Socials

Image Alt

Blog

Oleh-Oleh dari Simposium Raptor Asia ke-5 di Vietnam

ARRCN Vietnam 2Sebanyak 19 orang dari Indonesia terbang ke Vietnam pada tanggal 1 April 2008 yang lalu untuk menghadiri 5th Symposium on Asian Raptors yang diselenggarakan dari tanggal 3-6 April 2008 di Tam Dao National Park, Vinh Phuc. Mereka adalah para peneliti dan praktisi dalam konservasi raptor (burung pemangsa), yang kebanyakan adalah dari mahasiswa dan LSM serta 3 orang dari pemerintahan yaitu Dr. Bambang Supriyanto (Kepala Balai TN Gunung Halimun Salak), Kuswandono (TN Gunung Gede Pangrango) dan seorang perwakilan dari BPLHD Jawa Barat.

Simposium Raptor Asia adalah kegiatan rutin yang dilakukan setiap dua sampai tiga tahun sekali untuk saling berbagi informasi terkini tentang berbagai hasil penelitian dan kegiatan yang terkait dengan raptor di wilayah Asia. Kegiatan ini diprakarsai oleh Asian Raptor Research and Conservation Network (ARRCN) yang kesekretariatannya berada di Jepang yang diketuai oleh Dr. Toru Yamazaki. Simposium sebelumnya pernah dilakukan berturut-turut di Jepang, Indonesia, Taiwan dan Malaysia.

Dalam simposium ke 5 ini dihadiri tidak kurang dari 100 peserta dari 18 negara yang ternyata bukan hanya dari wilayah Asia, namun juga dari Eropa dan Amerika. Presentasi antara lain mengungkap tentang: Raptor Status & Distribution, Raptor Migration, Raptor Ecology, Raptor Rehabilitation, Local Community and Raptor Conservation dan Raptor Taxonomy. Kegiatan juga diselingi dengan workshop yang berjudul The Geography of Raptor Migration oleh Dr. Keith L. Bildstein (USA) dan kegiatan lapangan untuk pengamatan migrasi raptor di Tam Dao National Park.

ARRCN Vietnam 1Dalam kesempatan tersebut juga dipresentasikan makalah berjudul “Home Range and Habitat Use of Javan Hawk-Eagle (Spizaetus bartelsi) in Gunung Halimun-Salak National Park – Indonesia” oleh Dr. Bambang Supriyanto serta Kuswandono dengan makalah berjudul “Participation of Local Communities on Conservation of Javan Hawk-Eagle in Gunung Halimun National Park – Indonesia” yang juga menceritakan tindak lanjutnya dengan inisiasi program kemitraan Suaka ELANG yang melibatkan beberapa pihak antara lain: pemerintahan (Balai TNGHS, Balai Besar TNGGP, Balai Besar KSDA Jawa Barat, Balitbang Kehutanan & Konservasi Alam, LIPI); LSM (Raptor Indonesia, PILI, PPS Cikananga, IAR Indonesia, RCS, mata ELANG) dan sektor swasta (Chevron Gunung Salak, PT. Antam).

Tak kalah pentingnya, ketika informasi tentang adanya ancaman konversi hutan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, yang selama ini dikenal sebagai habitat terluas-terbaik yang tersisa bagi jenis raptor endemik elang Jawa (Spizaetus bartelsi), maka dukungan dan simpati dari peserta pun berdatangan. Dukungan tersebut terwujud dalam bentuk petisi: Urgent support to save the largest single block of forest habitat for the Javan hawk-eagle in Gunung Halimun-Salak National Park, West Java, Indonesia untuk memperkuat posisi Departemen Kehutanan untuk menolak usulan Bupati Lebak tentang usulan konversi TNGHS untuk kepentingan tambang, pertanian/perkebunan dan fasilitas umum.

Simposium ke-6 akan dilaksanakan pada bulan Juni 2010 di Mongolia. ARRCN akan tetap menyediakan Student Grant bagi tulisan (presentasi) yang terpilih; terima kasih untuk Dr. Yamazaki dan rekan-rekan sekretariat ARRCN. Siapa tertantang untuk bergiat dalam penelitian dan kegiatan konservasi raptor?

Anda ingin berpartisipasi dalam PETISI ?

[http://www.thepetitionsite.com/1/save-the-vital-habitat-of-the-javan-hawk-eagle]

[teks & gambar © TNGGP 042008 | Kus]

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit sed.

Follow us on