Image Alt

Blog

Turut Selamatkan Bumi Melalui Program Adopsi Pohon

Press Release

Megawati Sukarnoputri turut mengadopsi pohon seluas 10 hektar

Megawati Sukarnoputri turut mengadopsi pohon seluas 10 hektarSukabumi, 19 April 2008. Rusaknya daerah resapan air di kawasan hulu sungai dan daerah tangkapan air akan mengakibatkan sekitar 60 persen wilayah di Jakarta tergenang banjir. Berdasarkan hasil penelitian curah hujan yang terjadi di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung Hulu dan Tengah yang sumbernya berasal dari kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dan kawasan hutan sekitarnya, ternyata memberikan kontribusi banjir di daerah hilir (Jakarta) sebesar masing-masing 51 dan 49%. Kembali pada ingatan kita pada peristiwa banjir Jakarta pada tahun 2006 lalu yang menyebabkan 50 orang meninggal dunia dan 512,170 kehilangan tempat tinggal. Kerugian materiil dari bencana ini mencapai angka fantastis yakni 8,8 trilyun rupiah, belum lagi penyakit yang timbul pasca bencana.

Demi mengurangi penderitaan masyarakat karena banjir tahunan, maka Conservation International Indonesia bekerjasama dengan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) mengadakan program adopsi pohon. Pohon adopsi tersebut akan ditanam di lokasi perluasan TNGGP, yang totalnya kurang lebih 7.000 ha meliputi wilayah Sukabumi kurang lebih 2.500 ha, wilayah Cianjur 3.000 dan sisanya wilayah Bogor kurang lebih 1.500 ha. Areal perluasan TNGGP hektar sebelumnya merupakan kawasan hutan yang statusnya hutan produksi yang dikelola oleh Perum Perhutani dengan kondisi yang sudah terdegradasi karena eksploitasi hutan dan juga karena pemanfaatan lahan hutan oleh masyarakat.

“Sudah saatnya untuk berkolaborasi dengan semua pihak yang peduli lingkungan demi menyelamatkan ekosistem hutan hujan tropika di Jawa melalui restorasi ekosistem Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, para pihak, LSM, organisasi politik, masyarakat internasional dan masyarakat di Jakarta khususnya yang sudah bosan terkena banjir tahunan” menurut Dr. Bambang Sukmananto, kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. “Dengan berpartisipasi dalam program adopsi pohon ini, anda sudah dapat menolong masyarakat sekitar hutan juga masyarakat Jakarta dari penderitaan banjir” lanjut Bambang.

Sebagai debut pertama program adopsi pohon ini, empat menteri perempuan juga sudah berkomitmen untuk mengadopsi pohon, yaitu Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Deputi Gubernur Bank Indonesia Miranda Gultom, yang masing-masing akan mengadopsi 5 hektar.

“Melalui program ini tidak hanya banjir yang dapat dicegah tetapi juga menyelamatkan Owa Jawa yang populasinya semakin terancam karena kerusakan habitat ” tutur Jatna Supriatna, Regional Vice President Conservation International Indonesia. “Program ini tak hanya terbuka untuk masyarakat umum tetapi juga private sector yang peduli lingkungan dan ingin berpartisipasi dalam menyelamatkan bumi” lanjut Jatna.

Turut berpartisipasi dalam program ini adalah Ibu Megawati Sukarnoputri melalui kader-kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang mengadopsi 10 Hektar. Penanaman ini akan dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 19 April 2008 di desa Nanggerang, kecamatan Cijeruk, kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Jenis-jenis pohon yang akan ditanam adalah Rasamala, Puspa, Manglid, Suren dan Cempaka. Jenis pohon tersebut adalah pohon asli yang sudah ada di dalam TNGGP sebelumnya.

Langkah kecil ini perlu ditiru bagi setiap orang atau organisasi, perusahaan yang peduli terhadap pelestarian bumi, kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan hidup spesies di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Informasi lebih lanjut:
Dr. Bambang Sukmananto
Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Phone: +62-263-512776
Email: kbtn@gedepangrango.org

Diah R.S
Conservation International Indonesia
Phone: +628128078472
Email: dsulistiowati@conservation.org

Conservation International (CI) adalah organisasi non-profit internasional yang menerapkan inovasi dalam bidang ilmu pengetahuan murni, ekonomi, kebijakan dan partisipasi masyarakat untuk melindungi wilayah wilayah dengan keanekaragaman hayati tinggi di dunia dan menunjukkan manusia dapat hidup harmony dengan alam. CI berdiri pada tahun 1987 dan bekerja di lebih dari 40 negara. Untuk informasi lebih lanjut kunjungi www.conservation.org atau www.conservation.or.id .

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) mempunyai peranan yang penting dalam sejarah konservasi di Indonesia. Ditetapkan sebagai taman nasional pada tahun 1980. Saat ini, dengan luas 21.975 hektar, kawasan Taman Nasional ini ditutupi oleh hutan hujan tropis pegunungan, hanya berjarak 2 jam (100 km) dari Jakarta. Di dalam kawasan hutan TNGGP dapat ditemukan “si pohon raksasa” Rasamala, “si pemburu serangga” atau kantong semar (Nephentes spp.); berjenis-jenis anggrek hutan, dan bahkan ada beberapa jenis tumbuhan yang belum dikenal namanya secara ilmiah, seperti jamur bercahaya. Disamping keunikan tumbuhannya, kawasan TNGGP juga merupakan habitat dari berbagai jenis satwa liar, seperti kepik raksasa, sejenis kumbang, lebih dari 100 jenis mamalia seperti Macan tutul Jawa, Kijang, Pelanduk, Anjing hutan, Sigung, dan lainnya serta sekitar 250 jenis burung termasuk Elang Jawa dan berbagai jenis élang lainnya. Kawasan ini juga merupakan habitat bagi Owa Jawa, Surili, Kukang dan Lutung yang populasinya semakin mendekati kepunahan. Ketika anda hiking di kawasan TNGGP, anda dapat menikmati keindahan ekosistem hutan hujan tropis Indonesia. Info lebih lanjut, silahkan kunjungi www.gedepangrango.org .

[teks © TNGGP & CI 042008 | gambar Bayu]

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit sed.

Follow us on