Image Alt

Blog

Adopsi Pohon oleh Nokia Siemens Network & Green Radio

Hari Sabtu, 17 Januari 2009 Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango [TNGGP] tepatnya di Resort Sarongge Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Cianjur punya hajat. Serombongan tamu dari Green Radio berkunjung untuk melakukan kegiatan penanaman melalui Program Adopsi Pohon. Kedatangan rombongan untuk kali ini Green Radio menggandeng adopter dari Nokia Siemens Network (NSN).

Penanaman dilakukan di Kampung Sarongge Girang Resort Sarongge Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Cianjur. Penanaman yang dilakukan oleh Green Radio ini merupakan kelanjutan dari penanaman Adopsi Pohon yang telah dilakukan sebelumnya yaitu tanggal 7 Juli 2008 dan 24 Oktober 2008 seluas ± 5 Ha sebanyak 2.750 bibit dari jenis Puspa (Schima wallichii), Suren (Toona sureni), Manglid (Manglietia glauca), Rasamala (Altingia excelsa) dan Kisireum (Decaspermum fructicosum) dari rencana seluas 10 Ha. Sedangkan penanaman yang dilakukan hari ini tanggal 17 Januari 2009 seluas ± 5 Ha, yang merupakan sisanya, sebanyak 2.500 bibit. Disediakan pula 1.000 bibit yang digunakan sebagai cadangan untuk penyulaman jika ada bibit yang mati.

Kegiatan penanaman Adopsi Pohon ini didampingi langsung oleh Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I, Supratman Tony dan Direktur Green Radio, Santosa. Sedangkan rombongan dari Green Radio dan Nokia Siemens Network yang hadir saat ini ada sebanyak ± 150 orang.

Meskipun harus berjalan kaki melewati medan menanjak menuju lokasi penanaman pohon, namun peserta tetap antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Terlihat seluruh peserta tetap peduli dan memperhatikan arahan dari Supratman Tonny dan saat menjelaskan sekilas tentang TNGGP sebagai kawasan konservasi dan prosedur standar penanaman bibit. Para peserta penanaman tetap semangat melakukan kegiatan penanaman tanpa menghiraukan tangan dan kaki mereka terkotori oleh tanah dan lumpur.

”Satu pohon dapat mensuplai kebutuhan O2 untuk sekitar 2 orang, jadi menebang 1 pohon itu artinya membunuh 2 orang” kata Ade Bagja, staf TN yang ikut mendampingi. Seluruh peserta sangat termotivasi dengan pesan yang disampaikan tersebut. Mereka berlomba mencari lubang tanam yang sudah dipersiapkan oleh petani penggarap dan telah dipasangi ajir. Tidak hanya menanam satu pohon yang diadopsinya saja, banyak yang terlihat bersemangat menanam pohon lebih dari satu. Semoga semangat “dari Gunung” terbawa ke kota dan menjadi spirit yang tak terpadamkan. Siapa menyusul?

[ teks & gambar © TNGGP 012009 | endry ]

Post a Comment

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit sed.

Follow us on