Image Alt

Blog

Konsep Pembangunan Eco-Homestay

Kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik jika kelompok masyarakat mempunyai keinginan yang kuat dan menjalin kerjasama dengan instansi-instansi terkait untuk memperoleh dukungan baik moril maupun spirituil, sehingga hasil yang diperoleh dapat optimal.

Struktur Organisai Pengelolaan

Dari anggota kelompok masyarakat yang ada, 5 orang diantaranya secara bergiliran akan bertindak sebagai :

  1. Front office dan merangkap sebagai cashier.
  2. Food & Beverage yang sekaligus merangkap sebagai house keeper.
  3. Maintenance dan perawatan lingkungan bisa dikerjakan bersama-sama.

Setiap 3 bulan posisinya akan dirubah sehingga setiap anggota akan mempunyai keterampilan dan pengalaman yang sama.

Struktur Organisasi Keuangan

Dana pembangunan diusahakan berasal dari swadaya anggota kelompok tani RHLP. Hasil dari kegiatan ini, 50% dapat dipergunakan sebagai biaya operasional dan sisanya yang 50% harus ditabung sebagai cadangan untuk pengembangan / pembangunan eco-homestay berikutnya bagi anggota-anggota yang lain. Tidak lupa juga setiap pendapatan dari eco-homestay harus menyisihkan untuk iuran kas kelompok tani RHLP.

Dengan cara demikian, diharapkan dalam beberapa tahun kemudian, anggota kelompok yang lain dapat memiliki eco-homestay sendiri yang akan dibangun di rumah mereka masing-masing dengan konsep yang sama tetapi berbeda pelayanan (misalnya; satu eco-homestay menyediakan menu makanan nasi liwet, sedangkan satu lainnya menyediakan menu nasi timbel dsb).

Struktur Pengembangan Terpadu

Dengan adanya kelompok ecohomestay, transportasi dan kerajinan, maka desa binaan ini akan sangat potensial untuk dikembangkan sebagai konsep desa wisata (wisata pedesaan).

Fisik Bangunan

Bangunan untuk pengembangan eco-homestay diusahakan dapat menonjolkan ciri khas adat istiadat masyarakat setempat. Dengan demikian jika eco-homestay akan dibangun di Desa Sukatani yang merupakan suku sunda, maka bangunan diharapkan dirancang dengan arsitektur adat sunda ”rumah panggung” dengan 3 kamar  dan 1 kamar mandi, dilengkapi pula dengan beranda untuk menikmati pemandangan alam di luar ruangan.

Strategi Operasional
•    Mengacu pada konsistensi dari definisi ekowisata dan hasil studi daya dukung lingkungan.
•    Memperbanyak fasilitas kegiatan dan atraksinya, sehingga mampu meningkatkan jumlah dan lama kunjungan.
•    Meningkatkan kualitas SDM-nya dengan pelatihan-pelatihan yang intensif dalam upaya pelayanan prima kepada pengunjung.

Strategi Pemasaran
•    Menjalin kemitraan dengan operator-operator yang sudah eksis di pasaran dalam maupun luar negeri.
•    Memanfaatkan jaringan informasi dan pemasaran yang ada.

Dukungan dari berbagai pihak untuk membangun minat dan motivasi masyarakat untuk memulai salah satu usaha dalam bidang pariwisata ini sangat diperlukan, oleh karena itu sosialisai pembangunan dan pengelolaan eco-homestay ini harus dilakukan secara gencar dengan melibatkan berbagai stakeholders, sehingga manfaat eco-homestay dapat ditinjau dari berbagai sudut pandang.

[ teks © TNGGP | 052009 | Ika-PEH BPTN I ]

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit sed.

Follow us on