia, yaitu Rumah Tradisonal Sunda di Cheongtae-san Recreation Forest  pada tahun 2009.</p>
<div class="mceTemp">
<dl id="attachment_1902" class="wp-caption alignright" style="width: 130px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://gedepangrango.org/wp-content/uploads/2010/07/batu_pertama.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-1902" title="batu_pertama" src="http://gedepangrango.org/wp-content/uploads/2010/07/batu_pertama-120x80.jpg" alt="" width="120" height="80" /></a></dt>
</dl>
</div>
<p>Dengan dilaksanakannya Peresmian Peletakan Batu Pembangunan Rumah Adat Korea di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, tepatnya di Resort PTN Mandalawangi, Seksi PTN Wilayah I Cibodas Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Cianjur tanggal 30 Juni 2010, Indonesia telah secara resmi membangun fondasi simbol bangunan tradisional Korea untuk mempererat jalinan persahabatan kedua negara. Resort PTN Mandalawangi merupakan salah satu wilayah dari TNGGP yang dikembangkan sebagai wilayah ekoturisme berbasis pendidikan lingkungan dan konservasi. Beberapa fasilitas tersedia untuk mendukung konsep tersebut diantaranya pusat Riset, Konservasi dan Bina Cinta Alam Satwa, trek sepeda gunung, sarana outbond, rumah hutan dan kemah konservasi. Pembangunan rumah adat tradisional korea serta fasilitas penunjangnya seperti canopy trail dan jembatan gantung diaharapkan dapat menjadi bagian pendukung ekoturisme berbasis pendidikan lingkungan dan konservasi.</p>
<div class="mceTemp">
<dl id="attachment_1903" class="wp-caption alignleft" style="width: 130px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://gedepangrango.org/wp-content/uploads/2010/07/jaipong.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-1903" title="jaipong" src="http://gedepangrango.org/wp-content/uploads/2010/07/jaipong-120x80.jpg" alt="" width="120" height="80" /></a></dt>
</dl>
</div>
<p>Peresmian peletakan batu pertama rumah adat tradisional Korea ditandai dengan pengguntingan pita, penandatanganan prasasti dan penanaman pohon endemic TNGGP yaitu saninten<em> (Castanopsis argentea) </em>dan rasamala<em> (Altingia excelsa)</em> oleh delegasi Indonesia dan delegasi Korea. Acara ini pun diramaikan dengan memperkenalkan tarian khas Jawa Barat yaitu Jaipongan kepada delegasi Korea. Tarian interaktif ini disuguhkan dengan nuansa latar belakang Danau Mandalawangi dan Gunung Gede Pangrango sebagai perpaduan ciri khas tradisional yang ingin disampaikan oleh TNGGP sebagai suatu pendekatan eco-cultural dalam menyambut tamu Korea.</p>
<p>Sebanyak 8 (delapan) orang delegasi Indonesia melakukan prosesi Peresmian peletakan batu pertama rumah adat tradisional Korea diantaranya Menteri Kehutanan Republik Indonesia (Zulkifli Hasan, SE, MM), beserta jajarannya dari Kementerian Kehutanan : Staf Ahli Menteri Kehutanan Bidang Kelembagaan (Dr. Ir. Hadisusanto Pasaribu, MSc), Sekretaris Jenderal (Dr. Ir. Boen M. Purnama, MSc), Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (Ir. Darori, MM), Direktur Jenderal Bina Produksi Kehutanan ( Dr. Ing. Ir. Hadi Daryanto DEA), Kepala Badan Litbang Kehutanan (Dr. Ir. Tachrir Fathoni, MSc), Inspektur Jenderal (Dr. Ir. Sunaryo, MSc), Kepala Pusat Kerjasama Luar Negeri (Dr. Ir. Agus Sarsito, M. For, Sc), Kepala Balai Besar KSDA Jawa Barat (Ir. Rachman Sidik, M.Ed) dan Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (Ir. Sumarto, MM) selaku tuan rumah. Sedangkan delegasi Korea yang melakukan prosesi adalah Ambassador Republik Korea (Mr. Kim Ho-young), Deputy Minister of Korea Forest Service (Mr. Lee sang-kil), Chairman of Korean Association in the Republic of Indonesia (Mr. Seung Eun-ho) yang diwakili oleh Mr. Shin Kee-yup, Deputy Director General of Forest Resources (Mr. Park Jong-ho), Counselor for Forestry, Agriculture, and Fisheries (Mr. Kim Yong-kwan), dan Counselor for Cultural (Mr. Kim Hyun-ki).</p>
<p>Kerjasama ini merupakan wujud perhatian yang sangat besar dari kedua bangsa, Indonesia dan Korea dalam mengembangkan wisata alam khususnya di Taman Nasional. Kemitraan ini akan merangsang wisatawan dari kedua negara untuk saling berkunjung dan menikmati indahnya wisata di taman nasional dan keanekaragaman budaya masyarakatnya. Kerjasama kedua negara dalam mengembangkan ekowisata dilakukan dengan pendekatan eco-cultural. Pembangunan Rumah Tradisional merupakan terobosan baru yang mampu mensinergikan eksotiknya pemandangan dan kekayaan alam dengan khazanah kebudayaan asli masyarakat setempat.</p>
<p>Semoga upaya ini mendapat tempat dari masing-masing warga negara, baik Korea maupun Indonesia untuk terus memajukan ekowisata dengan mengedepankan keterpaduan antara budaya masyarakat lokal dengan pengelolaan hutan lestari yang mensejahterakan secara berkeadilan. Selain itu diharapkan juga agar sinergitas tersebut, mampu meningkatkan minat masyarakat berkunjung ke taman nasional yang pada akhirnya meningkatkan kesadaran akan pentingnya melestarikan sumber daya alam dan keanekaragaman hayati.</p>
<p><span style="color: #808080;">[ teks &amp; gambar © TNGGP | 072010 | N10S – red ]</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gedepangrango.org/peletakan-batu-pertama-rumah-adat-tradisional-korea/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Aktivitas Gunung Gede Normal Selama Bulan Juni</title>
		<link>http://gedepangrango.org/aktivitas-gunung-gede-normal-selama-bulan-juni/</link>
		<comments>http://gedepangrango.org/aktivitas-gunung-gede-normal-selama-bulan-juni/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jul 2010 08:16:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amk</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[berapi]]></category>

