Image Alt

Blog

Pelepasliaran Elang Jawa di Kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat

Perkumpulan Suaka Elang, Siaran Pers 18 Agustus 2009

Satu ekor Elang jawa hasil sitaan akhirnya akan dilepasliarkan kembali di habitat aslinya di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango sehari setelah hari kemerdekaan Indonesia.

Elang Jawa (Spizaetus bartelsi), merupakan salah satu satwa endemik (yang hanya hidup) pulau Jawa. Burung yang diidentikkan dengan lambang negara Indonesia yaitu Garuda, sejak tahun 1993 telah ditetapkan sebagai salah satu dari 3 satwa identitas bangsa Indonesia.

Namun pada saat ini akibat perdagangan dan perburuan liar, bahkan kerusakan habitat, menyebabkan kelestarian satwa ini menjadi makin terancam Berdasar data beberapa Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) yang berada dalam kendali Departemen Kehutanan cq Ditjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, tidak kurang dari 20 Elang Jawa telah disita dari pemeliharaan secara illegal sejak lima tahun terakhir. Diduga, saat ini jumlah yang beredar di perdagangan gelap lebih banyak lagi. Elang hasil sitaan kemudian direhabilitasi dan saat ini setelah melalui beberapa tahapan rehabilitasi,1(ekor) elang jawa siap untuk dilepasliarkan. Upaya ini merupakan salah satu implementasi konservasi in-situ yang dilakukan Ditjen PHKA sebagai otoritas manajemen CITES dalam mewujudkan pemulihan populasi dan habitat satwa liar khususnya Elang Jawa.

“Satu ekor Elang Jawa yang berasal dari PPS Cikananga yang dikirimkan ke Suaka Elang pada akhir tahun lalu, kini telah pulih keadaannya. Setelah menjalani beberapa tahapan rehabilitasi, sang elang akhirnya masuk kandang persiapan (pre-release) sebelum akhirnya siap dilepasliarkan,” ujar Gunawan, koordinator Suaka Elang. Suaka Elang sendiri merupakan organisasi nirlaba hasil kolaborasi antara pemerintah, LSM, lembaga peneliti dan swasta yang peduli terhadap pelestarian satwa ini.

Sebelum dilepasliarkan untuk kembali ke habitatnya, elang tersebut telah melalui penilaian kelayakan antara lain kajian kesehatan, perilaku yang meliputi kesiapan berburu di alam, perilaku sosial terhadap sesama jenis maupun jenis satwa lain, dan perilaku umum seperti terbang, bertengger serta bersarang. Selain satwanya, kajian jiga dilaksanakan pada habitat yang menjadi lokasi pelepasliaran. Pada akhirnya terpilih satu kawasan yaitu di wilayah Tapos TN  Gunung Gede Pangrango yang berada pada ketinggian 950-1500 m dpl, dan merupakan kawasan penyangga TN Gunung Gede Pangrango. Kawasan ini telah dikaji dan dinyatakan layak menjadi lokasi pelepasliaran elang jawa, berdasarkan tingkat gangguan dan ancaman, ketersediaan pakan, serta pemantauan jumlah burung pemangsa lain, demikian dikatakan Usep Suparman, seorang pegiat konservasi burung dari Raptor Conservation Society (RCS).

Pam Minnigh, Direktur Eksekutif PILI-Green Network mengatakan ”Semua kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik atas kerjasama yang erat dari banyak pihak yang tergabung dalam perkumpulan Suaka Elang baik dari pihak pemerintah, LSM maupun perusahaan swasta”.  Dr. Bambang Supriyanto, selaku Kepala Balai TN Gunung Halimun Salak dan Ketua Dewan Pembina Perkumpulan Suaka Elang, menyambut baik upaya kerja sama ini dan berharap bisa direplikasikan untuk pengelolaan taman nasional lain. Demikian pula dengan Ir. Sumarto, MM. selaku Kepala Balai Besar TNGGP berharap kegiatan pelepasliaran ini merupakan awal yang baik dalam perkembangan konservasi Elang Jawa khususnya dan burung pemangsa  lain pada umumnya, karena pelestarian satwa liar bukan hanya tanggungjawab Pemerintah dalam hal ini Ditjen PHKA, Departemen Kehutanan saja tetapi juga merupakan tanggungjawab semua masyarakat.

Kegiatan pelepasliaran 1 ekor Elang Jawa akan diselenggarakan pada tanggal 18 Agustus 2009 pukul 09.00 di resort PTN Tapos BTN Wilayah III, Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango, Desa Citapen, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor.

Kontak Media
Annisa Yuniar | HP: 08521 333 2668

Pusat Informasi Lingkungan Indonesia (PILI-Green Network)
Jl. Tumenggung Wiradiredja, No. 216, Cimahpar, Bogor 16155
Tel. +62 251 8657002, Fax. +62 251 8657171

Email: ngo-move@indo.net.id  |  raptorsanctuary@gmail.com
Website: www.pili.or.id   |  www.gedepangrango.org

Catatan untuk Editor:

Suaka Elang adalah lembaga yang berkonsentrasi pada konservasi burung pemangsa(raptor) dan habitatnya, berlokasi di daerah Loji, kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Lembaga ini terbentuk atas inisiatif dari berbagai lembaga yang merasa prihatin dengan keberadaan raptor. Lembaga tersebut diantaranya: Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam Jawa Barat, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan & Konservasi Alam, International Animal Rescue-Indonesia, Raptor Conservation Society, Raptor Indonesia, Chevron Gunung Salak, Pusat Penelitian Biologi LIPI, Mata Elang, dan Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga.

Unduh PDF file | pressrelease-suakaelang (618 KB)

Post a Comment

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit sed.

Follow us on