Image Alt

Blog

“Manusia Ekologi” vs “Manusia Ekonomi”?

Dimulai dari diri kita

Disadari ataupun tidak, dengan kemampuan manusia yang memiliki kelebihan dari makhluk lainnya, yaitu berkomunikasi dan berfikir, bisa menimbulkan sisi positif dan negatif. Manusia cenderung meniru satu sama lain, bahkan ada yang mengatakan, hal positif hanya ditiru 50%-nya, sedangkan hal negatif ditiru 2 kali lebih banyak [200%]. Betapa dahsyat percepatan “kerusakan global” yang akan terjadi kalau kita berfikir dan bertindak secara gegabah dan tidak bijaksana dalam menyikapi berbagai fenomena yang terjadi di sekitar kita. Jelaslah, tidak bisa dipertentangkan antara konsep manusia ekonomi dan ekologi lagi.

Kegiatan diskusi, seminar dan segala bentuknya dimaksudkan untuk selalu menularkan semangat akan kebaikan, hidup dengan prinsip menjaga keseimbangan alam dan pemanfaatan yang berkelanjutan. Mulai dari pengenalan terhadap berbagai fenomena alam yang bisa dilogika ataupun “belum bisa dilogika”, hingga pemahaman proses alam tersebut dengan respon akhir yang diharapkan adalah partisipasi langsung dalam bentuk apapun yang direalisasikan dalam fakir, sikap dan perilaku sehari-hari. Penting juga untuk saling berbagi pengalaman, mengasah kepekaan dan kemampuan, serta belajar berfikir dan berkomunikasi secara positif.

Kita tidak bisa berharap banyak terhadap orang lain, termasuk di dalamnya masyarakat luas, pemerintah, akademisi, pengusaha ataupun kelompok manusia lainnya. Satu-satunya yang bisa kita harapkan, dan kalau perlu dengan sedikit pemaksaan, adalah diri “kita” sendiri. Atau lebih tepatnya adalah “saya”. Segala sesuatu dimulai dari diri sendiri ataupun “saya” tadi, baik itu menjadikan lebih baik ataupun lebih buruk, “saya” juga yang menentukan. Namun yang perlu diingat, “saya” tidak akan bisa mengharap keadaan menjadi lebih baik tanpa usaha dari “saya”, sementara “saya” sendiri belum baik. Dikatakan pula bahwa nasib suatu “kaum”, merekalah yang menentukan, bukan Tuhan.

Harapan terakhir, diri sendiri tetap baik dan selalu berupaya menjadi lebih baik, semoga akan menular dan menjadikan lingkungan sekitar juga lebih baik, hingga lingkungan yang lebih besar lagi. “Kerusakan global” bisa ditekan, keseimbangan alam tetap terjaga.

Apa yang bisa kita lakukan untuk berpartisipasi?

[teks & gambar © TNGGP 042008 | kus]

note: original pictures of orangutan taken from www.cockroach.org.uk | use with permission from Nick & Evie

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit sed.

Follow us on