		<category><![CDATA[gunung gede]]></category>

		<category><![CDATA[vulkanologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gedepangrango.org/?p=1894</guid>
		<description><![CDATA[




Berdasarkan Surat Ketua Pos Pengamatan Gunung Api Gede No. 06/42.02/BGV.P.GDE/2010 tanggal 01 Juli 2010 disebutkan bahwa berdasarkan pengamatan dari Pos Pengamatan tidak menunjukan suatu perubahan permukaan yang mencolok. Puncak Gunung Gede sering terlihat jelas pada waktu pagi sampai siang hari dan tidak terlihat kepulan asap di atas kawahnya.
Pesawat Radio Telemetri Seismograf PS-2 beroperasi normal dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp">
<dl id="attachment_1896" class="wp-caption alignleft" style="width: 130px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://gedepangrango.org/wp-content/uploads/2010/07/pendaki.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-1896" title="pendaki" src="http://gedepangrango.org/wp-content/uploads/2010/07/pendaki-120x90.jpg" alt="" width="120" height="90" /></a></dt>
</dl>
</div>
<p>Berdasarkan Surat Ketua Pos Pengamatan Gunung Api Gede No. 06/42.02/BGV.P.GDE/2010 tanggal 01 Juli 2010 disebutkan bahwa berdasarkan pengamatan dari Pos Pengamatan tidak menunjukan suatu perubahan permukaan yang mencolok. Puncak Gunung Gede sering terlihat jelas pada waktu pagi sampai siang hari dan tidak terlihat kepulan asap di atas kawahnya.<span id="more-1894"></span></p>
<p>Pesawat Radio Telemetri Seismograf PS-2 beroperasi normal dan merekam gempa sejumlah 80 kali yang terdiri dari 11 kali vulkanik A, 63 kali gempa tektonik jauh, 5 kali gempa tektonik lokal, dan 1 kali gempa terasa pada tanggal 26 Juni 2010 dengan skala MMI.III, A.maks = 52 mm dan lama gempa = 405 detik. Berdasarkan data tersebut maka aktivitas Gunung Gede dalam keadaan NORMAL.</p>
<p><span style="color: #999999;">[ teks &amp; gambar © TNGGP | 072010 | AMK – red ]</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gedepangrango.org/aktivitas-gunung-gede-normal-selama-bulan-juni/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Eradikasi Invasive Alien Species di TNGGP</title>
		<link>http://gedepangrango.org/eradikasi-invasive-alien-species-di-tnggp/</link>
		<comments>http://gedepangrango.org/eradikasi-invasive-alien-species-di-tnggp/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2010 07:01:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>

