Image Alt

Blog

Indonesia Volcano Challenge 2013 Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Hari masih gelap. 196 peserta event Indonesia Volcano Challenge dari 16 negara, ter- masuk tuan rumah Indonesia, telah bersiap di lapangan Kebun Raya Cibodas, Jawa Barat, untuk mengikuti lomba lari gunung yang diselenggarakan oleh Federasi Moun- taineering Indonesia (FMI). Tepat pukul 06:45 WIB Plt. Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Kementerian Kehutanan Sony Partono mewakili Menteri Kehutanan, didampingi Ketua Umum FMI Jody Alexander Tirie dan Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung (PJLKKHL) melepas para peserta lari gunung dengan mengibaskan bendera start.

Lari gunung yang berlangsung sehari (2/06) di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango terbagi dalam dua level jarak yaitu 15 kilometer yang berputar balik di Kandang Badak, dan 22 kilometer hingga mencapai Alun Alun Barat lembah Suryakencana dan berputar kembali ke Cibodas. Peserta dibagi dalam 3 kategori kelompok umur, 17 sampai 35 tahun dan 36 tahun keatas.

Medan gunung Gede yang berbatu dengan kemiringan jalur lomba hingga 45 derajat tidak menjadi hambatan para peserta untuk mengadu strategi, ketahanan dan keter- ampilan dalam berlari. Persaingan ketat terjadi di kategori 15 km pria usia 17 sampai 35. Tiga pelari Indonesia mencapai finish dalam waktu yang hanya berbeda menit. KM Muhammad Alquraisy memasuki garis finish dengan waktu tempuh 01:53:56, disusul Ferdi Iryanto dengan waktu 01:54:10, dan Robby Sugara (01:57:41). Untuk kategori 15 km usia 36 tahun keatas dimenangkan oleh Hendra Wijaya dengan waktu 02:21:41, disusul Siau Hermansa (02:49:12) dan Indra Anggara (03:33:26).

Di kategori 15 km women’s open dimenangkan Diana dengan waktu tempuh 03:29:04 dan Theodora Sunarli (03:43:49) keduanya dari Indonesia. Sedangkan juara 3 Cheryl Parker dari United Kingdom dengan waktu tempuh 03:52:53.?Persaingan terjadi antara pelari asing dan Indonesia di kelas usia 36 tahun keatas 22 kilometer pria. Jules Crawshaw dari New Zealand mencapai finish dengan waktu 03:42:52, disusul Syambudiharto dari Indonesia (03:43:28), dan juara 3. Mark Clay (Brit- ish) dengan waktu 04:00:55.

Untuk kelas usia 17 – 35, 22 kilometer pria dimenangkan para pelari Indonesia, masing- masing juara 1 Muhammad Taufik (02:59:49), juara 2 Aryanto Wijaya (03:12:46) dan juara 3 Oktavianus Quaasalmy (03:21:45)

Pelari gunung wanita mancanegara menguasai kelas women’s open di kategori 22 km. Juara 1 Rebecca Roby dari United Kingdom dengan waktu tempuh 04:18:45, disusul Sheryl Gruber (USA) waktu tempuh 04:35:02, dan juara 3 Ann Durham (USA) dengan waktu 05:08:06.

Hadiah berupa uang dan vouncher diberikan untuk para pemenang. Panitia juga mem- berikan medali untuk semua pelari yang berhasil mencapai garis finish.

Untuk menghitung waktu tempuh, panitia menggunakan chip yang ditempelkan di masing-masing pelari, yang secara otomatis akan merekam setiap waktu tempuh pelari yang menginjakkan kaki di garis finish.

Cuaca cerah sepanjang hari selama lomba berlangsung, ditunjang 4 pos medik dan 1 mini hospital beserta dokter yang berada di jalur lomba, water station, makanan dan minuman di beberapa check point, serta penempatan pengawas (marshall) dengan menggunakan radio komunikasi di tempat-tempat yang dianggap akan membahayakan peserta, ambulance dan dokter yang siap menghadapi segala sesuatu di garis finish, menjadikan lomba yang pertama diadakan di Indonesia ini mendapat pujian dari seluruh peserta, dan mengharapkan untuk diselenggarakan setiap tahun. Secara keseluruhan lomba berlangsung aman terkendali.

Saat lomba berlangsung, di lapangan Cibodas juga diadakan acara talkshow dalam rangka memperingati Hari Konservasi Alam Nasional 2013 dan 101 Tahun Konservasi di Indonesia serta Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Acara yang dikemas oleh Direktorat PJLKKHL, Direktorat Jenderal PHKA, Kementerian Kehutanan, menghadirkan pembicara antara lain Plt. Dirjen PHKA Sony Partono, Rahmat Abbas dari FMI, dan Tosca Santoso dari Green Radio. Para pembicara mengupas tema Cinta Alam dan Partisipasi Konservasi Generasi Muda Dalam Aksi Nyata. Talkshow disiarkan secara langsung oleh 50 jaringan radio dan dari Tempo TV.

“Indonesia Volcano Challenge 2013 ini diselenggarakan FMI dalam rangka untuk mengembangkan olahraga di pegunungan dan memperkenalkan gunung-gunung api di Indonesia, mengenalkan keanekaragamanhayati kawasan konservasi, serta meningkatkan kepedulian lingkungan dan menumbuhkan rasa cinta alam kepada ma- syarakat.” Kata Dwi Bahari Astuti, selaku ketua pelaksana dan Race Director. Even Indonesia Volcano Challenge selayaknya mendapat dukungan karena acara semacam ini potensial untuk dijadikan sarana pengenalan kawasan taman nasional dan daerah tujuan wisata, yang dengan demikian jika penyelenggaraannya dapat diadakan setiap tahun maka FMI berharap event lari gunung di Indonesia dapat dimasukkan dalam kalender lari gunung internasional dan menjadi even berskala kejuaran dunia.

[teks ©humas FMI | foto2: ©kuswandono ©FMI | 05062013 | kus]

Post a Comment

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit sed.

Follow us on