Image Alt

Blog

Pengamatan Burung Migran di Paralayang Puncak

“Selasa, 14 Oktober kemarin sampai ribuan burung migran melintas di atas lokasi peluncuran Paralayang Puncak ini!” ungkap Usep Suparman dari RCS (Raptor Conservation Society) menginformasikan kepada para staf TNGGP yang tergabung dalam grup pengamat elang ketika bersama-sama mengamati burung raptor migran di lokasi peluncuran Paralayang, Puncak tangal 18-19 dan 25 Oktober 2008.

Selain dari TNGGP, beberapa pecinta dan pengamat burung raptor seperti dari TN Gunung Halimun Salak – yang bahkan juga dihadiri oleh Dr. Bambang Suprianto – sebagai Kepala Balai, IAR (International Animal Rescue) Indonesia, kelompok mataELANG, kelompok mahasiswa yang tergabung dalam UKF-IPB juga menyempatkan datang ke Paralayang untuk melihat secara langsung migrasi burung secara besar-besaran ini. Untuk sesama pengamat burung, tak asing lagi dengan Iwan Londo yang ikut hadir dalam pengamatan ini bersama Noni.

Kesempatan ini memang langka karena hanya terjadi sekitar bulan Oktober – November, ketika burung raptor dari wilayah Utara yang saat itu mulai musim dingin bermigrasi ke wilayah Selatan yang lebih hangat untuk sementara.

Burung migran yang melintas selama dua hari pengamatan didominasi jenis Chinese Goshawk (Accipiter soloensis) disusul Oriental Honey-buzzard (Pernis ptilorhyncus) dan Japanese Sparrowhawk (Accipiter gularis). Chinese Goshawk dan Japanese Sparrowhawk melintas secara bergerombol, sedangkan Oriental Honey-buzzard dikenal dengan nama sikep madu Asia terbang soliter (menyendiri) ataupun dalam kelompok yang relatif kecil.

Burung resident (penetap asli di wilayah setempat) cenderung menjauh dan tidak muncul ketika burung migran secara bergerombol melintas di wilayah mereka. Pada pengamatan tanggal 25 Oktober 2008, mucul 4 burung resident, yaitu 3 ekor elang hitam (Ictinaetus malayensis) dan 1 ekor elang brontok (Spizaetus cirrhatus) fase hitam. Saat itu burung migran memang hanya beberapa kali melintas di pagi dan siang hari saja dalam jumlah kecil. Siang hingga sore tidak ada burung migran yang melintas, saat itulah burung resident keluar dan terbang bebas di atas lokasi peluncuran Paralayang Puncak untuk mencari pakan.

[ teks & gambar © TNGGP 102008 | tangguh ]

Post a Comment

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit sed.

Follow us on