<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Taman Nasional Gunung Gede Pangrango [National Park]</title>
	<atom:link href="http://gedepangrango.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gedepangrango.org</link>
	<description>The Oldest Tropical Mountain Rain Forest of Java</description>
	<pubDate>Sat, 20 Feb 2010 13:09:46 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Menteri Kehutanan Resmikan Pusat Penelitian dan Konservasi Amphibi TNGGP</title>
		<link>http://gedepangrango.org/menteri-kehutanan-kabinet-indonesia-bersatu-ii-meresmikan-pusat-penelitian-dan-konservasi-amphibi-taman-nasional-gunung-gede-pangrango/</link>
		<comments>http://gedepangrango.org/menteri-kehutanan-kabinet-indonesia-bersatu-ii-meresmikan-pusat-penelitian-dan-konservasi-amphibi-taman-nasional-gunung-gede-pangrango/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 08:13:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[amphibi]]></category>

		<category><![CDATA[katak]]></category>

		<category><![CDATA[menteri kehutanan]]></category>

		<category><![CDATA[TNGGP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gedepangrango.org/?p=1582</guid>
		<description><![CDATA[



Menteri Kehutanan Republik Indonesia Kabinet Indonesia Bersatu II  Zulkifli Hasan, SE, MM. menyampaikan bahwa Pusat Penelitian dan Konservasi Amphibi di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango sangat penting kedudukannya mengingat katak merupakan  indikator perubahan iklim dunia, “Katak mudah dan sangat terpengaruh dengan suhu  yang meningkat selain itu Pusat Penelitian ini merupakan bagian dari usaha pelestarian amphibi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp">
<dl id="attachment_1587" class="wp-caption alignleft" style="width: 129px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://gedepangrango.org/wp-content/uploads/2010/02/dsc_57941.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-1587" title="dsc_57941" src="http://gedepangrango.org/wp-content/uploads/2010/02/dsc_57941-119x80.jpg" alt="" width="119" height="80" /></a></dt>
</dl>
</div>
<p>Menteri Kehutanan Republik Indonesia Kabinet Indonesia Bersatu II  Zulkifli Hasan, SE, MM. menyampaikan bahwa Pusat Penelitian dan Konservasi Amphibi di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango sangat penting kedudukannya mengingat katak merupakan  indikator perubahan iklim dunia, “Katak mudah dan sangat terpengaruh dengan suhu  yang meningkat selain itu Pusat Penelitian ini merupakan bagian dari usaha pelestarian amphibi dan pendidikan bagi masyarakat luas pada umumnya” demikian pesan Bapak Menteri Kehutanan. <span id="more-1582"></span></p>
<p>Kepedulian Bapak Menteri terhadap salah satu kawasan konservasi tertua di Indonesia ini ditunjukkan oleh Beliau dengan mengikuti rangkaian acara yang telah dipersiapkan oleh pihak Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) disela kesibukannya mengikuti Rapat Kerja dan Evaluasi Program 100 hari di Cipanas yang dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.</p>
<p>Sebelum memulai aktifitasnya sebagai salah satu peserta Raker Cipanas, Zulkifli Hasan mengunjungi Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) di Cibodas, Jawa Barat pada Selasa pagi sekitar pukul 07.30 WIB dan disambut oleh Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Ir. Sumarto, MM beserta seluruh staff. Pagi hari itu, Zulkifli Hasan berkeliling di kompleks Perkantoran BBTNGGP ditemani oleh seluruh pejabat struktural BBTNGGP untuk melihat wisma, kantor, visitor centre dan diakhiri dengan foto bersama dengan staff BBTNGGP. Rangkaian acara yang telah dipersiapkan pihak TNGGP pada pagi hari itu tertunda karena kesibukan beliau, namun beliau berjanji untuk kembali mengunjungi TNGGP.</p>
<p>Janji itu ditepati, Zulkifli Hasan kembali berkunjung pada hari yang sama 2 Februari 2010 sekitar pukul 21.45 WIB bersama dengan Staf Ahli Menteri. Bertempat di Wisma TNGGP, kedatangan Beliau disambut oleh Kepala Balai Besar TNGGP beserta jajarannya, untuk selanjutnya bersama-sama mendengarkan presentasi mengenai Seven Summit - Wanadri.</p>
<p>Rangkaian kegiatan Menteri Kehutanan di TNGGP dimulai pada pagi hari, Rabu 3 Februari 2010, pukul 04.30 WIB. Menteri Kehutanan, bersama dengan Kepala Balai Besar TNGGP beserta jajarannya berkenan meresmikan Pusat Penelitian dan Konservasi Amphibi. Zulkifli Hasan sangat menyambut baik inisiasi pendirian Pusat Penelitian dan Konservasi Amphibi oleh TNGGP sebagai salah satu upaya konservasi flagship spesies yang merupakan satwa indikator lingkungan tentang perubahan iklim. Keberadaan katak merupakan salah satu penciri kondisi lingkungan yang baik dan tidak tercemar. Peresmian ditandai dengan pelepasliaran 7 (tujuh) ekor  katak Pohon Jawa <em>(Rhacophorus margaritifer)</em> dan sepasang Katak Bertanduk<em> (Megophrys montana) </em>di dalam rumah katak yang dilanjutkan dengan penandatangan piagam peresmian.</p>
<p>Taman Nasional Gunung Gede Pangrango memiliki jenis amphibi sebanyak 19 jenis, yaitu 18 jenis ordo Anura dan 1 jenis ordo Sesilia. Bila digabungkan dengan julmlah jenis amfibi yang ada di kawasan sekitarnya, semisal Kebun raya Cibodas dan desa-desa di sekitar TNGGP, maka jumlah jenis amfibi yang ada mencapai 22 jenis (Kusrini dkk. 2007). Zulkifli Hasan sendiri memiliki kesan terhadap keberadaan katak, selain sebagai indikator lingkungan, menurut beliau penelitian dan konservasi sangat diperlukan agar Indonesia tidak kehilangan species tersebut karena di kampung halamannya beliau mulai jarang melihat katak yang biasa dilihat semasa kecilnya.</p>
<p>Menteri kehutanan juga berkenan melakukan penanaman satu pohon lokal TNGGP, Rasamala <em>(Altingia excelsa),</em> di halaman depan Kantor Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Simbolisasi penanaman oleh Menteri Kehutanan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi dalam melakukan kegiatan penanaman khususnya di kawasan TNGGP dan desa penyangga di sekitarnya.</p>
<p>Dengan berakhirnya kegiatan penanaman, maka rangkaian acara Menteri Kehutanan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango telah selesai. Sebagai suatu semangat kebersamaan, Menteri Kehutanan bersama dengan Kepala Balai Besar TNGGP beserta segenap staff melakukan jalan pagi sebelum beliau melanjutkan perannya dalam Raker Cipanas.</p>
<p>Semoga kehadiran beliau dapat menjadi semangat bagi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dan bidang Kehutanan untuk tetap menjaga dan melestarikan kawasan Hutan Indonesia.</p>
<p><span style="color: #808080;">[ teks &amp; gambar © TNGGP | 022010 | IS &amp; AA P3 ]</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gedepangrango.org/menteri-kehutanan-kabinet-indonesia-bersatu-ii-meresmikan-pusat-penelitian-dan-konservasi-amphibi-taman-nasional-gunung-gede-pangrango/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Lagi, Gunma Safari Park Jepang Membangun Komitmen Mendukung Pengelolaan TNGGP secara Efektif</title>
		<link>http://gedepangrango.org/lagi-gunma-safari-park-jepang-membangun-komitmen-mendukung-pengelolaan-tnggp-secara-efektif/</link>
		<comments>http://gedepangrango.org/lagi-gunma-safari-park-jepang-membangun-komitmen-mendukung-pengelolaan-tnggp-secara-efektif/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Jan 2010 04:51:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>

