Socials

Image Alt

Blog

DIBALIK KISAH PENGUNJUNG TERSESAT DI RAWA GAYONGGONG-AIR TERJUN CIBEUREUM- TNGGP

Foto Kiri : Obig Penemu korban dan kanan Rian Sebagai Korban. Di foto pada Kamis jam 08.00 WIB

Pada hari Rabu tanggal 16 Juli 2014 sekitar jam 09.00 WIB, datang rombongan wisatawan untuk reservasi di Pondok Kerja Resort Mandalawangi – Cibodas Seksi PTN Wilayah I Cibodas Bidang PTN Wilayah I Cianjur sebanyak 12 orang dengan tujuan air terjun Cibeureum yang berasal dari Kampung Rambutan Jakarta.

Dari 12 orang pengunjung tersebut diantaranya terdapat yang bernama Rian (laki-laki 18 tahun) sesampainya di air terjun Cibeureum dan telah melakukan aktivitas wisatanya mereka masih penasaran untuk naik ke Air Panas yang berjarak 3 Km dari Air Terjun Cibeureum. Sebenarnya ketika sampai di Panyangcangan menuju ke Air panas, Rian sudah ada gejala berbeda dimana ditandai dengan suara yang kacau dan berat intonansinya, namun rombongan terus melanjutkan perjalanannya menuju ke air Panas, kira-kira jam 14.00 rombongan sampai ke Air Panas, kembali Rian menunjukan gejala-gejala aneh dengan memutar-mutar tubuh berulang-ulang dan intonansi berat diikuti kata-kata jorok dan kasar.

Selanjutnya rombongan turun kearah Cibodas dengan terpecah-pecah antara 3 sampai 4 orang, ketika anggota rombongan lain sudah sampai ke Pintu Masuk Mandalwangi, Rian belum turun dan anggota lainnya menugu hingga jam 17.00. Sampai jam 18.00 (Pas buka puasa) rian belum juga turun, sehingga petugas mulai membentuk tim pencari yang terbagi kedalam beberapa arah, antara lain Tim Telaga Biru, Rawa Gayonggong, Ciwalen dan tim lainnya sebagai pencari dan pengumpul data tentang korban.

Ada cerita dari Mang Ayi (Masyarakat Penjaga Toilet di Cibeureum), bahwa pada jam 17.00 WIB bertemu dengan yang diperkirakan korban bernama Rian di Rawa Gayonggong sedang kebingungan dan ditangannya memegang kayu serta rumput, oleh Mang Ayi diajak pulang turun, namun Rian menolak turun dengan alasan bahwa rumahnya memang disitu termasuk rumah neneknya, Mang Ayi mencoba menarik tangan Rian namun begitu licinnya sehingga Mang Ayi kewalahan dan turun menuju Pos Jaga Mandalawangi dengan tujuan meminta bantuan Pak Dudun (Petugas TNGGP), kemudian mereka berdua menuju ke Rawa Gayonggong, namun sampai dilokasi korban sudah tidak tampak lagi. Mengingat tak ditemukan maka pencarian terus dilakukan sampai jam 24.00 WIB, namun korban belum ditemukan juga.

Pada tanggal 17 Juli 2014 mulai jam 04.00 WIB (Sahur) pencarian dilanjutkan dengan regu gabungan dari petugas TNGGP, Tim SAR, Volunteer dan Masyarakat Rarahan. Jam 06.00 WIB korban ditemukan dalam keadaan bingung di tengah-tengah gelagah Rawa Gayonggong oleh Obig (Masyarakat kampong Rarahan), Rian masih tetap menolak diajak turun dan merasa nyaman disitu serta akan melanjutkan perjalanan ke Gunung Masigit (Terletak antara Puncak Gede dan Pangrango). Korban bercerita kepada Obig bahwa dia sudah makan Mie yang dia beli di warung sekitar (padahal ditempat tersebut tidak ada warung.red). Obig dengan segala kemampuannya memaksa Rian untuk turun dan dibawa ke Kantor Balai Besar TNGGP untuk dimintai keterangan dan di BAP. (Doy-2014)

Post a Comment

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit sed.

Follow us on