		<category><![CDATA[Babakoan]]></category>

		<category><![CDATA[Eradikasi]]></category>

		<category><![CDATA[Invasive Alien Species]]></category>

		<category><![CDATA[Kecubung]]></category>

		<category><![CDATA[Kirinyuh]]></category>

		<category><![CDATA[Konyal]]></category>

		<category><![CDATA[Pisang kole]]></category>

		<category><![CDATA[Seustreum]]></category>

		<category><![CDATA[Teklan]]></category>

		<category><![CDATA[TNGGP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gedepangrango.org/?p=1850</guid>
		<description><![CDATA[



Salah satu ancaman terhadap kelestarian alam terutama di dalam kawasan konservasi yang belum menjadi perhatian adalah faktor biotis  Invasive Alien Species (IAS). IAS adalah jenis-jenis tumbuhan maupun hewan asing yang berkembang dan menyebar di luar habitat aslinya, sehingga mengancam ekosistem, habitat atau jenis yang lain (Sunaryo, 2010). Saat ini IAS menjadi perhatian dan isu global [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp">
<dl id="attachment_1851" class="wp-caption alignleft" style="width: 129px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://gedepangrango.org/wp-content/uploads/2010/06/eradikasi_new.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-1851" title="eradikasi_new" src="http://gedepangrango.org/wp-content/uploads/2010/06/eradikasi_new-119x90.jpg" alt="Eradikasi" width="119" height="90" /></a></dt>
</dl>
</div>
<p>Salah satu ancaman terhadap kelestarian alam terutama di dalam kawasan konservasi yang belum menjadi perhatian adalah faktor biotis  Invasive Alien Species (IAS). IAS adalah jenis-jenis tumbuhan maupun hewan asing yang berkembang dan menyebar di luar habitat aslinya, sehingga mengancam ekosistem, habitat atau jenis yang lain (Sunaryo, 2010). Saat ini IAS menjadi perhatian dan isu global karena merupakan mandat dari Convention Biological Diversity (CBD) dan Convention International Trade on Endangered Species (CITES) karena keberadaannya yang mengancam keanekaragaman hayati di seluruh dunia.</p>
<p><span id="more-1850"></span>Di Indonesia terutama di kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), kehadiran IAS sebagai competitor tumbuhan endemic yang menginvasi  ekosistem secara relative luas dan cepat berpotensi menghancurkan habitat. Berdasarkan hasil kegiatan identifikasi penyebaran Alien sp yang dilakukan oleh Balai Besar TNGGP ditemukan 35 jenis tumbuhan eksotik dengan tujuh diantaranya bersifat invasive (IAS), yaitu konyal (<em>Passiflora ligularis</em>), teklan (<em>Eupatorium riparium</em>), babakoan (<em>Eupatorium sordidum</em>), kecubung (<em>Brugmansia suaveolens</em>), seustreum (<em>Cestrum auranticum</em>), kirinyuh (E<em>upatorium inulaefolium</em>) dan pisang kole (<em>Musa acuminata</em>).</p>
<p>Untuk melaksanakan pengelolaan terhadap IAS  pada tanggal 18 dan 19 Mei 2010, Balai Besar TNGGP melakukan upaya pengelolaan Invasive Alien Species (IAS)  dalam rangka melindungi keanekaragaman hayati di TNGGP. Berdasarkan Keputusan Konvensi Keanekaragaman Hayati (CBD) tentang IAS maka perlu dilakukan tindakan pencegahan yang sederhana dan ramah lingkungan dengan deteksi dini dan tindakan cepat sangat mendesak dilakukan untuk mencegah meluasnya jenis asing invasif tersebut melalui eradikasi. Adapun tujuan dari kegiatan pengelolaan IAS melalui eradikasi adalah selain tujuan pelestarian species asli TNGGP juga sebagai kajian dalam penyusunan Rencana Aksi Pengelolaan IAS di TNGGP.</p>
<p>Pelaksanaan kegiatan eradikasi dilakukan 2 hari melalui tahapan kegiatan eradikasi dan pembinaan habitat di lokasi HM 6 sampai dengan HM 7 pada jalur pengamatan burung, Resort Mandalawangi, Seksi PTN Cibodas, Bidang Wilayah I Cianjur. Lokasi tersebut dipilih berdasarkan hasil penelitian yang mengemukakan banyaknya species IAS yang mendominasi pada lokasi tersebut. Kegiatan eradikasi dilakukan dengan membuat plot berukuran 10 m x 10 m yang dibatasi dengan tali rafia. Sasaran eradikasi IAS berdasarkan prioritas yang terdapat dalam plot tersebut adalah konyal (<em>Passiflora ligularis</em>), kecubung (<em>Brugmansia suaveolens</em>), kirinyuh (<em>Eupatorium inulaefolium</em>), teklan (<em>Eupatorium riparium</em>) dan pisang kole (<em>Musa acuminata</em>). Adapun kriteria prioritas sasaran IAS adalah dengan melihat dampak yang terjadi terhadap aspek ekologi, ekonomi dan kesehatan.</p>
<p>Hari pertama difokuskan pada eradikasi organisme melalui pemusnahan secara mekanik/fisik dengan cara pencabutan / menebang / memotong ba</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gedepangrango.org/eradikasi-invasive-alien-species-di-tnggp/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Aktivitas Gunung Gede Normal Selama Bulan Mei 2010</title>
		<link>http://gedepangrango.org/aktivitas-gunung-gede-normal-selama-bulan-mei/</link>
		<comments>http://gedepangrango.org/aktivitas-gunung-gede-normal-selama-bulan-mei/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2010 05:46:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amk</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[berapi]]></category>

