Image Alt

Mei 2009

Siaran Pers Nomor : S.245/PIK-1/2009

Departemen Kehutanan melakukan berbagai upaya untuk ikut serta mengendalikan perubahan iklim dan pemanasan global. Upaya yang melibatkan seluruh komponen bangsa ini pada prinsipnya adalah dengan memperbanyak pohon dan tanam-tanaman sehingga memperbanyak penyerapan unsur-unsur gas-gas berbahaya, serta melestarikan hutan yang ada. Upaya keras Departemen Kehutanan melakukan penanaman pohon secara besar-besaran dan mempertahankan keutuhan ekosistem hutan antara lain dengan :

Pada tanggal 7 Mei 2009 di Villa Inkarla, Cibodas, Balai Besar TN. Gunung Gede Pangrango melakukan suatu kegiatan penilaian (assessment) dalam rangka menilai sejauh mana pengelola kawasan telah secara efektif dikelola sejalan dengan visi, misi dan tujuan pengelolaan yang telah ditetapkan pada saat kawasan ini ditunjuk.  Melaksanakan penilaian (assessment) terhadap efektivitas pengelolaan, merupakan amanah yang tercantum dalam Convention of Biological Diversity (CBD) on Protected Areas, yang mempunyai target bahwa tahun 2010 sekurang-kurangnya 30 % dari Kawasan Konservasi di suatu negara sudah dilakukan penilaian efektivitas pengelolaan.

Pada  tanggal  27 – 28 April  2009  Peserta Diklat Pim II angkatan XXV tahun 2009 kelas B berkunjung ke Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Peserta berjumlah sekitar 110 orang yang berasal dari seluruh kementrian negara/lembaga departemen dan non departemen yang diselenggarakan oleh LAN (Lembaga Administrasi Negara). Dalam kunjungan selama 2  hari tersebut peserta menginap di Villa Inkarla Cibodas.

Bogor, 8 Mei 2009--Partisipasi publik untuk pelestarian alam dan lingkungan perlu terus ditingkatkan. Salah satunya adalah dengan menularkan kearifan tradisional dan cara-cara nyata dalam praktik pelestarian alam. Salah satu upaya memberikan kontribusi tersebut adalah dengan memberikan pendidikan dan contoh praktis tentang kearifan melestarikan alam melalui pendekatan agama Islam. “Islam merupakan agama yang mempunyai ajaran dan tradisi yang khas dalam mengajarkan perawatan lingkungan.

[caption id="attachment_1109" align="alignleft" width="120" caption=" "]

Fakta menunjukkan bahwa keberadaan Taman Nasional Gunung Gede  Pangrango (TNGGP) tidak dapat dipisahkan dari masyarakat yang berada sekitarnya. Mereka adalah bagian atau unsur dari ekosistem TNGGP yang saling tergantung. Mereka akan menjaga keberadaan TNGGP apabila mereka bisa memahami tentang peranan TNGGP bagi kelangsungan kehidupannya. Mereka juga akan melestarikan TNGGP apabila mereka bisa mendapatkan manfaat, baik langsung maupun  tidak langsung dari sumber daya alam dan lingkungan TNGGP.  Tetapi sebaliknya mereka tidak akan peduli TNGGP apabila mereka tidak memahami tentang peranan TNGGP bagi kehidupan umat manusia termasuk mereka.  Bahkan mereka akan merusak apabila mereka tidak mendapat manfaat dari keberadaan TNGGP.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit sed.

Follow us on