Socials

Image Alt

Blog

Interpretasi: Upaya Membangkitkan Partisipasi Masyarakat dalam Konservasi suatu Taman Nasional

masyarakat-2Hal di atas mencerminkan betapa beragamnya cara pandang serta “tatanan” yang dimiliki oleh kelompok-kelompok masyarakat tersebut dalam hubungannya dengan sumberdaya alam dan “hutan”.

Taman Nasional, sebagai suatu konsep pengelolaan ekosistem hutan yang ditawarkan pemerintah, bisa dikatakan sebagai tatanan yang relatif “baru” apabila dilihat dari sudut “istilah penamaan”. Akan tetapi bila dikaji lebih jauh, konsep Taman Nasional ini, dalam prinsip pengelolaan sumberdaya alam secara seimbang dan berkelanjutan, barangkali bukan merupakan hal yang baru bagi masyarakat adat yang memegang teguh norma dan hukum adat asli mereka. Bagi masyarakat lokal dan masyarakat “kota”, yang tidak diikat oleh hukum adat, secara normatif banyak terbantu oleh norma umum dan agama yang menganjurkan untuk selalu berbuat kebaikan, pemanfaatan sumberdaya alam secara bijaksana dan tidak berlebihan, serta menjaga keseimbangan alam.

dapur kasepuhanNamun di sisi lain, adalah “sifat” sebagian manusia yang terkadang sedikit berlebihan dalam mengeksploitasi sumberdaya alam yang dapat mengganggu keseimbangan alam, pada akhirnya dapat berakibat pada terganggunya fungsi alam dan hutan. Hal tersebut, secara langsung maupun tidak, juga akan merugikan masyarakat “manusia” itu sendiri, baik yang bermukim di sekitar kawasan maupun yang bermukim “jauh” dari hutan.

Sebuah Gagasan : Permasalahan menjadi Tantangan
Menyikapi hal-hal tersebut secara positif, pertama-tama adalah menjadikan “permasalahan” sebagai “tantangan” bersama, yang harus dicari pemecahannya bersama pula. Jadi bukan hanya merupakan tanggung jawab pemerintah dan pengelola Taman Nasional saja, tetapi juga merupakan tanggung jawab masyarakat luas. Sehingga dalam pelaksanaannya akan menjadi lebih ringan dan bukan merupakan beban.
Sekali lagi, ini merupakan peluang bagi “pengelola” Taman Nasional, yang secara hukum ditunjuk oleh pemerintah, untuk dapat secara “fleksibel” menerapkan konsep “pengelolaan” Taman Nasional yang ditawarkan oleh pemerintah.

dikling AICHI ExpoDengan melibatkan kelompok-kelompok masyarakat tersebut secara lebih luas untuk ikut berpartisipasi secara aktif terhadap keseluruhan proses pengelolaan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan program-program serta evaluasi yang dilakukan. Harapannya antara lain adalah terwujudnya cita-cita pemerintah dalam penetapan suatu Taman Nasional seperti yang disebutkan dalam Undang-undang. Secara fungsi, ekosistem akan terkonservasi, dapat memerankan fungsinya sebagai penyangga kehidupan. Keseimbangan alami akan tetap terjaga, serta masyarakat tetap dapat hidup damai berdampingan dengan alam dan hutan tanpa merasa terasing dan tersingkirkan dari “tanah kelahirannya”.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit sed.

Follow us on