		<category><![CDATA[gunung gede]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gedepangrango.org/?p=1886</guid>
		<description><![CDATA[




Berdasarkan Surat dari Ketua Pos Pengamatan Gunung Api Gede No. 05/42.02/BGV.P.GDE/2010 tanggal 01 Juni 2010 disebutkan bahwa berdasarkan pengamatan dari Pos Pengamatan tidak menunjukan suatu perubahan permukaan yang mencolok. Puncak Gunung Gede sering terlihat jelas pada waktu pagi sampai siang hari dan tidak terlihat kepulan asap di atas kawahnya.
Pesawat Radio Telemetri Seismograf PS-2 beroperasi normal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp">
<dl id="attachment_1888" class="wp-caption alignleft" style="width: 130px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://gedepangrango.org/wp-content/uploads/2010/06/gunung_api.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-1888" title="gunung_api" src="http://gedepangrango.org/wp-content/uploads/2010/06/gunung_api-120x80.jpg" alt="" width="120" height="80" /></a></dt>
</dl>
</div>
<p>Berdasarkan Surat dari Ketua Pos Pengamatan Gunung Api Gede No. 05/42.02/BGV.P.GDE/2010 tanggal 01 Juni 2010 disebutkan bahwa berdasarkan pengamatan dari Pos Pengamatan tidak menunjukan suatu perubahan permukaan yang mencolok. Puncak Gunung Gede sering terlihat jelas pada waktu pagi sampai siang hari dan tidak terlihat kepulan asap di atas kawahnya.<span id="more-1886"></span><br />
Pesawat Radio Telemetri Seismograf PS-2 beroperasi normal dan merekam gempa sejumlah 137 kali yang terdiri dari 11 kali vulkanik A, 116 kali gempa tektonik jauh, 7 kali gempa tektonik lokal, dan 3 kali gempa terasa pada tanggal 05, 18 dan 19 Mei 2010 dengan skala MMI. I sampai dengan III, A.maks = 47-51 mm dan lama gempa = 346-590 detik. Berdasarkan data tersebut maka aktivitas Gunung Gede dalam keadaan NORMAL.</p>
<p><span style="color: #999999;">[ teks © TNGGP | 062010 | AMK – red ]</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gedepangrango.org/aktivitas-gunung-gede-normal-selama-bulan-mei/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Prosedur dan Persyaratan Booking Online Pendakian di TNGGP</title>
		<link>http://gedepangrango.org/pendakian-kembali-dibuka-1-april-2010/</link>
		<comments>http://gedepangrango.org/pendakian-kembali-dibuka-1-april-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2010 02:40:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[SOROT]]></category>

