Image Alt

April 2009

Sharp,  sebagai salah satu raksasa produsen alat-alat elektronik di dunia telah turut serta berpartisipasi dalam rangka restorasi kawasan alih fungsi di Blok Sarongge Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) dalam hal ini melalui PT. Sharp Electronic Indonesia menanam 500 batang pohon jenis-jenis endemik pada lahan seluas 1,25 ha. Penanaman dilakukan pada hari Rabu tanggal 22 April 2009, dengan  jenis yang ditanam yaitu 250 batang pohon puspa (Schima walichii) dan 250 batang pohon manglid (Manglieta glauca).

Beberapa tahun terakhir di negeri ini sering terjadi musibah, seperti tanah longsor, banjir dan bencana alam lain, yang menimbulkan kerugian harta benda bahkan merenggut jiwa manusia yang tidak sedikit jumlahnya. Kejadian bencana yang terakhir menimpa masyarakat di daerah Tangerang, longsornya tanggul Situ Gintung menimbulkan ratusan korban jiwa dan puluhan keluarga harus kehilangan tempat tinggal. Yang lebih memilukan adalah kehilangan keluarga, kerabat, orang terdekat dan tersayang karena menjadi korban.

[caption id="attachment_1173" align="alignright" width="119" caption=" "]Proses inhouse training[/caption]

Pengendali Ekosistem Hutan atau lebih dikenal dengan PEH merupakan salah satu jabatan fungsional yang ada di Departemen Kehutanan Republik Indonesia. Hari Rabu, 15 April 2009 PEH di lingkup Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) mengadakan in house training internet dan website.

Keberhasilan pengelolaan taman nasional tidak bisa hanya dilihat dari kemampuan melindungi hutan dan kekayaan yang ada di dalamnya. Lebih dari itu, taman nasional pun harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya. Begitulah pula seharusnya yang berlaku untuk Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango (TNGGP). Tentu suatu ironi jika TNGGP mampu memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat yang tinggal nun jauh dari hutan, sementara masyarakat di sekitarnya tak menikmati keuntungannya. Oleh karena itu, melalui konsep jasa lingkungan, masyarakat di sekitar TNGGP diharapkan bisa menikmati manfaat hutan tanpa harus menjarah hasil hutannya. Salah satunya, melalui teknologi mikrohidro.

Kekayaan flora-fauna dan keindahan hutan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, mengundang wakil duta besar Amerika Serikat JOHN HEFFERN untuk berkunjung ke Taman Nasional tersebut pada tanggal 11 April 2009. Kunjungan orang nomor dua perwakilan AS di Indonesia ini tidaklah seperti kunjungan duta besar AS beberapa bulan yang lalu ke Bodogol yang penuh dengan nuansa protokoler, namun kali ini lebih berkesan santai. Beliau di dampingi oleh istri dan hanya satu orang pengawal saja. Selama berada di Bodogol, pak John didampingi oleh kepala bidang konservasi wilayah Bogor, Harianto dan vice president for Indonesia-CI Jatna Supriatna.

[caption id="attachment_901" align="alignleft" width="123" caption=" "]Pameran Deep Extreme 2009[/caption]

Dalam rangka menyebarluaskan informasi dan promosi  wisata alam khususnya wisata  pendakian dan minat khusus, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango  (TNGGP) pada tanggal 27 - 29 Maret 2009 telah mengikuti Pameran DEEP & Extreme Indonesia 2009 di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta. yang diselenggarakan oleh PT. Exhibition Network Indonesia .

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit sed.

Follow us on