		<category><![CDATA[adopsi pohon]]></category>

		<category><![CDATA[Gunma Safari Park Japan]]></category>

		<category><![CDATA[TNGGP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gedepangrango.org/?p=1576</guid>
		<description><![CDATA[



Benteng hijau itu terkikis! Suatu ancaman yang saat ini sedang dihadapi oleh Taman Nasional Gunung Gede Pangarango (TNGGP), kawasan dengan salah satu hutan hujan tropis pegunungan terbaik di Jawa, sebagai konsekuensi perluasan areal yang dimiliki. Dengan penambahan areal seluas kurang lebih 7000 ha, TNGGP yang semula memiliki luasan 15.196 ha kini memiliki wilayah pengelolaan seluas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp">
<dl id="attachment_1577" class="wp-caption alignleft" style="width: 130px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://gedepangrango.org/wp-content/uploads/2010/02/dsc_5367.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-1577" title="Penanaman bersama" src="http://gedepangrango.org/wp-content/uploads/2010/02/dsc_5367-120x80.jpg" alt="" width="120" height="80" /></a></dt>
</dl>
</div>
<p>Benteng hijau itu terkikis! Suatu ancaman yang saat ini sedang dihadapi oleh Taman Nasional Gunung Gede Pangarango (TNGGP), kawasan dengan salah satu hutan hujan tropis pegunungan terbaik di Jawa, sebagai konsekuensi perluasan areal yang dimiliki. Dengan penambahan areal seluas kurang lebih 7000 ha, TNGGP yang semula memiliki luasan 15.196 ha kini memiliki wilayah pengelolaan seluas 22.851 ha. Sebagian besar dari areal perluasan tersebut merupakan areal eks Perum Perhutani yang terdegradasi. Suatu tantangan yang membutuhkan komitmen tinggi untuk merehabilitasi lahan tersebut. Berbagai konservasi dan rehabilitasi terus dilakukan, salah satunya adalah inisiatif restorasi lahan dengan Adopsi Pohon pada areal yang terdegradasi.<span id="more-1576"></span></p>
<p>“Langkah ini harus segera laksanakan bagi terjaganya air dan sumberdaya kehidupan untuk masyarakat, dan rumah bagi satwa yang dilindungi” ujar Ir. Sumarto, MM, Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. “Diharapkan langkah restorasi ini dapat mengembalikan ekosistem TNGGP sebagai penyangga kehidupan, khususnya pensuplai sumber air bagi kebutuhan masyarakat di hulu maupun di hilir”, lanjut Ir. Sumarto.</p>
<p>“Keutuhan TNGGP tidak hanya tanggungjawab pengelola, tapi adalah tanggungjawab semua orang, termasuk masyarakat dunia, karena telah menikmati layanan (servis) gratis seperti udara segar, air, dan penyerap polusi “, ujar Dr. Ir. Yetti Rusli, SAM Bidang Lingkungan, Departemen Kehutanan. “Untuk itu, Kami mengajak siapapun yang peduli terhadap keutuhan ekosistem Gunung Gede dan Pangrango, baik perorangan maupun lembaga untuk turut serta bahu membahu merestorasi kawasan TNGGP, lanjut Dr Ir. Yetti Rusli.</p>
<div class="mceTemp">
<dl id="attachment_1578" class="wp-caption alignright" style="width: 130px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://gedepangrango.org/wp-content/uploads/2010/02/dsc_5510.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-1578" title="MoU dengan Gunma" src="http://gedepangrango.org/wp-content/uploads/2010/02/dsc_5510-120x80.jpg" alt="" width="120" height="80" /></a></dt>
</dl>
</div>
<p>Komitmen untuk mengembalikan kawasan TNGGP, telah menjadi komitmen mutlak yang selalu dilakukan oleh pihak pengelola. Selama ini TNGGP bersama dengan mitra seperti <em>Conservation International Indonesia (CII)</em>, Perkumpulan Gedepahala, Yayasan Owa Jawa, TNGGP telah melakukan berbagai upaya konservasi sumber daya alam hayati, baik dengan restorasi kawasan melalui program adopsi pohon, maupun rehabilitasi populasi satwa, khususnya Owa Jawa melalui program rehabilitasi dan penyelamatan Owa Jawa di <em>Javan Gibbon Centre (JGC).</em></p>
<p>Komitmen pun datang dari masyarakat international, dukungan terhadap kegiatan restorasi ekosistem dan penyelamatan Owa Jawa (Hylobates moloch) salah satunya diperoleh dari masyarakat Jepang melalui Gunma Safari Park Japan. Pendonasian kepada TNGGP telah dilakukan sejak tahun 2005, secara rutin setiap tahun Gunma Safari Park Japan memberikan donasi rata-rata sebesar 400.000 yen. Komitmen itu pun terus berlangsung hingga tahun 2010.</p>