		<category><![CDATA[gede pangrango]]></category>

		<category><![CDATA[gunung]]></category>

		<category><![CDATA[pembukaan pendakian]]></category>

		<category><![CDATA[pendakian]]></category>

		<category><![CDATA[peraturan]]></category>

		<category><![CDATA[TNGGP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gedepangrango.org/?p=1611</guid>
		<description><![CDATA[Pendakian Gunung Gede Pangrango sejak April 2010 telah menggunakan sistem Booking Online. Prosedur/aturan terkait booking online yang harus diketahui dan dipedomani oleh seluruh calon pendaki yaitu :
1. Diagram-alur-booking-online
2. Ketentuan-umum-pendakian-TNGGP
3. Surat-pernyataan-independen
4. Surat-pernyataan-organisasi
5. Surat-ijin-orangtua
6. Form-barang-bawaan-yang-menghasilkan-sampah
7. Form-perjumpaan-satwa
[ teks © TNGGP &#124; 062010 &#124; Yanie – Red ]
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pendakian Gunung Gede Pangrango sejak April 2010 telah menggunakan sistem Booking Online. Prosedur/aturan terkait booking online yang harus diketahui dan dipedomani oleh seluruh calon pendaki yaitu :</p>
<p><a href="http://gedepangrango.org/wp-content/uploads/2010/06/bagan-alir-booking-online-rev-2-a32.pdf">1. Diagram-alur-booking-online</a></p>
<p><a href="http://gedepangrango.org/wp-content/uploads/2010/06/ketentuan-umum-pendakian-2010-rev-legal.pdf">2. Ketentuan-umum-pendakian-TNGGP</a></p>
<p><a href="http://gedepangrango.org/wp-content/uploads/2010/06/surat-pernyataan-independen1.pdf">3. Surat-pernyataan-independen</a></p>
<p><a href="http://gedepangrango.org/wp-content/uploads/2010/06/surat-pernyataan-organisasi1.pdf">4. Surat-pernyataan-organisasi</a></p>
<p><a href="http://gedepangrango.org/wp-content/uploads/2010/06/surat-pernyataan-ortu1.pdf">5. Surat-ijin-orangtua</a></p>
<p><a href="http://gedepangrango.org/wp-content/uploads/2010/06/form-sampah1.pdf">6. Form-barang-bawaan-yang-menghasilkan-sampah</a></p>
<p><a href="http://gedepangrango.org/wp-content/uploads/2010/06/tabel-temuan-satwa1.pdf">7. Form-perjumpaan-satwa</a></p>
<p><span style="color: #808080;">[ teks © TNGGP | 062010 | Yanie – Red ]</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gedepangrango.org/pendakian-kembali-dibuka-1-april-2010/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Keanekaragaman Hayati TNGGP Dalam Bingkai Pameran Biodiversity Day</title>
		<link>http://gedepangrango.org/keanekaragaman-hayati-taman-nasional-gunung-gede-pangrango-dalam-bingkai-pameran-biodiversity-day/</link>
		<comments>http://gedepangrango.org/keanekaragaman-hayati-taman-nasional-gunung-gede-pangrango-dalam-bingkai-pameran-biodiversity-day/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 May 2010 03:48:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>

