Socials

Image Alt

Oktober 2009

ISO 14001 atau Environmental Management System adalah sistem manajemen lingkungan formal yg dikeluarkan oleh Badan Standarisasi Internasional atau International Organization for Standardization. ISO 14001 ini mengatur atau pun memberikan petunjuk tentang bagaimana pengelolaan organisasi yg baik supaya setiap aspek lingkungan yg ada atau timbul sebagai akibat dari proses produksi barang maupun jasa pada organisasi, baik langsung maupun tidak langsung, bisa dikendalikan, sehingga tidak menimbulkan dampak lingkungan yg signifikan atau dampaknya masih sesuai dengan peraturan atau pun undang-undang yg berlaku.

[caption id="attachment_1489" align="alignleft" width="156" caption=" "]Sertijab Kasatgas Polhut BBTNGGP[/caption] “Selamat jalan Pak Andre dan selamat menjalankan organisasi Polhut kepada Pak Aden”, begitu pesan terakhir dari Pak Marto ketika beliau menjadi inspektur upacara pada Upacara Pelantikan Kasatgas Polisi Kehutanan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) yang dilaksanakan Selasa, 20 Oktober 2009.

Siaran Pers Nomor : S.507/PIK-1/2009 Menuju Kebebasan Owa Jawa Free at last, a Javan gibbon pair is released to their forest home Owa Jawa (Hylobates moloch) merupakan satu-satunya jenis primata tidak berekor dari keluarga owa yang ditemukan di Pulau Jawa.  Kerabat owa lainnya hidup di Sumatera  (2 jenis), Mentawai (1 jenis), dan Kalimantan (2 jenis).  Saat ini Owa Jawa terancam punah dan menurut badan dunia IUCN (International Union for Conservation of Nature), satwa ini berstatus terancam punah (endangered species). Hutan hujan tropis yang menjadi tempat hidupnya menghilang dengan cepat di bawah tekanan pembangunan dan pertumbuhan populasi manusia. Selain itu tingkat perburuan satwa ini juga tinggi karena owa dikenal sebagai satwa peliharaan kegemaran masyarakat sehingga hal tersebut turut meningkatkan resiko kepunahannya. 

Owa jawa (Hylobates moloch), yang diduga tinggal sekitar 200 ekor di Pulau Jawa, akhir-akhir ini sering muncul di sekitar Taman Safari Indonesia (TSI) di Cisarua, Jawa Barat. Kemunculan owa jawa ini diduga karena tertarik dengan suara-suara owa jawa yang ada di dalam TSI. Foto diambil Selasa (13/5) pukul 08.00 WIB dari jarak sekitar 300 meter dengan lensa super tele.
Kamis, 15 Oktober 2009 | 19:33 WIB
BOGOR, KOMPAS.com - Echi dan Septa, sepasang owa jawa, akan dilepasliarkan di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Jumat (16/10). Sebelum pelepasliaran ke habitat aslinya itu, keduanya telah menjalani penyesuaian lingkungan di kandang habituasinya di Blok Hutan Tiwel, Resort Bodogol BPTN Wilayah III Bogor TNGGP.

Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango akan melakukan evaluasi terhadap pendampingan pendakian/ekowisata di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), adapun tujuannya adalah sebagai berikut : 1.    Mengetahui kualifikasi dan mengklasifikasikan SDM pendamping pendakian/ekowisata TNGGP (sebagai Interpreter, Pemandu & Porter); 2.    Merancang peningkatan pengetahuan dan keahlian untuk pendamping agar selama kegiatan pendampingan dapat memberikan pengalaman memuaskan bagi pengunjung, namun tetap menjaga kualitas fungsi kawasan;

Ketua Komite Jak-Japan Matsuri, Ken Kuroda, dalam kata sambutannya mengatakan bahwa penyelenggaraan acara ini didasarkan adanya sebuah keinginan untuk semakin memperbesar kobaran nyala api persahabatan antara Indonesia dan Jepang menjadi nyala api yang abadi, berpijak pada tahun peringatan ke 50 hubungan diplomatik Indonesia dan Jepang tahun lalu yang telah berlangsung dengan meriah. Diharapkan festival ini akan mendapat tempat di hati masyarakat Jakarta sehingga berkembang menjadi sebuah kegiatan berkala setiap tahunnya.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit sed.

Follow us on