Image Alt

Blog

Radio Edelweiss Milik Warga Ciputri

Mahar, bocah kecil itu selalu menenteng radio kemanapun pergi.  Dari kotak kecil itu ia mengasah imajinasinya dan memperluas wawasannya. Mahar, bersama teman-temannya dari sekolah madrasah, yang nyaris ditutup, sukses menjuarai kejuaraan pentas seni di kotanya, menjungkalkan dominasi sekolahan anak-anak orang kaya. Mahar dengan ide kreatifnya begitu mempesona.

Salah satu fragmen dalam film Laskar Pelangi yang ditonton hampir 4,6 juta penonton liburan lebaran 2008 lalu memang membawa kesan tersendiri bagi banyak orang. Anda mungkin salah satunya.

Namun bukan hanya Mahar dalam film Laskar Pelangi yang menjadikan radio sebagai sumber inspirasi. Tak perlu berjauh-jauh untuk melihat bahwa masih banyak orang yang begitu gandrungnya pada radio, dan tentunya untuk memenuhi kebutuhan mereka terhadap informasi dan hiburan. Warga Desa Ciputri Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur adalah salah satu bukti bahwa radio tetap memegang peranan penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakatnya.

Kondisi geografis di Desa ini memang unik. Tepat di bawah kaki gunung Geda pangrango, masyarakat di sekitar Hutan Sahabat Green ini sebagian besar merupakan petani sayur mayur menjadikan radio sebagai teman setia. Tidak heran rasanya ketika ide untuk membuat radio komunitas di wilayah mereka disambut dengan antusias yang sangat tinggi.

Moment istimewa bagi masyarakat desa Ciputri pada 24 Agustus 2009. Keinginan untuk mendirikan radio komunitas yang beberapa waktu sebelumnya sempat menjadi sebuah wacana akhirnya resmi dibuat. Nama Edelweis FM  dipilih sebagai nama radio komunitas ini. Pemilihan nama ini memang berdasarkan voting antara masyarakat yang ditunjuk sebagai pengurus. Seperti bunga Edelweiss yang abadi dan tahan lama maka radio komunitas ini pun diharapkan memiliki jiwa yang sama.

Banyak pihak ikut mengambil peran dalam pendirian radio komunitas ini salah satunya adalah Green Radio. Green radio ikut mempersiapkan mengudaranya Edelweiss FM dengan membantu pembuatan program acara dan mempersiapkan penyiar-penyiar dalam mengisi acara di radio yang mengudara di 107,6 FM. Namun sebagaimana radio komunitas lainnya, Radio komunitas Edelweis FM berdiri dari, untuk, dan oleh masyarakat Desa Ciputri. Untuk itu dalam semua programnya yang diutamakan adalah kebutuhan masyarakat disana.

Isi siaran diutamakan mengenai pertanian, peternakan dan kesehatan sesuai kebutuhan masyarakat desa Ciputri. Masyarakat yang juga pemelihara bibit-bibit pohon di Hutan Sahabat Green ini juga mulai akrab dengan peternakan lebah yang mulai mereka tekuni.

Tak ketinggalan, tentu saja semua acara musik yang “ngeunah” (sunda-red) atau musik yang asyik dan nyaman di telinga. Bukan cuma isi siaran yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat disana, tapi juga program-program lainnya. Menu programnya boleh dibilang lengkap.

Edelweiss  punya program EMS, Trend remaja Edelweis, dan Edelweiss brizikk. Ini adalah program bagi kaum muda untuk bisa menikmati lagu-lagu Indonesia popular yang tentu saja diisi juga banyak informasi penting seputar kehidupan remaja. Bagi para orang tua ada “Panineungan” yang hadir dengan lagu-lagu Indonesia lama. Soal jati diri mayarakat Sunda yang memang kental dengan warga desa ini juga tak ketinggalan hadir disini. “Galindeung Edelweiss” dengan lagu-lagu Sunda klasik dan modern, “Tepak Toel” acara bobodoran Sunda, “GIP” atau Gentra Irama Pasundan siap menemani dan memuaskan dahaga pada budaya Sunda. Ada juga “Wayang Golek” akan mengisi ruang dengar Baraya Edelweis; sebutan bagi para pendengar radio komunitas ini.

Bicara soal penyiar yang menjadi ujung tombak stasiun radio ini banyak cerita istimewa tentang mereka. Meskipun ada diantara para penyiar ini hanya berpendidikan sekolah dasar tidak menjadikan mereka merasa rendah diri. Malah sebaliknya dengan sangat mudah mereka menguasai perangkat siar seperti mixer, microphone dan CD Player. Grogi? Pasti lah kalau harus bersiaran untuk pertama kalinya tapi seperti istilah “Alah Bisa Karena Biasa” maka merekapun dalam beberapa kali percobaan siaran sudah seahli dan sefasih penyiar profesional.

Walaupun berada di atas ketinggian hampir 1500m di atas permukaan laut tidak menjadikan masyarakat desa Ciputri harus menjadi terbelakang. Pendirian radio komunitas ini diharapkan bisa memperlancar arus informasi di kalangan warga dan menjadi salah satu sarana memperkuat perekonomian  mereka.

[sumber : www.greenradio.fm]

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit sed.

Follow us on