		<category><![CDATA[Biodiversity]]></category>

		<category><![CDATA[KKH]]></category>

		<category><![CDATA[Manggal Wana Bakti]]></category>

		<category><![CDATA[pameran]]></category>

		<category><![CDATA[TNGGP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gedepangrango.org/?p=1835</guid>
		<description><![CDATA[



Memperingati hari Keanekaragaman Hayati Internasional yang jatuh pada tanggal 22 Mei 2010, Direktorat KKH, Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Departemen Kehutanan menyelenggarakan pameran bertemakan Keanekaragaman Hayati pada tanggal 24 – 26 Mei 2010 di Lobby I Manggala Wana Bhakti. Pameran ini diikuti oleh berbagai instansi baik swasta maupun pemerintah yang terkait dan bergerak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp">
<dl id="attachment_1837" class="wp-caption alignright" style="width: 98px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://gedepangrango.org/wp-content/uploads/2010/05/pameran-biodiversity.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-1837" title="pameran-biodiversity" src="http://gedepangrango.org/wp-content/uploads/2010/05/pameran-biodiversity-88x90.jpg" alt="Pameran" width="88" height="90" /></a></dt>
</dl>
</div>
<p>Memperingati hari Keanekaragaman Hayati Internasional yang jatuh pada tanggal 22 Mei 2010, Direktorat KKH, Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Departemen Kehutanan menyelenggarakan pameran bertemakan Keanekaragaman Hayati pada tanggal 24 – 26 Mei 2010 di Lobby I Manggala Wana Bhakti. Pameran ini diikuti oleh berbagai instansi baik swasta maupun pemerintah yang terkait dan bergerak di bidang Keanekaragaman Hayati.</p>
<p><span id="more-1835"></span>Dalam bingkai pameran yang diselenggarakan tersebut, keanekaragaman hayati Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) ditampilkan secara apik, menarik, dan informatif melalui stand yang didesign khas hutan tropis lengkap dengan offset satwa endemik penghuninya. Berbagai macam display (rolling banner, standing banner, neon box, foto, peta dll) pun dipasang untuk memberikan informasi mengenai keadaan umum lokasi, flora, fauna dan ekosistem yang secara audio visual menggambarkan kekayaan plasma nutfah yang dimiliki kawasan konservasi di jantung Jawa barat tersebut.</p>
<p>Untuk mempromosikan keanekaragaman hayati tersebut, TNGGP mengemasnya  dalam berbagai produk ekowisata, sehingga tidak hanya pelestarian tetapi juga pemanfaatan secara lestari yang dapat dinikmati oleh masyarakat luas. Dengan 3 Bidang wilayah (Cianjur, Selabintana dan Bogor) yang dimiliki, TNGGP mencoba untuk memberikan ekowisata sesuai dengan keunikan potensi dan kekhasan keanekaragaman hayati di setiap bidangnya. Mulai dari wisata pendakian, wisata edukasi, wisata air terjun, wisata telaga biru, birdwatching, pendidikan lingkungan dan perkemahan five star sampai pada permainan outbond dapat dinikmati di hampir seluruh zona pemanfaatan TNGGP. Untuk memberikan informasi tersebut, TNGGP memberikan leaflet  secara cuma-cuma kepada para pengunjung stand pameran TNGGP.</p>
<p>Tidak hanya berusaha untuk menampilkan image TNGGP sebagai gudang keanekaragaman hayati, TNGGP pun menampilkan berbagai display yang menggambarkan upaya pelestarian dan pembinaan habitat yang dilakukan bersama mitra kerja TNGGP seperti kegiatan monitoring macan tutul (Panthera pardus) melalui pemasangan camera trap manual dan digital bersama CI-I ( conservation International Indonesia), kegiatan rehabilitasi owa jawa (Hylobates moloch) melalui Javan Gibbon Centre (JGC) bersama CI-I dan Konsorsium Gede Pahala, kegiatan monitoring elang jawa (Spizaetus bartelsi) dan imigrasi raptor bersama RCS (Raptor Conservation Society), kegiatan rehabilitasi lahan melalui Program Adopsi Pohon bersama Green Radio,  serta pemberdayaan masyarakat di beberapa desa penyangga sekitar TNGGP.</p>
<p>Stand Pameran TNGGP, merupakan salah satu stand yang paling ramai dikunjungi. Tingginya minat para pengunjung pameran terhadap TNGGP dapat diketahui dari banyaknya permintaan terhadap leaflet, booklet, dan beberapa buku informasi mengenai kawasan TNGGP seperti buku Profil Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Buku Informasi Burung Pemangsa (Raptor) di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Buku Mt. Gede Pangrango National Park, Buku Saku Statistik TNGGP Tahun 2004 s/d 2008, dan Buletin Edelweiss triwulan tahun 2009.</p>
<p>Keanekaragaman hayati dalam bingkai pameran diharapkan dapat menjadi suatu event untuk lebih memperkenalkan eksistensi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango sebagai kawasan konservasi yang kaya akan keanekaragaman hayati. Event ini pun menjadi suatu kesempatan untuk memberitahukan upaya TNGGP kepada public mengenai upaya konservasi terhadap keanekaragaman hayati, upaya penyadartahuan konservasi terhadap masyarakat luas dan upaya penerapan konservasi keanekaragaman hayati bagi masyarakat di sekitar daerah penyangga.</p>
<p>Semoga bingkai ini dapat menjadi langkah lain untuk memberikan semangat bagi kita semua untuk lebih menggerakkan semangat kita dalam konservasi keanekaragaman hayati yang dimiliki oleh Indonesia.</p>
<p><span style="color: #808080;"><br />
[ teks &amp; gambar © TNGGP | 052010 | inten – red ]</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gedepangrango.org/keanekaragaman-hayati-taman-nasional-gunung-gede-pangrango-dalam-bingkai-pameran-biodiversity-day/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Penutupan Pelayanan Pendakian</title>
		<link>http://gedepangrango.org/penutupan-pelayanan-pendakian/</link>
		<comments>http://gedepangrango.org/penutupan-pelayanan-pendakian/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 May 2010 08:48:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[pendakian]]></category>

