Socials

Image Alt

Blog

Sebuah Harapan Untuk Owa Jawa

Kuliah Primata | 19 Juli 2008 | PP Schmutzer-TMR

20080719_kp-JGC-2Tidak hanya orangutan yang mendapatkan tempat untuk “belajar” kembali ke alam, ternyata owa jawa memiliki tempat belajar pula. Kuliah primata kali ini membahas mengenai “rumah belajar” owa jawa tersebut, yang dibawakan oleh Anton Ario yang merupakan staf Conservation International Indonesia (CI) dan juga Yayasan Owa Jawa yang bekerjasama mengelola Javan Gibbon Center yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

Owa Jawa (Hylobates moloch) merupakan kera kecil dengan warna rambut abu-abu yang memiliki nyanyian indah. Primata endemik Jawa ini hidup monogami (berpasangan) dengan sistem keluarga. Sebagian besar makanannya terdiri dari buah sehingga membuat mereka dikategorikan sebagai primata frugivor. Mereka termasuk satwa arboreal yang menghabiskan hampir seluruh waktunya diantara rimbunnya pohon. Seperti banyak satwa lainnya Owa Jawa merupakan satwa teritorial yang mempertahankan wilayah kekuasaan mereka.

Sangat disayangkan wilayah penyebaran mereka semakin berkurang dengan penyusutan habitat karena ulah manusia. Perburuan dan perdagangan Owa Jawa bahkan membuat jumlah mereka semakin berkurang di alam. Karena itu Owa Jawa termasuk dalam kategori satwa yang terancam punah menurut IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources). Selain itu terdapat peraturan perundangan Indonesia yang melindungi keberadaan satwa ini, sehingga kelestariannya tetap terjaga.

Javan Gibbon Center (JGC) merupakan “rumah belajar” owa jawa yang merupakan hasil kerjasama Yayasan Owa Jawa dan Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. yang didukung oleh Conservation International Indonesia, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Universitas Indonesia dan Silvery Gibbon Project.

20080719_kp-JGC-1Sampai saat ini terdapat 27 Owa Jawa yang terdapat di JGC. Owa ini berasal dari balai, pusat penyelamatan satwa dan masyarakat yang menyerahkan secara sukarela. Dari 27 Owa ini, 16 individu sudah berpasangan, 8 individu masih dalam masa sosialisasi dan 1 individu masih dalam masa karantina.

Tahapan yang dilalui setiap Owa Jawa yang masuk dalam JGC meliputi karantina biasanya selama satu setengah bulan. Tahapan selanjutnya adalah sosialisasi dengan lingkungan (selama Owa Jawa tersebut berada di JGC). Kemudian sosialisasi dengan individu owa lain/pemasangan. Pemasangan ini dapat memakan waktu 1 tahun sampai 3 tahun, tergantung setiap individu. Tahap selanjutnya pelepasan dan pemantauan.

Meskipun bertujuan melepaskan Owa Jawa kembali ke alam, belum ada Owa Jawa yang dilepaskan ke alam selama lima tahun JGC berdiri. Hal ini dikarenakan belum ditemukannya tempat yang sesuai untuk pelepasan yang salah satu syaratnya hutan tersebut terpisah dengan Owa Jawa liar di alam.

Owa jawa yang telah banyak mengkonsumsi buah-buahan hutan serta mampu berpasangan dan beradaptasi dengan lingkungannya dapat dikatakan berhasil dalam program rehabilitasi ini. Namun banyak tahapan dan syarat lainnya yang harus dilalui owa jawa tersebut untuk dapat kembali ke alam. Bukanlah hal yang cukup mudah untuk mereka kembali habitat aslinya setelah lama tinggal bersama manusia. Ketersediaan hutan yang memungkin untuk mereka dilepaskan juga sangat diperlukan. Karena owa jawa yang dilepaskan dari rehabilitasi ini tidak dapat dimasukan ke dalam hutan yang di dalamnya terdapat owa jawa liar.

Harapan kembalinya owa jawa ke habitat aslinya mungkin dapat terlihat dalam antusias peserta kuliah primata yang memberikan banyak pertanyaan mengenai topik ini. Semoga harapan kembalinya owa jawa ke habitat alaminya tidak hanya terasa oleh peserta kuliah primata namun juga oleh masyarakat luas.

[rani-PP Schmutzer | http://educationschmutzer.multiply.com]

Selengkapnya >>

NB:
Anda yang berminat mendapatkan file digital dari foto kegiatan dapat di download dari:

http://sobatorangutan.multiply.com
http://educationschmutzer.multiply.com

File presentasi dalam format PDF dapat di download dari:

http://groups.yahoo.com/group/Sobat_Orangutan/files
http://groups.yahoo.com/group/Sahabat_primata/files

atau hubungi:

Biro Komunikasi Yayasan BOS
[0251] 657067 | bos_komunikasi@orangutan.or.id | www.orangutan.or.id

Bagian Edukasi & Komunikasi Pusat Primata Schmutzer – Taman Margasatwa Ragunan
[021] 7884 7105 | education_schmutzer@yahoo.com | www.primata.or.id

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit sed.

Follow us on