<p>Gunma Safari Park Japan, Kedutaan besar Republik Indonesia-Jepang, dan Taman Safari Indonesia semakin mengukuhkan komitmen tersebut. Pada tanggal 23 Januari 2010 di Resort Pusat Pendidikan Alam dan Konservasi Bodogol (PPKAB), Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III Bogor TNGGP, untuk kesekian kalinya, Gunma Safari Park Japan secara resmi memberikan donasi untuk restorasi ekosistem, rehabilitasi lahan dan penyelamatan Owa Jawa di TNGGP. Pada acara tersebut hadir, diantaranya President of Gunma Safari Park Japan Mr &amp; Mrs Kunihiko Takahashi, Staf Ahli Menteri Lingkungan Departemen Kehutanan Dr. Ir. Yetti Rusli, Indonesian Forestry Attache in Japan Ibu Sri Murniningtyas, Direktur Taman Safari Indonesia Bapak Frans Manangsang, Perwakilan dari JICA Indonesia Ms. Mari Miura, Kepala Sub Direktorat Konservasi Kawasan  Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Departemen Kehutanan Dr. Samedi, Chairman of Javan Gibbon Foundation Bapak Wahjudi Wardojo, Perwakilan dari Konsorsium GEDEPAHALA Bapak Agoes Sriyanto, Perwakilan Bupati Bogor, Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Ir. Sumarto, MM beserta staf, 20 (dua puluh) tamu undangan Jepang serta perwakilan beberapa instansi Jepang yang peduli terhadap lingkungan.</p>
<p>Donasi diserahkan secara langsung dari para donatur Jepang yang tergabung dalam Gunma Safari Park Japan melalui Yayasan Owa Jawa dan Perkumpulan GEDEPAHALA yang diterima oleh Chairman of Javan Gibbon Foundation Bapak Wahjudi Wardojo dan Perwakilan dari Konsorsium GEDEPAHALA Bapak Agoes Sriyanto. Donasi tersebut diserahkan untuk mendukung pengelolaan TNGGP yang efektif khususnya restorasi ekosistem, rehabilitasi lahan dan penyelamatan Owa Jawa di TNGGP.</p>
<p>Total keseluruhan donasi tahun 2010 yang diberikan oleh Japan kepada TNGGP adalah 882.000 yen dengan rincian: Gunma Safari Park Japan memberikan donasi sebesar 600.000 yen dengan peruntukan  restorasi ekosistem, rehabilitasi dan penyelamatan owa jawa sebesar 300.000 yen dan peningkatan fasilitas Pusat Informasi Pengunjung (Visitor Centre) sebesar 300.000 yen. Selain Gunma Safari Park, Tomiko Kebuka Rotary dan Tomiko Manager Meeting juga menyumbang untuk penanaman pohon dan rehabilitasi Owa Jawa masing-masing sebesar 100.000 yen dan 42.000 yen. Akutsu Unso menyumbang sebesar 30.000 yen, Chinese Restaurant Japan menyumbang 10.000 yen, dan The President of Nukabe Oil ikut menyumbang bagi sekolah dasar yang selalu berpartisipasi dalam penanaman di TNGGP sebesar 100.000 yen yaitu MI Al-Ikhlas. Tidak hanya itu, MI Al-Ikhlas juga mendapatkan sumbangan berupa alat tulis dari Mr. Koayashi Terumi seorang pemilik toko alat tulis di Jepang.</p>
<p>Tidak berhenti sampai disitu, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Jepang, Taman Safari Indonesia dan Gunma Safari Park Jepang menyatakan komitmennya dengan aksi ikut berpartisipasi dalam kampanye penanaman 1 Milyar pohon melalui penanaman di TNGGP. Pada hari yang sama dengan penyerahan donasi, telah dilakukan penanaman pohon secara simbolis di Resort Bodogol, BPTN Wilayah III Bogor TNGGP berupa 40 pohon rasamala oleh rombongan Gunma Safari Park, Staf Ahli Menteri Kehutanan, Direktur Konservasi Kawasan, Direktur Taman Safari Indonesia, Direktur Javan Gibbon Center, Direktur CI-Indonesia.</p>
<p>Suatu komitmen yang diawali oleh tindakan nyata telah dilakukan oleh masyarakat Jepang melalui Gunma Safari Park.  Aksi Jepang menjadi contoh yang patut ditiru oleh masyarakat Indonesia baik  individu ataupun perusahaan yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian TNGGP dan Owa Jawa. Jika bukan kita? Siapa lagi? Nyatakan aksimu!</p>
<p><span style="color: #808080;">[ teks &amp; gambar © TNGGP | 012010 | IS ]</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gedepangrango.org/lagi-gunma-safari-park-jepang-membangun-komitmen-mendukung-pengelolaan-tnggp-secara-efektif/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Penandatanganan Kesepakatan Kerjasama TNGGP dengan Lembaga IdeA</title>
		<link>http://gedepangrango.org/penandatanganan-kesepakatan-kerjasama-tnggp-dengan-lembaga-idea/</link>
		<comments>http://gedepangrango.org/penandatanganan-kesepakatan-kerjasama-tnggp-dengan-lembaga-idea/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Jan 2010 03:45:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>

