Image Alt

November 2008

Wed, 11/26/2008

An ular bido eagle (Spilomis cheela) perches on a tree branch inside the rehabilitation cage in Loji, Bogor regency. (JP/Theresia Sufa)

The Jakarta Post, Bogor. Conservationists and forest rangers officially opened a eagle conservation center at Gunung Halimun Salak National Park on Tuesday.

As many as 12 eagles, previously treated at the Center of Animal Conservation in Cikananga, Sukabumi, were transferred to the park in Bogor. Some will receive more treatment before being released into the wild, while the rest will remain at the park.

Minggu, 23 November 2008 | 16:25 WIB SUKABUMI, MINGGU - Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga (PPSC) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat memindahkan 12 ekor elang Jawa ke Suaka Elang Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) Resort Loji, Kabupaten Bogor. Humas PPSC Sukabumi, Budi Harto, di Sukabumi, Minggu (23/11) mengatakan, pemindahan yang telah dilakukan kemarin dimaksudkan untuk merehabilitasi satwa yang kian terancam punah itu.

Press Release

Bogor, 25 November 2008- Kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Halimun-Salak [TNGHS] dengan luas 113.357 ha merupakan representasi ekosistem hutan hujan tropis pegunungan di Pulau Jawa. Kawasan ini menjadi habitat terbaik untuk 16 jenis burung pemangsa [Elang], diantaranya Elang Jawa (Spizaetus bartelsi) khas Jawa yang berkategori Endangered [IUCN Red List 2008]. Artinya, populasi Elang jawa kurang dari lima ribu ekor, bahkan, hanya berkisar empat ratus ekor saja.

Selasa, 11 November 2008 | 00:48 WIB Bogor, Kompas - Kepunahan primata endemik Pulau Jawa di habitat alaminya, owa jawa (Hylobates moloch), dapat diperlambat. Di antaranya, melalui keberpihakan pemerintah mempertahankan hutan tersisa di Jawa. Demikian salah satu keyakinan pada lokakarya Penyusunan Strategi dan Rencana Aksi Owa Jawa 2008-2018 yang diadakan Asosiasi Peminat dan Ahli Primata Indonesia (APAPI), berlangsung di Bogor, Senin-Selasa (10-11 September). ”Kami berharap ada komitmen para pihak untuk menjaga hutan tersisa,” kata Ketua APAPI Noviar Andayani di Bogor, Senin (10/11).

Pada hari Selasa, tanggal 7 Oktober 2008 telah berdiri Perkumpulan GEDEPAHALA. Perkumpulan GEDEPAHALA dibentuk dalam rangka merevitalisasi dan mempercepat akselerasi kinerja Konsorsium GEDEPAHALA [Gede-Pangrango-Halimun-Salak] yang sudah ada. Point penting dari didirikannya perkumpulan GEDEPAHALA adalah untuk mewujudkan terbentuknya koridor antara Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) dan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) sebagai satu kesatuan ekosistem (termasuk manusia di dalamnya) melalui implementasi berbagai program prioritas, salah satunya Program Adopsi Pohon.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit sed.

Follow us on