		<category><![CDATA[TNGGP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gedepangrango.org/?p=1833</guid>
		<description><![CDATA[Sehubungan dengan adanya Libur Nasional pada tanggal 28 Mei 2010 yang mengakibatkan jumlah Pendaki meningkat sehingga untuk tanggal 28, 29 dan 30 Mei 2010 jumlah pendaki telah memenuhi quota pendakian, Dengan demikian Petugas Taman Nasional lebih berkonsentrasi mengamankan para Pendaki di tiap-tiap pintu Pendakian. Mengingat lebih pentingnya pengamanan para pendaki pada tanggal tersebut maka pelayanan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sehubungan dengan adanya Libur Nasional pada tanggal 28 Mei 2010 yang mengakibatkan jumlah Pendaki meningkat sehingga untuk tanggal 28, 29 dan 30 Mei 2010 jumlah pendaki telah memenuhi quota pendakian, Dengan demikian Petugas Taman Nasional lebih berkonsentrasi mengamankan para Pendaki di tiap-tiap pintu Pendakian. Mengingat lebih pentingnya pengamanan para pendaki pada tanggal tersebut maka pelayanan pendakian/pelayanan pembuatan SIMAKSI ditutup untuk tanggal 29 dan 30 Mei 2010. Demikian disampaikan agar dapat menjadi perhatian dan dimaklumi.</p>
<p><span style="color: #808080;">[ teks © TNGGP | 052010 | P3 - red ]</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gedepangrango.org/penutupan-pelayanan-pendakian/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sosialisasi Juknis Pendakian</title>
		<link>http://gedepangrango.org/sosialisasi-juknis-pendakian/</link>
		<comments>http://gedepangrango.org/sosialisasi-juknis-pendakian/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 May 2010 01:47:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gedepangrango.org/?p=1823</guid>
		<description><![CDATA[Sehubungan dengan telah diterbitkannya Surat Keputusan Kepala Balai Besar TNGGP Nomor: SK.84/11-TU/1/2009 Tentang Petunjuk Teknis Pelayanan Pendakian sebagai hasil dari Diskusi dengan para pihak terkait bahwa pendampingan untuk para Pendaki terbagi menjadi 2 (dua) yakni wajib didampingi dan tidak wajib didampingi.

