Image Alt

Oktober 2010

Oleh Annisa Yuniar, Pusat Informasi Lingkungan Indonesia (PILI-Green Network), 10 Oktober 2010

Di arena olah raga paralayang di puncak, Bogor, para pengamat burung raptor melakukan simulasi dari kegiatan sehari sebelumnya. Dengan perlengkapan binokuler dan monokuler, peserta dibagi menajdi 4 kelompok besar. Masing-masing kelompok didampingi oleh fasilitator untuk membantu peserta dalam mengamati burung-burung migran yang diamati. Namun hari ini para peserta kurang beruntung, hanya sekitar 6 ekor burung migrant yang melintas.

Menurut Usep, salah satu pemateri dari RCS yang telah mengamati burung raptor yang melewati kawasan puncak di sekitar TNGGP selama 15 tahun, hari ini cuaca cukup bagus. Tapi angin cukup kencang sehingga hari ini tidak akan banyak burung migrasi yang akan lewat. Mungkin minggu depan akna lebih bnayak lagi burung yang lewat.

By Dianing Kusumo, PILI Green Network October – October 10, 2010

bmw
Have you ever see and think how does the bird or raptor do their migrant behavior? How do they  put themselves in the sky and nature? To understand and get more info about this raptor, RAIN (Raptor Indonesia) held Monitoring and identification Migrant Raptor Technical Training Workshop 2010 (9-10 October 2010), as a part form Raptor Migration Festival. This workshop contain info about raptor, the type of raptor, how does the usual habit, and many info about how to monitoring the raptor.

FEWA
Usia bumi yang terbilang renta dan lelah yang selama ini menjadi satu-satunya planet di sistem tata surya yang merupakan tempat tinggal makhluk hidup termasuk kita didalamnya sebagai manusia berbagai peristiwa besar telah dialaminya, mulai dari pecahnya induk benua yang disebut Pangaea, masa es, banjir besar dan saat ini dalam anomaly iklim dunia sedang mengalami pemanasan global (global warming).

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit sed.

Follow us on