Image Alt

Blog

Menyelamatkan Benteng Terakhir Pelindung Kehidupan Manusia dan Melindungi Kepunahan Owa Jawa

Bodogol-Bogor, 7 Maret 2009. Taman Nasional Gunung Gede Pangrango [TNGGP], seluas 21.975 hektar merupakan salah satu taman nasional yang tertua di Indonesia, yang memiliki peran penting sebagai sistem penyangga kehidupan. Sebagai kawasan konservasi dengan misi untuk perlindungan, pengawetan, dan pemanfaatan sumber daya alam secara lestari. Keutuhan dan kelestarian ekosistem TNGGP telah berjasa menyelamatkan Owa Jawa [Hylobates moloch] dari kepunahan, benteng bagi kota Jakarta dari  mencegah banjir bandang saat musim penghujan.

Sebagai benteng perlindungan bagi Owa Jawa, TNGGP, Ditjen PHKA bersama-sama dengan Conservation International dan Yayasan Owa Jawa, telah melakukan program penyelamatan dan rehabilitasi Owa Jawa di areal Bodogol dengan membangun Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi owa jawa [Javan Gibbon Center-JGC] yang bertujuan untuk menyelamatkan dan merehabilitasi owa jawa yang berasal dari masyarakat.

Sebagai kawasan konservasi yang merupakan taman nasional model, TNGGP memberikan air sebagai sumber kehidupan bagi lebih dari 23 juta jiwa, tidak hanya bagi penduduk di tiga kabupaten yang mengelilinginya, tetapi juga bagi penduduk di Jakarta, Lebak, Pelabuhan Ratu,Tangerang, Depok dan Bekasi. TNGGP merupakan penyumbang air bagi 4 Daerah Aliran Sungai DAS besar, yaitu Ciliwung, Cisadane, Cimandiri dan Citarum.

“Berbagai bencana terkait air seperti banjir dan kekeringan di kawasan hilir dan tengah seperti di Jakarta memang sudah berlangsung lama. Namun kian tahun semakin bertambah parah.  Taman Nasional kita-TNGGP, sebagai daerah tangkapan dan resapan air telah berperan optimal dalam menjalankan fungsinya sebagai bagian dari ekosistem dalam ikut mengatur tata air. Namun peran tersebut saat ini terasa dibebankan hanya pada kawasan TNGGP sebagai kawasan konservasi, yang mana seharusnya juga diemban oleh kawasan hulu lainnya–Puncak-di luar kawasan TNGGP Untuk itu menjadi penting terhadap upaya perlindungan daerah hulu-tengah-hilir DAS Ciliwung dan Cisadane melalui program-program perlindungan yang berbasis kemandirian, transparansi dan akuntabilitas atau yang sering kita sebut sebagai good governance”  ujar Ir. Sumarto, MM., Kepala Balai Besar TNGGP.

Sebagai kawasan konservasi, TNGGP juga memberikan manfaat besar bagi kehidupan masyarakat dari jasa pemanfaatan air. Inisiasi pemanfaatan jasa lingkungan air dari kawasan TNGGP untuk mendukungan aktivitas ekonomi dan sosial kemasyarakatan bagi desa sekitar kawasan, telah diwujudkan oleh TNGGP dengan mitra Bina Usaha Lingkungan [YBUL] dan Conservation International Indonesia [CI]. Melalui Program Pengembangan Listrik Komunitas [Pusbalikom] di Dusun Batu Kembar–Desa Ciderum-Caringin, diwujudkan pemenuhan energi mandiri melalui energi terbarukan yang ramah lingkungan yang berbasis komunitas, karena ketersediaan energi listrik di dalam suatu komunitas masyrakat, merupakan pintu gerbang menuju terciptanya masyarakat yang sejahtera.

Inisiasi awal ini merupakan fase rintisan akan menjadi percontohan untuk diduplikasikan menjadi program Pusbalikom di desa-desa lain di Indonesia, sehingga desa-desa lain juga akan memiliki energi mandiri melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro [PLTHM], dan merupakan gerakan berbasis masyarakat, dari, oleh, dan untuk masyarakat.

Informasi lebih lanjut:

  1. Ir. Sumarto, MM. | Kepala BB TN Gunung Gede Pangrango | 0263-512776 | sumarto@gedepangrango.org
  2. Dra. Ratna Widuri, MSi. | Kepala Sub Bagian Humas BB TNGGP | 0812 1050082 | info@gedepangrango.org
  3. Dr. Jatna Supriatna | Direktur Conservation International Indonesia | 0812 817 0314 | ci-indonesia@conservation.or.id
  4. Dr. Noviar Andayani | Yayasan Owa Jawa | 0811 118 954 | jgc_owajawa@yahoo.com
  5. Novrida Masli | Yayasan Bina Usaha Lingkungan – YBUL | 0813 108 09527 | novrida@ybul.or.id


Catatan untuk editor:

  • Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango [TNGGP] merupakan taman nasional pertama di Indonesia yang mewakili ekosistem hutan pegunungan tropis Indonesia. Informasi lengkap silahkan kunjungi www.gedepangrango.org
  • Conservation International (CI) adalah organisasi non-profit internasional yang menerapkan inovasi dalam bidang ilmu pengetahuan murni, ekonomi, kebijakan dan partisipasi masyarakat untuk melindungi wilayah wilayah dengan keanekaragaman hayati tinggi di dunia dan menunjukkan manusia dapat hidup harmoni dengan alam. CI berdiri pada tahun 1987 dan bekerja di lebih dari 40 negara. Untuk informasi lebih lanjut kunjungi www.conservation.org atau www.conservation.or.id
  • Yayasan Owa Jawa, adalah lembaga nirlaba yang bergerak dalam kegiatan konservasi Owa Jawa. Pada saat ini bekerjasama dengan Ditjen PHKA, Conservation International Indonesia, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Universitas Indonesia dan Silvery Gibbon Project [SGP] untuk mengembangkan Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Owa Jawa di daerah Bodogol-kawasan TN Gunung Gede Pangrango.
  • Yayasan Bina Usaha Lingkungan – YBUL, adalah sebuah organisasi nirlaba yang berlokasi di Jakarta, dan bekerja untuk seluruh wilayah di Indonesia Bidang kerja YBUL meliputi energi pedesaan dan energi terbarukan, perubahan iklim dan pemberdayaan usaha berbasis rakyat yang ramah lingkungan. YBUL memusatkan segenap karya dan pikirannya menuju Justice in Energy-keadilan dalam berenergi, karena setiap rakyat Indonesia seharusnya memiliki hak yang sama, proporsional dan berwawasan lingkungan dalam memanfaatkan sumber energi untuk meningkatkan kesejahteraannya untuk informasi lengkap silahkan kunjungi www.ybul.or.id

Post a Comment

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit sed.

Follow us on