Socials

Image Alt

Blog

Cimande Sebagai Salah Satu Potensi Daerah Penyangga TNGGP

Secara administratif Cimande berada dalam wilayah Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor, dan secara geografis berbatasan langsung dengan kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, dan berada di desa penyangga wilayah pengelolaan resort cimande.

“Ciri Iman Anu Hade” adalah sebuah ungkapan yang sangat luhur,  secara bahasa dapat diartikan “sebuah ciri keimanan yang baik”. Cimande senantiasa menekankan kepada semua masyarakatnya untuk memiliki sebuah keyakinan dan sifat-sifat yang baik, baik dalam hubungan dengan tuhan, manusia maupun lingkungan. Mungkin itu salah satu pesan moral yang ingin disampaikan oleh Masyarakat Adat Cimande yang secara umum hidup dalam balutan nilai-nilai keagamaan yang kuat.Jika saat ini banyak orang yang berbondong-bondong untuk menikmati keindahan dan kesejukan udara Puncak, ada baiknya saat ini kita perlu sedikit melirik daerah tetangganya yaitu Cimande. Cimande adalah sebuah daerah adat dimana masyarakatnya masih memegang kuat budaya dan kearifan lokal peninggalan leluhur mereka.

Paradigma yang terjadi saat ini bahwa wisata konvensional sudah mulai ditinggalkan dan mulai memilih produk wisata yang “lebih” berkualitas, dimana dalam perjalanan wisata tersebut tidak hanya memberikan kesenangan semata namun lebih mengarah pada terciptanya seuah nilai edukasi dan pengetahuan. Wisata seperti ini biasa disebut sebagai wisata minat khusus.

Dengan berlatar belakan milai budaya dan kearifan lokal yang masih melekat kuat, Cimande memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai lokasi tujuan wisata minat khusus yang berbasis kebudayaan. Wisata budaya merupakan salah satu bentuk wisata minat khusus yang memiliki ruang lingkup yang cukup luas, mulai dari kegiatan oleh fakta dan aktivitas yang dilakukan untuk mengetahui suatu jenis budaya hingga keinginan untuk belajar sesuatu kecakapan tertentu misalnya, bahasa, kesenian tradisional atau mulai dari upacara adat hingga kegiatan-kegiatan khusus yang secara tidak langsung merupakan upaya untuk melestarikan lingkungan.

Keberadaan Gunung Pangrango menambah pesona alami yang ditawarkan kepada wisatawan, karena iklim yang diciptakan oleh kawasan hutan Gunung Gede Pangrango mampu menurunkan suhu baik di dalam kawasan hutan maupun di daerah sekitarnya. Kesan alami (nature) dan udara yang masih segar merupakan faktor yang dapat meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung ke Cimande.

Beberapa potensi yang dimiliki oleh Cimande sebagai modal dasar pengembangan wisata minat khusus berbasis budaya antara lain :
­ –   Sejarah masyarakat cimande
­-   Upacara-upacara (penerimaan tamu, memandikan pusaka, dll)
­-   Ritual-ritual (Ngabungbang, ziarah makam)
­ –   Benda-benda peninggalan sejarah seperti senjata-sejata, prasasti, peralatan rumah tangga, peralatan musik, makam keramat serta hasil dari ide-ide dan gagasan seperti kitab, dll
–    Kesenian tradisional pencak silat
–    Ilmu pengobatan serta obat tradisional Cimande
–    Padepokan dan tempat-tempat bersejarah lainnya
–    Sistem organisasi kemasyarakatan
–    Dokumentasi sejarah seperti buku-buku sejarah perjalanan hidup leluhur, lagu-lagu, gambar-gambar, dll.
–    Lokasi-lokasi bersejarah seperti makam keramat yang dijadikan sebagai tempat berziarah, padepokan adat, tempat semedi atau bertafaqur, dll.
–    Perwujudan Taleq Cimande dalam kehidupan sehari-hari di tengah-tengah masyarakat adat Cimande.

Melihat potensi yang ada, cimande menjadi tempat yang sangat tepat untuk pengembangan usaha wisata. Namun dalam pengembangannya masyarakat harus menjadi pelaku utama dalam kegiatan wisata, hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat setempat. Pihak yang paling berkompeten untuk pengembangan wisata ini ialah Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor. Karena secara serta merta dengan adanya pengembangan wisata di daerah ini akan meningkatkan pendapatan daerah. Oleh sebab itu pemerintah Daerah perlu melakukan langkah-langkah dalam pengembangannya lebih lanjut. Langkah yang dapat ditempuh antara lain meningkatkan sarana prasarana umum untuk mempermudah aksesibilitas memasuki kawasan Desa Cimande serta beberapa program yang ditujukan untuk meningkatkan kondisi sosial budaya dan ekonomi masyarakat. Selain itu langkah yang perlu dilakukan ialah dengan memberikan bekal ilmu dan keterampilan agar masyarakat adat Cimande mampu menerima perubahan dan perkembangan yang akan dilakukan di daerahnya, sehingga apabila perubahan kondisi terjadi sebagai akibat pengembangan wisata minat khusus berbasisi budaya, masyarakat tidak akan tergerus oleh transformasi informasi, ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pelibatan masyarakat sebagai pelaku utama mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai pada evaluasi keberhasilan program. Untuk mengoptimalkan partisipasi masyarakat serta meningkatkan kemampuan masyarakat untuk menghadapi pengembangan wisata minat khusus, maka perlu membatasi peran fihak ketiga dalam berinvestasi.

Satu hal yang tidak dapat dilewatkan dalam pengembangan wisata budaya di Cimande adalah dukungan modal/pendanaan. Untuk menciptakan kemandirian permodalan oleh masyarakat setempat, terlebih dahulu harus dimulai dengan pemberian bantuan seperti bantuan pinjaman lunak, dana talangan ataupun melalui koperasi simpan pinjam (KUD).

Pengembangan paket wisata budaya perlu dikemas secara apik dengan memperhatikan selera pasar sehingga dapat menimbulkan rasa penarasaran dari masyarakat luas dan pada akhirnya mereka akan meluangkan waktu untuk mencoba petualangan-petualangan di Daerah Adat Cimande. Artinya dengan semakin besar kemasan paket wisata ini dapat mempengaruhi orang maka semakin besar pula kemungkinan paket wisata ini diminati oleh orang untuk berkunjung dan mencobanya.

Untuk pengembangan lebih lanjut Pemda perlu melakukan kerjasa sama dengan pihak-pihak yang berkompeten di bidangnya seperti Dinas-Dinas di daerah tersebut yang berkaitan dengan peningkatan sarana dan prasarana serta di bidang kepariwisataan, LSM, lembaga-lembaga pemerhati budaya, organisasi budaya setempat serta pengembang sarana pelayanan jasa umum. Adapun Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango sebagai instansi yang mempunyai hubungan erat dengan Daerah Adat Cimande.

Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango juga berkompeten dalam bidang interpretasi, sehingga dapat memberikan kotribusi bagi peningkatan kemampuan masyarakat sebagai interpreter/pemandu wisata minat khusus.

[ teks & gambar © TNGGP 042009 | Dadang Iskandar PEH BPTN III ]

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit sed.

Follow us on