		<category><![CDATA[IdeA]]></category>

		<category><![CDATA[MoU]]></category>

		<category><![CDATA[TNGGP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gedepangrango.org/?p=1568</guid>
		<description><![CDATA[



Membuka tahun 2010, Balai Besar TNGGP membuat Kesepakatan Kerjasama dengan Lembaga Innovative Development for eco Awareness (IdeA), sebuah lembaga non pemerintah yang memiliki keahlian dalam bidang lembaga berbasis ramah lingkungan yang memiliki kompetensi dalam bidang perencanaan, perancangan dan pengelolaan, utamanya dalam pengembangan pariwisata kawasan berikut sarana pendukungnya.
Kesepakatan Kerjasama ini merupakan salah satu bentuk kolaborasi pengelolaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp">
<dl id="attachment_1569" class="wp-caption alignright" style="width: 130px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://gedepangrango.org/wp-content/uploads/2010/02/idea1.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-1569" title="Penandatanganan MoU" src="http://gedepangrango.org/wp-content/uploads/2010/02/idea1-120x90.jpg" alt="" width="120" height="90" /></a></dt>
</dl>
</div>
<p>Membuka tahun 2010, Balai Besar TNGGP membuat Kesepakatan Kerjasama dengan Lembaga Innovative Development for eco Awareness (IdeA), sebuah lembaga non pemerintah yang memiliki keahlian dalam bidang lembaga berbasis ramah lingkungan yang memiliki kompetensi dalam bidang perencanaan, perancangan dan pengelolaan, utamanya dalam pengembangan pariwisata kawasan berikut sarana pendukungnya.<span id="more-1568"></span></p>
<p>Kesepakatan Kerjasama ini merupakan salah satu bentuk kolaborasi pengelolaan di kawasan konservasi sebagaimana diamanatkan pada Permenhut P.19/Menhut-II/2004 tentang Kolaborasi Pengelolaan di Kawasan Pelestarian Alam.  Hal ini tentunya menunjukkan bahwa TNGGP telah dan sedang melakukan perubahan paradigma dalam pengelolaan di Kawasan Konservasi dengan mengedepankan pola bermitra untuk menunjang efektivitas dan rentang kendali pengelolaan di TNGGP, termasuk pengembangan ekowisata di TNGGP.</p>
<div class="mceTemp">
<dl id="attachment_1574" class="wp-caption alignleft" style="width: 130px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://gedepangrango.org/wp-content/uploads/2010/02/idea2.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-1574" title="idea2" src="http://gedepangrango.org/wp-content/uploads/2010/02/idea2-120x90.jpg" alt="" width="120" height="90" /></a></dt>
</dl>
</div>
<p>Kesepakatan Kerjasama dengan No.27/11-TU/2/2010 dan No. IdeA/08/01-DE/2010 yang ditandatangani oleh Kepala Balai Besar TNGGP, Ir Sumarto, MM. dan Direktur IdeA, Dr. Sekartjakrarini di Cibodas, adalah tentang PENGEMBANGAN PENGELOLAAN PARIWISATA ALAM DI TAMAN NASIONAL GUNUNG GEDE PANGRANGO. Maksud kesepakatan ini tentunya untuk membangun kolaborasi dan peran serta para pihak dalam mendukung pengembangan pariwisata alam di TNGGP.</p>
<p>Pada kemitraan ini, IdeA nantinya akan berperan membantu TNGGP untuk memberikan saran/masukan baik dalam bentuk rencana dan rancangan (design) pengembangan pariwisata alam di TNGGP yang menerapkan prinsip ekowisata.  Diharapkan, kemitraan ini dapat mewujudkan TNGGP sebagai lokasi ekowisata yang tidak hanya sebagai obyek kunjungan biasa bagi masyarakat tapi dapat memberikan pembelajaran konservasi bagi masyarakat.  Diharapkan IdeA dapat menjadi mitra yang membantu Balai Besar TNGGP dalam mewujudkan pembangunan wisata di TNGGP yang sesuai dengan prinsip pelestarian dan pendidikan konservasi.</p>
<p>Keterlibatan Lembaga IdeA sebagai mitra di TNGGP, diawali dengan keterlibatan lembaga ini dalam kesepakatan antara TNGGP dengan Reliance Securitas untuk kerjasama program Adopsi Pohon dalam rangka restorasi areal perluasan TNGGP, yang mana penandatanganan MoU dilakukan pada bulan Agustus 2009 di Menara Batavia, Jakarta.  Saat itu, Lembaga IdeA telah menjadi salah satu pihak yang ikut untuk mendukung program Adopsi Pohon di TNGGP melalui CSR (Corporate Social Responsibility) dari perusahaan Reliance Securitas (RELI), perusahaan efek yang ditetapkan Menteri Keuangan sebagai penjual obligasi negara ritel Seri ORI006.  Dari setiap minimal pembelian ORI006 Rp. 500.000.000,0 dan kelipatannya, maka RELI akan menjadi donatur 1 pohon selama 3 tahun.</p>
<p><span style="color: #808080;">[ teks &amp; gambar © TNGGP | 012010 | sondang ]</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gedepangrango.org/penandatanganan-kesepakatan-kerjasama-tnggp-dengan-lembaga-idea/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Surat Keputusan Penutupan Kegiatan Pendakian TNGGP Januari – Maret 2010</title>
		<link>http://gedepangrango.org/surat-keputusan-penutupan-kegiatan-pendakian-tnggp-januari-%e2%80%93-maret-2010/</link>
		<comments>http://gedepangrango.org/surat-keputusan-penutupan-kegiatan-pendakian-tnggp-januari-%e2%80%93-maret-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 04:04:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[pendakian]]></category>

