Socials

Image Alt

Blog

Hutan Sahabat Green Mulai Dipetakan

hutan sahabat green 1Awalnya 5 hektar. Akan terus dikembangkan sejalan dengan minat Sahabat Green mengadopsi pohon. Sosialisasi dengan petani segera dilakukan, untuk persiapan penanaman pertama 8 Juli 2008.

Mentari baru beranjak naik, ketika (Rabu 11 Juni) tim Green Radio tiba di Desa Ciputri. Panas belum menyengat, tetapi kami mesti bergegas untuk melintasi ujung kampung itu. Tiba di pertanian bunga mawar, yang menjadi tempat terakhir parkir mobil operasional Taman Nasional, kami turun berjalan kaki. Melintasi kebun kebun sayur milik petani, kami tiba di titik awal. Tempat yang akan ditandai sebagai pintu masuk Hutan Sahabat Green

Pintu itu, tentu saja tanpa gerbang. Hanya ditandai jejeran pohon rasamala yang sudah cukup menjulang. Belasan rasamala berusia 10 tahun itu, telah mencapai 15-an meter. Jadi cukup jelas menandai batas kebun petani, dengan areal bekas tanah Perhutani yang sekarang dilimpahkan ke Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Dari titik ini menuju ke arah TN, mestinya adalah wilayah konservasi. Tetapi di lapangan, memang sudah digunakan petani untuk kebun sayur. Inilah tantangan yang harus diatasi bersama petani, TN dan Green Radio : mengembalikan fungsi lahan menjadi area konservasi, tanpa menggusur petani yang memang perlu tanah untuk gantungan penghasilan mereka.

hutan sahabat green 2Kami singgah di saung, tempat istirahat para petani, yang nantinya akan dilestarikan sebagai saung monitoring program Adopsi pohon. Sesekali melihat elang Jawa melintas rendah. Asyik.

Lalu mulailah pemetaan calon hutan Sahabat Green itu. Kami mulai dari titik terendah. Lembah yang berbatasan langsung dengan hutan alami yang masuk dalam kawasan TN lama. Lagi lagi, di lereng yang amat miring itu, sampai untuk berdiri tegakpun susah, kita dapati kebun sawi milik petani. Mereka memang belum ketemu jalan untuk mencari alternatif pekerjaannya. Kami taruh patok pertama di titik terendah. Lantas tim Green Radio mengukur posisi dengan GPS yang baru dibeli pekan sebelumnya. Tim ini belajar langsung di lapangan, memakai GPS ternyata menyenangkan sekali.
Patok demi patok dilewati. Totalnya 20 patok yang melingkari areal 5 hektar, yang sudah diambil data koordinatnya. Areal inilah yang pertama kali akan ditanami menjadi Hutan Sahabat Green, pada 8 Juli nanti. Areal seluas 5 hektar ini (di ketinggian sekitar 1500-1600 meter dari permukaan laut), merupakan bagian dari 10 hektar komitmen Green Radio pada TN Nasional GGP. Sebanyak 43 keluarga telah didata sebagai penggarap areal itu. Dan, kita akan meneruskan kerjasama dengan mereka. Para petani itulah yang akan merawat dan menjaga tanaman Sahabat Green supaya tumbuh menjadi besar.

hutan sahabat green 3Tanaman yang disediakan adalah : Rasamala, Jamuju, Puspa, dan kalau ada Saninten. Yang terakhir itu, merupakan tanaman endemik khas Gede Pangrango, yang mulai jarang terlihat dan langka. Kita sangat beruntung, ketika membuat peta ini, melihat ada satu pohon Saninten yang tumbuh di dekat hutan Sahabat Green. Walaupun tampak tidak sehat, karena cabangnya dipotong sana sini. Kita akan jaga supaya Saninten ini tumbuh lebih subur, ketika Hutan Sahabat Green mulai dirawat. [santoso]

>> Selengkapnya

Sumber: www.greenradio.fm | 13 Juni 2008

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit sed.

Follow us on