Image Alt

Agustus 2009

Dengan dibukanya kembali pendakian ke Gunung Gede Pangrango mulai 1 September 2009, pihak Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) sebagai pengelola kawasan telah merilis Juknis Pendakian terbaru yang wajib diikuti oleh para pendaki khususnya dan semua wisatawan secara umum yang melaksanakana kegiatan wisata di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Adapun aturan baru tersebut diantaranya memuat hal-hal sebagai berikut : 1. Pendakian wajib pendampingan TNGGP.

Selasa, 18 Agustus 2009. Akhirnya kepakan sayap itu terdengar. Seekor Elang Jawa (Spizaetus bartelsi) telah membentangkan sayapnya di langit, diatas kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Pengembalian Elang Jawa ke habitat aslinya tepat setelah hari kemerdekaan memberikan filosofi tersendiri, suatu kemerdekaan bagi si lambang Negara. Penciptaan burung Garuda sebagai lambang Negara diperkirakan berasal dari Elang Jawa yang memiliki morfologi kesamaan pada jambulnya. Berdasarkan hal itu pula Elang Jawa mendapatkan predikat sebagai satwa dirgantara nusantara, suatu predikat yang menggambarkan identitas bangsa Indonesia.

Perkumpulan Suaka Elang, Siaran Pers 18 Agustus 2009

Satu ekor Elang jawa hasil sitaan akhirnya akan dilepasliarkan kembali di habitat aslinya di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango sehari setelah hari kemerdekaan Indonesia.

Elang Jawa (Spizaetus bartelsi), merupakan salah satu satwa endemik (yang hanya hidup) pulau Jawa. Burung yang diidentikkan dengan lambang negara Indonesia yaitu Garuda, sejak tahun 1993 telah ditetapkan sebagai salah satu dari 3 satwa identitas bangsa Indonesia.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit sed.

Follow us on