Pendaki yang WAJIB didampingi adalah: a) Pendaki Mancanegara (WNA); b) Pendaki yang masih pemula dan tidak memenuhi standar pendakian TNGGP yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sehubungan dengan telah diterbitkannya Surat Keputusan Kepala Balai Besar TNGGP Nomor: SK.84/11-TU/1/2009 Tentang Petunjuk Teknis Pelayanan Pendakian sebagai hasil dari Diskusi dengan para pihak terkait bahwa pendampingan untuk para Pendaki terbagi menjadi 2 (dua) yakni <strong>wajib didampingi</strong> dan<strong> tidak wajib didampingi</strong>.<br />
<span id="more-1823"></span></p>
<p>Pendaki yang <strong>WAJIB didampingi</strong> adalah: a) Pendaki Mancanegara (WNA); b) Pendaki yang masih pemula dan tidak memenuhi standar pendakian TNGGP yang tercantum dalam ketentuan Standarisasi Pendaki pada SK.34/11-TU/1/2010. Sedangkan Pendaki yang <strong>TIDAK WAJIB</strong> didampingi adalah: a) Pencinta Alam dengan surat organisasi Pencinta Alam; b) Pelajar berkualifikasi Pencinta Alam dengan surat lembaga pendidikan dan; c)Pencinta Alam independen atau perseorangan yang memenuhi standar TNGGP.</p>
<p>Untuk itu diperlukan standarisasi bagi para  Pencinta Alam adalah Suatu Kelompok/ Organisasi Pencinta Alam/Pendaki Independen (perseorangan) dengan sayarat berupaa: a) Telah mengadakan Pendidikan dan Latihan Pencinta Alam dengan materi antara lain Lingkungan dan Konservasi Sumber Daya Alam, peta dan kompas, <em>survival</em>; b) menggunakan  peralatan standar pendakian seperti yang tercantum didalam Surat Keputusan Kepala Balai Besar TNGGP Nomor: SK.34/11-TU/1/2010 Tentang Petunjuk Teknis Pelayanan Pendakian di TNGGP.</p>
<p>Hal hal lain bagi pendaki yakni diwajibkannya a) Mengisi Form Daftar Barang Bawaan Yang Menghasilkan Sampah, dan menggandakannya untuk masing-masing anggota di kelompoknya; b) Memeriksa isi tas/ <em>carrier</em> ke petugas yang ditunjuk; c) Membawa <em>trash bag</em>/ kantong sampah masing-masing dan ditulis identitasnya baik nomor SIMAKSI maupun nama individual pendaki; d ) Membawa peralatan STANDARD pendakian, bagi pendaki yang tidak menggunakan peralatan standar maka akan dibatalkan SIMAKSI-nya oleh petugas pemeriksa; e) Membawa kembali sampah pendakian KE LUAR kawasan Taman nasional, bagi pendaki yang tidak mengindahkan maka pendaki dan organisasinya akan di <em>Blacklist</em>/ Daftar Hitam dan tidak diperbolehkan untuk mendaki kecuali didampingi. Sebelum dimasuk an dalam daftar hitam, sebelumnya organisasi/ kelompok akan mendapatkan peringatan I, II dan III; dan f) Mendaki tidak lebih dari 2 (dua) hari 1 (satu) malam, jika berlebih setiap malamnya maka akan dikenakan denda 10 (sepuluh) kali lipat karcis PNBP tiap orangnya.</p>
<p>Untuk info lebih lanjut silahkan kontak ke <a href="mailto:info@gedepangrango.org">info@gedepangrango.org</a></p>
<p><span style="color: #808080;">[ teks © TNGGP | 052010 |  red ]</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gedepangrango.org/sosialisasi-juknis-pendakian/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
