Image Alt

Blog

Kerjasama Restorasi Ekosistem di TNGGP

Program adopsi pohon yang merupakan sebuah inovasi dalam upaya restorasi kawasan TNGGP terus berkembang terbukti dengan ditandatanginya perjanjian kerjasama antara TNGGP dengan OISCA. Penandatanganan berlangsung pada hari Jumat tanggal 9 bulan 9 jam 9.00 WIB tahun 2011 dengan judul perjanjian kerjasama (MoU) Program Adopsi Pohon dan Pengembangan Restorasi Ekosistem antara Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) dengan Program Lingkungan Hidup OISCA (Organization For Industrial, Spiritual And Cultural Advancement) Sukabumi Training Center yang mendapat dukungan pendanaan dari Mitsubishi Corporation.Tujuan dilaksanakannya kerjasama ini adalah untuk memperbaiki ekosistem kawasan TNGGP yang telah terdegradasi, mengurangi tingkat ketergantungan masyarakat sekitar terhadap kawasan TNGGP dengan memberikan alternatif mata pencaharian lain (alternative livelihood) di luar kawasan serta untuk meningkatkan wawasan, pola pikir dan peran aktif masyarakat dalam upaya-upaya konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

Acara penandatanganan dokumen MoU tersebut dilaksanakan di kantor Balai Besar TNGGP di Cibodas dan dihadiri dihadiri oleh Kepala Balai Besar beserta jajaran pejabat struktural, Direktur OISCA Internasional untuk Indonesia Mr. Yutaka Nakagaki, Direktur Program Lingkungan Hidup OISCA Sukabumi Training Center Bapak Iwan Ridwan dan beberapa pengurus OISCA Sukabumi Training Center. Pada kesempatan tersebut, Kepala Balai Besar TNGGP, Bapak Ir. Agus Wahyudi, MM menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan menyambut baik inisiatif Program Lingkungan Hidup OISCA Sukabumi Training Center untuk berpartisipasi dan ikut peduli dalam upaya-upaya restorasi ekosistem kawasan TNGGP. Pada kesempatan tersebut disampaikan pula bahwa pihak TNGGP siap memberikan bimbingan teknis dan dalam pelaksanaan kegiatannya agar pihak OISCA senantiasa berkoordinasi dengan pihak TNGGP melalui Bidang PTN Wilayah II Sukabumi.

Kerjasama Program Adopsi Pohon dan Pengembangan Restorasi Ekosistem tersebut akan dilaksanakan pada areal seluas 18 hektar di lokasi Blok Balong-Los Beca, Resort PTN Situgunung Cimungkad, Seksi PTN Wilayah IV Situgunung, Bidang PTN Wilayah II Sukabumi – Balai Besar TNGGP. Dari luasan tersebut, seluas 17 ha berada di zona rehabilitasi akan dikembangkan Program Adopsi Pohon sedangkan pada areal 1 ha lainnya berada di zona pemanfaatan akan dikembangkan suatu konsep restorasi menggunakan metode Miyawaki. Penanaman Metode Miyawaki adalah suatu metode penanaman untuk merestorasi areal kritis yang dikembangkan oleh Profesor dari Jepang (Prof. Miyawaki) yakni konsep penanaman pohon menggunakan jarak tanam rapat yaitu jumlah penanaman antara 20.000 s.d 30.000 pohon/ha dengan tujuan agar fungsi ekosistem kawasan hutan dan tutupan lahan dapat dipulihkan dalam kurun waktu yang lebih singkat.

TNGGP merupakan taman nasional yang pertama di Indonesia bahkan di dunia yang mengadopsi metode penanaman ini dalam upaya merestorasi areal kritisnya. Dasar pertimbangannya adalah karena restorasi metode Miyawaki ini telah berhasil dilaksanakan dibeberapa negara seperti Malaysia, Brazil dan Kenya. Informasi ini sebagaimana diungkapkan oleh Ny. Reiko Okubo dari Misubishi Coorporation saat berkunjung ke kantor Bidang PTN Wilayah II Sukabumi pada pertengahan Maret 2011 lalu untuk melakukan penjajakan awal proses kerjasama. Lokasi restorasi dengan metode Miyawaki yang terletak di Blok Balong-Los Beca ini dijadikan Pilot Project (Pilot Site/Project Restorasi) di TNGGP, dengan harapan apabila berhasil dengan baik maka akan menjadi lokasi percontohan untuk pelaksanaan restorasi lahan kritis lainnya di TNGGP.

[ teks Β© TNGGP 102011 | DE – red ]

Post a Comment

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit sed.

Follow us on