Socials

Image Alt

Blog

KANCIL PUN LINCAH BERAKTIFITAS

KELOMPOK PECINTA ALAM CILIK DARI SD NEGERI  CIMACAN I CIPANAS CIANUR

Selamat !, Untuk SDN Cimacan I

Meskipun telah dimulai sejak tahun 1980-an,  namun pembinaan para pelajar di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) lebih intensif mulai tahun 90-an, dengan dimulainya program Perkemahan Konservasi serta melanjutkan dan mengembangkan program School Visit dan program Visit to School.  Dipenghujung tahun 90-an muncul program sekolah binaan untuk sekolah dasar dan sekolah lanjutan tingkat pertama.  Satu diantara 15 SD  yang menjadi sekolah binaan adalah SDN Cimacan I Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur.

SD Negeri Cimacan I menjadi sekolah binaan Balai Besar TNGGP mulai awal tahun 2000-an.  Setelah sekian lama menjadi sekolah binaan dengan berbagai aktipitas  di dunia pelestarian lingkungan hidup, maka atas inisiatif Ibu Susiana, S.Pd dan kawan-kawan,  kegiatan yang telah berjalan ini lebih diintensifkan, antara lain dengan membentuk organisasi pencinta alam dengan nama KANCIL (Kader Anak Cinta Alam Lingkungan) yang pertamakali dibentuk tahun 2011.  Pada saat ini organisasi KANCIL yang sudah memasuki angkatan ke-3, beranggotakan siswa-siswi SDN Cimacan I sebanyak 40  orang  yang terdiri dari murid kelas  lima dan enam.

Dengan dipimpin kepala sekolahnya Ibu Susiana, S.Pd., semua anggota dewan guru bersemangat tinggi untuk melanjutkan dan mengembangkan program pendidikan cinta konservasi alam dan lingkungan.  Sudah banyak kegiatan yang dilakukan oleh kelompok KANCIL, yang pada dasarnya bertujuan sebagai pembelajaran dan pelatihan untuk menyelamatkan lingkungan hidup.  Seperti penanaman dan pemeliharaan pepohonan di taman sekolah, penanganan masalah sampah,  hemat sumber daya, kebersihan lingkungan,dan lain-lain.

Kancil yang Semakin Lincah

Dengan berpegang pada prinsif  3 M nya Aa Gym (mulai dari diri kita sendiri, mulai sekarang dan mulai dari hal yang kecil), maka kegiatan KANCIL dimulai dari pemeliharaan taman sekolah, baik kebersihan, kesuburan tanaman (pemupukan), penyiraman dan pemeliharan hidupan liar lainnya di sekitar pohon seperti sarang burung, serangga, dan lain-lain.

Disamping memelihara tumbuhan yang ada, ditanam pula berbagai jenis pepohonan, dengan maksud untuk membuat halaman sekolah lebih nyaman dan untuk membantu menambah kapasitas paru-paru dunia.  Pada saat ini halaman sekolah sudah dibuat taman yang nyaman, indah dan teduh oleh pepohanan; Penanaman dan pemeliharaan taman sekolah ini dimotori kelompok KANCIL. Disamping itu masing-masing pelajar telah menanam pohon atau tumbuhan di rumahnya masing-masing.

Perlakuan terhadap masalah sampah dimulai dari pendisiplinan diri untuk membiasakan membuang sampah pada tempatnya, paling tidak dilingkungan sekolah.  Langkah selanjutnya yang telah dilakukan adalah pembelajaran dan pelatihan pemilahan sampah organic dan non-organik;  Sampah organic diolah di-recycle menjadi kompos;  Sampah non organic yang masih memungkinakan di reuse, antara lain dengan membuat kerajinan tangan dengan bahan dari sampah (limbah).  Program ketiga adalah pembiasaan me-reduce sampah,  dengan membiasakan penggunaan satu kantong plastic untuk beberapa kali membungkus bekal;  Memilih makanan/jajanan yang hemat pembungkus, dan lain-lain.

Ternyata tidak hanya berjuang di lahan pepohonan dan sampah saja,  para pelajar SD Negeri Cimacan I ini pun melatih diri untuk membiasakan hemat energi, antara lain dengan saling mengingatkan agar mematikan lampu listrik yang tidak dipakai,  menutup kran air bila selesai berbersih, hemat dalam penggunaan kertas dan lain-lain.  Mereka berusaha saling mengingatkan dengan motor utama kelompok KANCIL.

Kancilpun Perlu Makan dan Spirit

Untuk mengembangkan kegiatan Kacil,  pihak Pembina masih menghadapi berbagai kendala, seperti adanya mutasi guru, pendanaan, dan masih lemahnya partisifasi orang tua.  Dengan adanya mutasi guru, maka program yang sudah berjalan biasanya rada tersendat berhubung ada perbedaan wawasan dan beda kebiasaan antara individu guru.   Dengan demikian dibutuhkan waktu untuk proses adaptasi.  Namun dengan pembuatan program atau rencana kerja yang jelas secara tertulis, biasanya adaptasi bisa berjalan dengan cepat,  sehinga tidak terjadi stagnant dalam pelaksanaan kegiatan.

Kendala utama untuk mengembangkan kegiatan konservasi lingkungan hidup di SD Negeri Cimacan I  adalah dalam hal pendanaan.  Dana yang tersedia dari anggaran yang ada ternyata belum memadai untuk pengembangan kegiatan seperti yang diharapkan,   untuk itu perlu dicari upaya penggalangan dana agar kelompok pecinta alam ini bisa lebih berkembang.

Sehubungan keberadaan para pelajar di lingkungan sekolah sangatlah terbatas, maka untuk bisa lebih efektifnya pembelajaran dan pelatihan konservasi lingkungan hidup ini,  perlu ada peran aktif dari orang tua murid.  Misalnya dalam hal pendisiplinan buang sampah,   bila disekolah anak-anak dibiasakan buang sampah pada tempatnya, namun bila orang tua dirumah terbiasa buang sampah seenaknya atau buang sampah ke sungai, kurang nyambung jadinya.

Betul kata orang bahwa agar bisa bertambah gede dan lincah, kancilpun perlu makan dan spirit;  So, siapa yang bisa bantu ?

Menunggu Kancil-kancil Dari Bidang Lainnya

Bila di sekolah dasar terbentuk KANCIL, maka harapannya di tingkat SLTP akan terbentuk KIJANG dan di tingkat SLTA dibentuk BANTENG, diperguruan tinggi mungkin bisa dibentuk BADAK.  Inilah satu diantara out come yang diharapkan dari pendidikan konservasi yang dilaksanakan  BB TNGGP sejak dekade 1990-an, bahwa para alumni kemah konservasi selain jadi kader konservasi yang aktif, juga bisa membentuk kelompok pecinta alam di sekolahnya masing-masing.

Pada tahun 90-an telah terbentuk persatuan pecinta alam tingkat BANTENG (SLTA)  se Kabupaten Cianjur;  Di Bodogol (Bogor) muncul kelompok pecinta alam (volunteer Eagle) yang didirikan alumnus  Perkemahan Konservasi tahun 90-an.  Bagaimana dengan tingkat KIJANG (SLTP) ?

Kita tunggu intensifitas kegiatan PEH dalam memotivasi dan memfasilitasi pembentukan dan pembinaan kelompok-kelompok pecinta alam.  Kita ucapkan selamat pada Bidang Cianjur yang telah mempunyai kelompok KANCIL, yang mudah-mudahan bisa menumbuhkan kancil-kancil yang lain. (Oleh : Agus M, Didin S dan Dadang I)

Post a Comment

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit sed.

Follow us on