Image Alt

Blog

Focus Group Discussion Penataan Zonasi Gede Pangrango

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP ) mempunyai arti penting dalam sejarah konservasi dan penelitian botani Indonesia. Kawasan ini merupakan salah satu kawasan pertama yang ditetapkan sebagai kawasan taman nasional di Indonesia berdasarkan Pengumuman Menteri Pertanian pada tanggal 6 Maret 1980 yang kemudian ditetapkan dengan SK Menteri Pertanian No. 736/Mentan/X/1982 meliputi kawasan seluas 15.196 ha. Sebelumnya kawasan ini terdiri dari kawasan Cagar Alam Cimungkat (56 ha), Cagar Alam Cibodas (1.040 ha). Kawasan Hutan Gede Pangrango (14.000 ha) dan Taman Wisata Situ Gunung (100 ha). Kawasan TNGGP merupakan perwakilan hutan hujan tropis dataran tinggi dengan ketinggian 1.000 s/d 3.019 m dpl.

Pengelolaan taman nasional dilaksanakan oleh Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan P.03/Kpts-II/2007 tentang Organisasi dan Tata Verja Unit Pelaksana Teknis Taman Nasional. Berdasarkan SK Menteri Kehutanan No 174/Kpts-II/2003 tanggal 10 Juni 2003 tentang Penunjukan dan Perubahan Fungsi Kawasan Cagar Alam, Taman Wisata Alam, Hutan Produksi Tetap, Hutan Produksi Terbatas pada Kelompok Hutan Gunung Gede kawasan Taman Nasional Gn Gede Pangrango seluas ± 21.975 ha di Provinsi Jawa Barat menjadi Taman Nasional Gn Gede Pangrango, luas Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang semula 15.196 Ha ditetapkan menjadi 21.975 ha. Seluruh areal perluasan TNGGP  ini termasuk kawasan yang sebelumnya dikelola oleh Perum Perhutani sebagai hutan produksi, hutan produksi terbatas, hutan lindung.

Saat ini Taman Nasional Gunung Gede Pangrango masih menghadapi kendala dalam pengelolaannya, hal ini terkait dengan belum adanya penataan batas zonasi. Berdasarkan Surat Keputusan Dirjen PHPA No : 12/Kpts/DJ-VI/1992 tanggal 14 Februari 1992 , Kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dibagi menjadi 3 (tiga) zonasi yang terdiri dari : zona inti  (11.300 ha), zona rimba (3.616 ha) dan zona pemanfaatan (300 ha). Namun dengan bertambahnya luasan areal berdasarkan alih fungsi Hutan Produksi Tetap, Hutan Produksi Terbatas dan Hutan Lindung seluas 7.655 ha maka diperlukan zonasi yang baru. Sistim zonasi ini akan menentukan sistim pengelolaan Taman Nasional berdasarkan fungsi dan kondisi ekologis, sosial, ekonomi dan budaya masyarakat. Untuk meningkatkan pengelolaan dan pembangunan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango berkaitan dengan aeal perluasannya, maka diperlukan suatu program untuk mengkaji dan menilai kembali Zonasi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Hal ini sesuai dengan ketentuan pasal 32 dan 33 dalam Undang-undang No 5 Tahun 1990 yang menyatakan bahwa penataan zonasi kawasan taman nasional bersifat dinamis dan merupakan perangkat pengelolaan taman nasional yang dapat mencegah konflik/tumpang tindih antara kepentingan perlindungan, pengawetan dan pemanfaatan, bahkan dapat mengoptimalkan manfaat dan fungsi kawasan taman nasional.

Berdasarkan hal tersebut diatas maka pada tanggal 21 Juli 2009 bertempat di Taman Safari Indonesia – Cisarua telah berlangsung Konsultasi Publik dan Focus Group Discussion (FGD) mengenai Rencana Penataan Zonasi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) yang dihadiri oleh kurang lebih 60 peserta yang terdiri dari perwakilan Balai Besar TNGGP, unsur pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Cianjur, Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Pemerintah Kabupaten Bogor, Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Departemen Kehutanan, KPH, LIPI, Perwakilan LSM dan Perwakilan Perguruan Tinggi.

Selanjutya mengenai luasan zonasi definitif akan disusun lebih lengkap dan detail oleh tim kecil TNGGP untuk diproses lebih lanjut ke tingkat pusat (Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam).

Yang patut menjadi catatan penting dan kebanggaan dari hasil penyusunan zonasi ini adalah bahwa seluruh kegiatan Penataan Zonasi Kawasan TNGGP dilakukan secara mandiri dengan menggunakan SDM TNGGP yang ada, dan TNGGP adalah TN pertama yang melaksanakan penataan zonasi tanpa melibatkan konsultan dari pihak luar. BRAVO TNGGP.

[ teks & gambar TNGGP | 072009 | Lenni ]

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit sed.

Follow us on