Image Alt

Blog

Tanam Pohon, Tanam Kebajikan

Kamis, 30 Oktober 2008

Selama dua hari penuh 24-25 Oktober 2008, tim relawan tanam pohon dalam kegiatan bulan adopsi pohon Green Radio, penuh berpeluh menaiki gunung gede setinggi 1800 meter diatas permukaan laut. Bukan untuk bersantai, tapi rela berkotor tangan dan pakaian, menapaki tebing untuk menanam pohon. Sebanyak 2000 batang pohon Rasamala, Puspa dan Suren genap ditanam hingga Sabtu 25 Oktober 2008. Para relawan ini berasal dari berbagai komunitas “hijau”, aktivis lingkungan seperti Jakarta Green Monster, Green Club, Green Map, Green lifestyle, Indobackpacker, Komunitas Ciliwung dan serta keluarga yang peduli lingkungan.

“Jangan ke tebing itu nanti jatuh,”teriak Chien Chien, istri Hardi salah satu relawan. Ia sangat khawatir melihat antusiasme sang suami yang dengan ransel di punggung menapaki tebing-tebing Hutan Sahabat Green yang kini sudah berubah fungsi menjadi kebun sayur. Wajar jika Chien Chien khawatir, selain curam, kondisi tanah sehabis hujan pun menjadi sangat licin. “Tanggung,” begitu sahut Hardi. Tas ransel, celana panjang serta kaos hitamnya sudah kotor oleh tanah, tapi keasikan dan kegembiraan berada di Hutan Sahabat Green jelas terpancar di wajah Hardi dan Chien Chien.

Bukan Cuma Hardi yang menikmati betul acara tanam pohon pada acara bulan adopsi pohon ini. Annabel baru berusia empat tahun, tapi jalan dengan kemiringan nyaris 60 derajat serta licin tak menyurutkan semangatnya. Dia sampai ditujuan dengan tetap bernyanyi. Sang ayah dengan sabar membimbingnya menanam pohon dengan benar.

Sementara Jimmly Asshiddiqie, bekas Ketua Mahkamah Konstitusi, meski terengah, dengan tubuh berpeluh dan nafas tersengal, sampai juga ditempat tujuan. Tentu saja Jimmly tak mau kalah dengan Annabel, gadis kecil itu juga Rebecca Hanschke yang tetap menanjak naik meski dalam kondisi hamil 7 bulan. Jimmly bilang ini adalah langkah konkret dan mulia yang bisa dilakukan masyarakat untuk menyelamatkan lingkungan dan bumi. Jimmly sudah mengadopsi 10 pohon di Hutan Sahabat Green. Dan berkat inisiatif Jimmly pula 9 hakim konstitusi lainnya juga menyumbang masing-masing 10 pohon.

Dikaki bukit, di Desa Ciputri, Tim Green Radio menggelar aksi pengobatan gratis bagi keluarga 43 petani pengurus Hutan Sahabat Green serta warga sekitarnya. Dibantu tim medis dari Palang Merah Indonesia, sekitar 150 orang terobati dari penyakit flu, diare, sesak nafas serta penyakit lainnya.

Di malam sebelumnya, Jumat 24 Oktober, dalam gelaran kesenian rakyat yang digelar warga Desa Ciputri, Ketua Kelompok Tani Hutan Sawargi, Dudu yang juga pimpinan kelompok seni mengatakan diperlukan Tiga O, yakni

leuweng hejO (Hutan hijau)
seneng anu nenjO (Senang yang melihatnya)
masyarakat ngejO ( Masyarakat dapat menanak nasi)

Kalau salah satu O itu tidak terpenuhi, kita akan gagal mencapai tujuan. Kalau hutan tidak kembali hijau, kita gagal mencapai sasaran utama yang menggerakkan Sahabat Green ke sana. Tidak muncul rasa senang, atau manfaat dari ekosistem yang baik. Dan, kalau masyarakat tak bisa menanak nasi, karena penghidupannya terus tercerabut, atau peluang tak ada, hutan itu akan selalu dalam ancaman. Sulit berharap hutan akan langgeng kalau masyarakat sekitarnya kelaparan.

Post a Comment

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit sed.

Follow us on