Image Alt

Blog

“Menuju Wahana Pendidikan Konservasi Kelas Dunia”

Workshop pada koordinasi Forum Komunikasi dan Koordinasi Cagar Biosfer Cibodas

Kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) merupakan areal inti Cagar Biosfer Cibodas (CBC). Cagar Biosfer menjadikan suatu kawasan yang konsep pengembangannya menggambarkan keselarasan hubungan antara pembangunan ekonomi, pengembangan sosial melalui pemberdayaan masyarakat, dan konservasi lingkungan, dimana keseimbangan hubungan manusia dan alam tetap terjaga. Dengan demikian Cagar Biosfer merupakan  kawasan yang sesuai untuk mengimplementasikan pendekatan pembangunan berkelanjutan (sustainable development) dengan memperhatikan tiga pilar yaitu : ekonomi, sosial, dan lingkungan secara selaras dan seimbang.

Penjabaran tiga pilar lebih lanjut dalam konteks Cagar Biosfer di CBC yaitu : Konservasi Keaneka Ragaman Hayati, Pembangunan berkelanjutan, dan Pendidikan dan penelitian sebagai arahan manajemen pengelolaan yang selanjutnya menjadi Arahan Manajemen didalam Integrated Management Plan CBC, secara tegas diarahkan bahwa program pendidikan konservasi harus dilaksanakan pada ketiga zona CBC.

Disisi lain bahwa visi TNGGP dalam pengelolaan ke depan yaitu “TNGGP menjadi kawasan yang mantap dan menjadi pusat pendidikan konservasi kelas dunia“. Untuk itu maka Balai Besar TNGGP melakukan berbagai upaya untuk mengarah ke visi dimaksud, salah satunya melalui fasilitasi Forum Komunikasi dan Koordinasi Cagar Biosfer Cibodas menyelenggarakan kegiatan workshop dengan mengangkat topik “Menuju Wahana Pendidikan Konservasi Kelas Dunia”.

Workshop diselenggarakan pada hari Senin tanggal  24 Maret 2014 bertempat di kantor Balai Besar TNGGP dan dibuka langsung oleh Kepala Balai Besar TNGGP.  Hadir dalam workshop  tersebut para sesepuh TNGGP, anggota konsorsium GEDEPAHALA, unsur SKPD Kabupaten Cianjur, Sukabumi, dan Bogor (Diknas, BPLHD, Kehutanan), Dinas Kehutanana Propinsi Jabar, MaB (Man and Biosphere) LIPI, LSM (al. CII, Oisca, Forpela, RCS, Volunteer TNGGP, YPPS, PT. Tirta Investama Aqua-Danone), guru,  dan para pejabat lingkup Balai Besar TNGGP.

Tampil dua orang pembicara (narasumber) yaitu : Ir. Nurwanto, MM (Dit PJLKKHL – Ditjen PHKA) yang menguraikan tentang Kebijakan Ditjen PHKA dibidang Pendidikan Lingkungan, Ir. Wahjudi Wardojo. M.Sc (selaku sesepuh TNGGP / konsorsium GEDEPAHALA) yang mengulas Kilas Balik dan Berbagi Pengalaman tentang Pendidikan Lingkungan di TNGGP dengan moderator Ir. Haryanto R. Putro, MS (IPB).  Selanjutnya Dr. Achmad Sjarmidi (ITB) memandu dua orang pembicara (narasumber) yaitu Dr. Ricky Avenzora (IPB) yang menguraikan Konsep Pendidikan Lingkungan Indonesia,  dan Prof. Dr. Y. Purwanto (MaB LIPI) menguraikan Pendidikan Lingkungan dalam kerangka Cagar Biosfer Cibodas.

Pokok – Pokok Hasil Diskusi

Acara berlangsung satu hari, sangat hangat dan dinamis, dalam diskusi dan tukar pikiran banyak  diperoleh masukan serta saran dari peserta yang sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara guna mengembangkan program pendidikan konservasi di Cagar Biosfer Cibodas pada umunya, dan khususnya program pendidikan konservasi di TNGGP.

Dari seluruh materi paparan narasumber serta diskusi dalam workshop dapat dijadikan  bahan masukan dan saran, serta diperoleh resume workshop sebagai berikut :

1.      Disadari bahwa konsep pendidikan lingkungan masih menghadapi berbagai kendala pada tataran konseptual, pendekatan dan metodologi, serta ukuran kinerja yang dapat dipertanggungjawabkan (continues education, efisien, enhance commitment melalui persamaan persepsi).

2.      Kebijakan pendidikan lingkungan di Indonesia tidak terpisah dari bina cinta alam dan bina cinta lingkungan.

3.      Roh pendidikan konservasi pada dasarnya berakar pada masalah spiritual/agama yang harus dielaborasi pada tingkat keyakinan/keimanan, etika, pengetahuan, hingga tataran praktik.

4.      Untuk mewujudkan visi TNGGP menjadi Pusat Pendidikan Konservasi Kelas Dunia, kemasan program perlu dirumuskan dalam sebuah roadmap atau renana aksi jangka panjang yang diprioritaskan pada : (1) pengembangan infrastruktur. (2) penyiapan SDM yang kompeten, (3) pengembangan program secara kolaboratif.

5.      Untuk mengembangkan program pendidikan konservasi di TNGGP diperlukan pemetaan target group, permasalahan yang dihadapi oleh masing masing target group serta pengembangan pendekatan menurut karakteristik masalah yang dihadapi kelompok target group yang dapat dikelompokkan menjadi 4 kategori, yaitu preventif, persuasif, corrective dan kuratif.

6.      Program pendidikan konservsai di TNGGP harus dikembangkan sebagai bagian dari program pendidikan konservasi di Cagar Biosfer Cibodas. Dalam konteks ini, pendidikan konservasi merupakan jantung bagi Cagar Biosfer Cibodas yang pusatnya berada di TNGGP.

7.      Untuk mendukung pencapaian visi pendidikan konservasi dibutuhkan dukungan kebijakan kelembagaan dan pendanaan yang memadai. Pendekatan kemitraan publik – partikelir (public private partnership) dapat dikembangkan untuk mendukung eksistensi CoE pendidikan konservasi yang didasarkan pada konsep pembangunan yang tidak merusak fungsi fungsi ekosistem.  (teks oleh Sudjoko M dan Agus M;  Foto Dok. BBTNGGP)

Post a Comment

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit sed.

Follow us on