		<category><![CDATA[penutupan]]></category>

		<category><![CDATA[TNGGP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gedepangrango.org/?p=1560</guid>
		<description><![CDATA[Berikut Surat Keputusan (SK) Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Tentang Penutupan Kegiatan Pendakian Dalam Rangka Pemulihan Ekosistem Hutan Kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.
Selengkapnya klik disini.
[ teks © TNGGP 122009 &#124; redaksi ]
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut Surat Keputusan (SK) Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Tentang Penutupan Kegiatan Pendakian Dalam Rangka Pemulihan Ekosistem Hutan Kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.<span id="more-1560"></span></p>
<p>Selengkapnya klik <a href="http://gedepangrango.org/wp-content/uploads/2009/12/sk-pendakian-penutupan_2010.pdf">disini.</a></p>
<p><span style="color: #808080;">[ teks © TNGGP 122009 | redaksi ]</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gedepangrango.org/surat-keputusan-penutupan-kegiatan-pendakian-tnggp-januari-%e2%80%93-maret-2010/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Penutupan Kegiatan Pendakian JANUARI–MARET 2010</title>
		<link>http://gedepangrango.org/penutupan-pendakian-januari-maret-2009/</link>
		<comments>http://gedepangrango.org/penutupan-pendakian-januari-maret-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 09:41:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[SOROT]]></category>

		<category><![CDATA[gede]]></category>

		<category><![CDATA[gunung gede]]></category>

		<category><![CDATA[pangrango]]></category>

		<category><![CDATA[pendakian]]></category>

		<category><![CDATA[penutupan]]></category>

		<category><![CDATA[TNGGP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gedepangrango.org/?p=623</guid>
		<description><![CDATA[Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) merupakan salah satu ekosistem hutan hujan tropis terbaik di pulau Jawa dan merupakan Taman Nasional tertua di Indonesia.  Salah satu fungsi ekosistem Taman Nasional ini adalah sebagai sistem penyangga kehidupan, antara lain sebagai pengatur tata air bagi daerah di sekitar hingga daerah hilir.  Kelestarian fungsi dari ekosistem ini mutlak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) merupakan salah satu ekosistem hutan hujan tropis terbaik di pulau Jawa dan merupakan Taman Nasional tertua di Indonesia.  Salah satu fungsi ekosistem Taman Nasional ini adalah sebagai sistem penyangga kehidupan, antara lain sebagai pengatur tata air bagi daerah di sekitar hingga daerah hilir.  Kelestarian fungsi dari ekosistem ini mutlak dijaga karena secara langsung ataupun tidak akan sangat berpengaruh bagi kehidupan di kawasan sekitarnya tersebut, termasuk Jakarta, Bogor, Bekasi, Cianjur, Sukabumi dan wilayah lainnya.</p>
<p><strong></strong></p>
<p>Sehubungan dengan hal tersebut di atas dan dalam rangka <span style="color: #000080;"><strong>pemulihan ekosistem </strong></span>di kawasan hutan TNGGP, maka Balai Besar TNGGP <strong>menutup sementara kegiatan pendakian gunung Gede dan gunung Pangrango</strong>, terhitung mulai tanggal <span style="color: #99cc00;"><strong><span style="color: #333399;">1 Januari sampai dengan 31 Maret 2010</span> </strong></span>[selama tiga bulan penuh].<span id="more-623"></span></p>
<p>Untuk pelayanan rekreasi ke air terjun dan berkemah di bumi perkemahan tetap dapat dilakukan di pintu masuk yang telah ditentukan.</p>
<p><span style="font-size: 9pt; color: gray;">[ © TNGGP 122009 | humas ]</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gedepangrango.org/penutupan-pendakian-januari-maret-2009/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Menjelajah Rumah Baru “Echi dan Septa”</title>
		<link>http://gedepangrango.org/menjelajah-rumah-baru-%e2%80%9cechi-dan-septa%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://gedepangrango.org/menjelajah-rumah-baru-%e2%80%9cechi-dan-septa%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 19:42:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tangguh Triprajawan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[gede]]></category>

