Image Alt

Blog

Jakarta Hanya Tinggal Cangkang Monas

CIBODAS, KOMPAS.com – Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat HR Agung Laksono, Sabtu (18/12/2010) pagi di Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Cibodas, Jawa Barat, melepas peserta Lomba Kebut Gunung (LKG). Peserta yang datang dari 22 provinsi, diwakili penyematan nomor peserta dari Lampung.

“Selamat berlomba. Selamatkan lingkungan, pungut sampah yang ditemukan sebanyak-banyaknya. Semoga ini mendorong masyarakat untuk menjaga keasrian lingkungan, tidak merusak dan tidak mencemari,” kata Agung Laksono.Agung dalam sambutan pada pembukaan LKG yang digelar Vanaprastha dan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango itu mengatakan, agar LKG bisa lebih menggugah kalangan generasi muda untuk peduli lingkungan, membersihkan hutan.

“Tanah Air kita begitu subur, namun kita hidup di daerah rawan bencana, sehingga bencana sering terjadi. Banjir, longsor, gempa dan tsunami, dan bencana lain seperti penyakit menular. Dari semua itu, bencana yang terbesar dan sering terjadi adalah longsor dan banjir,” ujarnya.

Longsor dan banjir, terjadi karena ulah manusia juga. Merusak hutan, mungkin karena desakan kebutuhan hidup dan karena faktor lainnya. Longsor dan banjir disebabkan pendangkalan sungai yang sudah sedemikian parah. Contoh Daerah Aliran Sungai Citarum, yang terjadi pendangkalan dari hulu.
Tahun 2011 untuk DAS Citarum disediakan anggaran Rp 300 miliar. Sedangkan untuk perbaiki DAS Citarum secara keseluruhan diperlukan biaya sekitar Rp 3 triliun.

Ketua Umum Vanaprastha Adhyaksa Dault mengatakan, kerusakan alam dan lingkungan sudah begitu parah. Terjadi deforestrasi hutan dua hektar per hari. Di Jawa hutan yang tersisa 0,24 persen.
“Suatu saat, Jakarta hanya tinggal cangkang Monas saja,” ujarnya.

Dalam LKG, selain membersihkan hutan, juga dilakukan penanaman pohon, dan sarasehan tentang lingkungan. Peserta dari 22 provinsi juga menyerahkan masing-masing sebatang tanaman obat dari daerahnya untuk ditaman. Tanaman obat dari 22 provinsi itu diserahkan kepada Ketua Umum Vanaprastha Adhyaksa Dault, yang kemudia menyerahkannya lagi kepada Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Prangrango Agus Wahyudi, untuk ditanam di kawasan TN Gunung Gede Pangrango.

[ teks Β© Kompas | 122010 | Red ]

Post a Comment

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit sed.

Follow us on