		<category><![CDATA[Javan Gibbon Center]]></category>

		<category><![CDATA[Owa Jawa]]></category>

		<category><![CDATA[pangrango]]></category>

		<category><![CDATA[Tambahkan tag baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gedepangrango.org/?p=1539</guid>
		<description><![CDATA[




Melepasliarkan kembali Owa Jawa ke habitat alaminya tidak semudah yang dibayangkan. Owa Jawa yang terbiasa hidup di dalam kandang sempit dan diberi makan sebagai hewan peliharaan tidak akan bisa bertahan hidup ketika dilepas ke alam liar walaupun itu merupakan habitat alaminya. Mereka tidak tahu buah dan daun apa saja yang bisa dimakan. Bagaimana cara bergerak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp">
<dl id="attachment_1546" class="wp-caption alignleft" style="width: 125px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://gedepangrango.org/wp-content/uploads/2009/12/img0065a.jpg"><img class="size-medium wp-image-1546 " title="Pengamatan Owa Jawa di Hutan Patiwel" src="http://gedepangrango.org/wp-content/uploads/2009/12/img0065a-240x180.jpg" alt="Pengamatan Owa Jawa di Hutan Patiwel" width="115" height="86" /></a></dt>
</dl>
</div>
<p class="wp-caption-dd">Melepasliarkan kembali Owa Jawa ke habitat alaminya tidak semudah yang dibayangkan. Owa Jawa yang terbiasa hidup di dalam kandang sempit dan diberi makan sebagai hewan peliharaan tidak akan bisa bertahan hidup ketika dilepas ke alam liar walaupun itu merupakan habitat alaminya. Mereka tidak tahu buah dan daun apa saja yang bisa dimakan. Bagaimana cara bergerak yang lincah dan efektif dari cabang ke cabang (brakhiasi) untuk mencari makan. Bahkan ada Owa Jawa yang tidak bisa melakukan panggilan karena sejak kecil dipelihara manusia dan tidak pernah mendengar seperti apa Owa Jawa seharusnya bersuara.<span id="more-1539"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Usaha dan proses untuk meliarkan kembali Owa Jawa membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Seperti yang terjadi pada Echi dan Septa, pasangan Owa Jawa ini membutuhkan waktu untuk berperilaku liar kembali dan siap dilepasliarkan ke alam kurang lebih dua tahun. Mereka belajar untuk menjadi Owa Jawa yang ”sebenarnya” di <em>Javan Gibbon Center</em> (JGC) atau Pusat Rehabilitasi Owa Jawa.</p>
<div class="mceTemp">
<dl id="attachment_1547" class="wp-caption alignright" style="width: 132px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://gedepangrango.org/wp-content/uploads/2009/12/pbimg107.jpg"><img class="size-medium wp-image-1547 " title="Mencatat hasil pengamatan " src="http://gedepangrango.org/wp-content/uploads/2009/12/pbimg107-135x180.jpg" alt="Mencatat hasil pengamatan " width="122" height="162" /></a></dt>
</dl>
</div>
<p class="wp-caption-dd">
<p style="text-align: justify;">Sejak dilepasliarkan pada tanggal 16 Oktober 2009, pasangan Owa Jawa tersebut mulai menjelajah rumah barunya di hutan Patiwel. Berdasarkan  pengamatan yang dilakukan oleh petugas Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), JGC dan peneliti dari San Diego University dapat diketahui bahwa secara umum pasangan Owa Jawa ini memperlihatkan perilaku yang menunjukkan perilaku Owa Jawa liar. Artinya mereka sudah mampu untuk beradaptasi  terhadap rumah barunya tersebut, ditandai dengan memakan buah-buahan, daun-daunan dan serangga yang ada di hutan tanpa perlu bergantung pada pemberian pakan. Secara rutin, setiap pagi Echi melakukan morning call untuk menandakan keberadaannya di hutan Patiwel bersama pasangannya Septa.</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan penelitian vegetasi di hutan Patiwel, terutama jenis vegetasi yang menjadi sumber pakan Owa , pernah dilakukan oleh mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) tahun 2009.  Hasil penelitian tersebut menyebutkan bahwa ketersediaan pakan yang berasal dari vegetasi di hutan Patiwel mencukupi untuk mendukung kelangsungan hidup pasangan owa.</p>
<div class="mceTemp">
<dl id="attachment_1550" class="wp-caption alignleft" style="width: 145px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://gedepangrango.org/wp-content/uploads/2009/12/pbimg104.jpg"><img class="size-medium wp-image-1550" title="Pengamatan Owa Jawa" src="http://gedepangrango.org/wp-content/uploads/2009/12/pbimg104-135x180.jpg" alt="Pengamatan Owa Jawa" width="135" height="180" /></a></dt>
</dl>
</div>
<p class="wp-caption-dd">
<p style="text-align: justify;">Beberapa jenis buah di hutan Patiwel yang terlihat dimakan pasangan Owa selama pengamatan yaitu darangdan, ramogiling, rasamala, areuy kekejoan, kiara bias, beunying, pasang batarua, kondang, pulus, salam, kanyere, afrika, bisoro, ki jahe, nangsi, jengkol, rotan, cau kole. Pasangan Owa Jawa ini juga memakan daun dan bagian tumbuhan yang masih muda diantaranya ki kacang, putat, pakis, rende, pucuk jirak, batang tepus muda, bunud kacapi, pucuk ceuri. Selain tumbuhan, pasangan Owa Jawa ini juga memakan serangga seperti telur semut, kupu-kupu, ulat.</p>
<p style="text-align: justify;">Hingga minggu kedua setelah pelepasliaran atau awal Nopember 2009, Echi dan Septa telah melakukan penjelajahan seperempat bagian blok hutan Patiwel yaitu di bagian timur. Minggu ketiga dan keempat pasangan Owa Jawa ini sudah menjelajah ke sebagian hutan Patiwel yaitu di bagian timur ke arah tengah. Untuk selanjutnya diharapkan mereka dapat melakukan penjelajahan untuk seluruh hutan Patiwel yang mempunyai luas sekitar 5 Ha.</p>
<p style="text-align: justify;">Selama pemantauan, selain pasangan Owa Jawa, ada jenis primata lain yang tinggal di hutan Patiwel yaitu 7 ekor lutung (<em>Trachypitechus auratus</em>) dan 4 ekor Surili (<em>Presbytis comata</em>). Jenis primata ini menetap tinggal di hutan Patiwel dan berbagi tempat dan pakan dengan Owa Jawa. Terdapat juga monyet ekor panjang (<em>Macaca fascicularis</em>) yang terkadang datang ke hutan Patiwel untuk mencari pakan.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #999999;">[teks &amp; gambar © TNGGP | 122009 | tangguh-igor-komar]</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gedepangrango.org/menjelajah-rumah-baru-%e2%80%9cechi-dan-septa%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Surat Keputusan Hasil Tes Pendamping Pendakian/Ekowisata Tahap II</title>
		<link>http://gedepangrango.org/surat-keputusan-hasil-tes-pendamping-pendakianekowisata-tahap-ii/</link>
		<comments>http://gedepangrango.org/surat-keputusan-hasil-tes-pendamping-pendakianekowisata-tahap-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 08:04:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[interpreter]]></category>

		<category><![CDATA[pendamping]]></category>

		<category><![CDATA[TNGGP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gedepangrango.org/?p=1533</guid>
		<description><![CDATA[Berikut Surat Keputusan (SK) Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) tentang Hasil Test Pendamping Pendakian/Ekowisata (interpreter, pemandu dan porter) Tahap II di TNGGP.
Selengkapnya klik disini
[ teks © TNGGP 112009 &#124; PANITIA ]
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut Surat Keputusan (SK) Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) tentang Hasil Test Pendamping Pendakian/Ekowisata (interpreter, pemandu dan porter) Tahap II di TNGGP.<span id="more-1533"></span></p>
<p>Selengkapnya klik<a href="http://gedepangrango.org/wp-content/uploads/2009/11/sk-tes-pendamping-tahap-ii.pdf"> disini</a></p>
<p><span style="color: #808080;">[ teks © TNGGP 112009 | PANITIA ]</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gedepangrango.org/surat-keputusan-hasil-tes-pendamping-pendakianekowisata-tahap-ii/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Hasil Tes Pendamping Pendakian/Ekowisata TNGGP Tahap 2</title>
		<link>http://gedepangrango.org/hasil-tes-pendamping-pendakianekowisata-tnggp-tahap-2/</link>
		<comments>http://gedepangrango.org/hasil-tes-pendamping-pendakianekowisata-tnggp-tahap-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 03:21:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[pemandu]]></category>

		<category><![CDATA[pendakian]]></category>

		<category><![CDATA[tes]]></category>

		<category><![CDATA[TNGGP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gedepangrango.org/?p=1519</guid>
		<description><![CDATA[Berikut hasil test pendamping pendakian/ekowisata (interpreter, pemandu dan porter) Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) Tahap 2 yang dilaksanakan pada hari senin tanggal 9 November 2009 di kantor BBTNGGP Cibodas.
Selengkapnya klik disini
[ teks © TNGGP 112009 &#124; PANITIA ]
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut hasil test pendamping pendakian/ekowisata (interpreter, pemandu dan porter) Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) Tahap 2 yang dilaksanakan pada hari senin tanggal 9 November 2009 di kantor BBTNGGP Cibodas.<span id="more-1519"></span></p>
<p>Selengkapnya klik <a href="http://gedepangrango.org/wp-content/uploads/2009/11/hasil-tes-pendamping-tahap-2.pdf">disini</a></p>
<p><span style="color: #808080;">[ teks © TNGGP 112009 | PANITIA ]</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gedepangrango.org/hasil-tes-pendamping-pendakianekowisata-tnggp-tahap-2/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Surat Keputusan Hasil Tes Pendamping Pendakian/Ekowisata Tahap I</title>
		<link>http://gedepangrango.org/surat-keputusan-sk-kepala-balai-besar-tnggp-tentang-hasil-tes-pendamping-pendakianekowisata-tahap-i/</link>
		<comments>http://gedepangrango.org/surat-keputusan-sk-kepala-balai-besar-tnggp-tentang-hasil-tes-pendamping-pendakianekowisata-tahap-i/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 04:04:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[pendakian]]></category>

		<category><![CDATA[pendamping]]></category>

		<category><![CDATA[SK]]></category>

		<category><![CDATA[tahap 1]]></category>

		<category><![CDATA[test]]></category>

		<category><![CDATA[TNGGP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gedepangrango.org/?p=1523</guid>
		<description><![CDATA[Berikut Surat Keputusan (SK) Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) tentang Hasil Test Pendamping Pendakian/ekowisata (interpreter, pemandu dan porter) Tahap 1 di TNGGP.
Selengkapnya klik disini
[ teks © TNGGP 112009 &#124; PANITIA ]
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut Surat Keputusan (SK) Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) tentang Hasil Test Pendamping Pendakian/ekowisata (interpreter, pemandu dan porter) Tahap 1 di TNGGP.<span id="more-1523"></span></p>
<p>Selengkapnya klik <a href="http://gedepangrango.org/wp-content/uploads/2009/11/sk-hasil-test-pemanduporter-dan-inter.pdf">disini</a></p>
<p><span style="color: #808080;">[ teks © TNGGP 112009 | PANITIA ]</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gedepangrango.org/surat-keputusan-sk-kepala-balai-besar-tnggp-tentang-hasil-tes-pendamping-pendakianekowisata-tahap-i/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pengumuman Tes Pendamping Pendakian/Ekowisata TNGGP Tahap 2</title>
		<link>http://gedepangrango.org/pengumuman-tes-pendamping-tahap-2/</link>
		<comments>http://gedepangrango.org/pengumuman-tes-pendamping-tahap-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 08:53:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[pendamping]]></category>

		<category><![CDATA[TNGGP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gedepangrango.org/?p=1508</guid>
		<description><![CDATA[Dengan ini diumumkan kepada :
1.    Masyarakat Sekitar TNGGP;
2.    Volunteer;
3.    PAM Swakarsa;
4.    Kelompok Pecinta Alam;
5.    Masyarakat Peduli Api (MPA);
6.    Pegawai BBTNGGP (POLHUT/PEH/Staf).
Yang berminat menjadi Calon Pendamping Pendakian/Ekowisata (Interpreter, Pemandu &#38; Porter) di Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) dan berusia 17 s.d 48 tahun dapat langsung hadir mengikuti test fisik  (Lari 2,4 km, Lari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Dengan ini diumumkan kepada :</strong></p>
<p>1.    Masyarakat Sekitar TNGGP;<br />
2.    Volunteer;<br />
3.    PAM Swakarsa;<br />
4.    Kelompok Pecinta Alam;<span id="more-1508"></span><br />
5.    Masyarakat Peduli Api (MPA);<br />
6.    Pegawai BBTNGGP (POLHUT/PEH/Staf).</p>
<p>Yang berminat menjadi Calon Pendamping Pendakian/Ekowisata (Interpreter, Pemandu &amp; Porter) di Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) dan berusia 17 s.d 48 tahun dapat <strong>langsung hadir </strong>mengikuti test fisik  (Lari 2,4 km, Lari 100 m, Squat  jump 1 menit, Push up 1 menit, Sit up 1 menit) serta test non fisik (keilmuan/KSDA dan wawancara) yang akan dilaksanakan pada :</p>
<p>Hari/Tanggal     : Senin, 9 Nopember  2009<br />
Jam                  : 08.00 s.d Selesai (Pendaftaran 08.00-08.30)<br />
Tempat             : Kantor Balai Besar TNGGP di Cibodas</p>
<p>Dengan Persyaratan (harap dibawa pada tanggal tersebut di atas) :<br />
a.    Fotocopy KTP atau tanda pengenal lainnya yang masih berlaku<br />
b.    Surat Keterangan Sehat dari dokter<br />
c.    Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)<br />
d.    Membawa pakaian dan sepatu olahraga<br />
e.    Membawa alat tulis<br />
f.    Pas foto ukuran 2&#215;3 sebanyak 3 lembar<br />
g.    Mengisi formulir pendaftaran</p>
<p>Bagi calon pendamping pendakian/ekowisata yang tidak membawa persyaratan tersebut di atas, dianggap mengundurkan diri atau gagal.</p>
<p>Pengumuman di atas merupakan kesempatan terakhir bagi yang berminat menjadi calon Pendamping Pendakian/Ekowisata (Interpreter, Pemandu &amp; Porter) di TNGGP.</p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Kepala Balai Besar TNGGP,</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal">Ttd</p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Ir. Sumarto, MM.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">NIP. 19610708 198703 1 002</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span style="color: #808080;">[ © TNGGP | 112009 ]</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gedepangrango.org/pengumuman-tes-pendamping-tahap-2/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
