Socials

Image Alt

Maret 2015

Wooow... indah bangeeet...... Sepenggal kalimat itulah yang tercetus dari salah satu rombongan alumni Tarakanita 1985 Jakarta (tarQ 1985) yang berkunjung ke TNGGP. Rombongan dengan jumlah 22 orang wanita “hebat” saat ini berprofesi beragam dengan mayoritas Dokter dan lainnya. Namun dalam moment temu kangen ini semua Uniform ditanggalkan demi satu kata “kebersamaan” dalam temu kangen di Cibodas yang diinisiari oleh 2 anggotanya yaitu ibu Indra dan Ibu ayu.

Press release BBTNGGP

Berkenaan dengan beredarnya berita bahwa Gunung Gede mengeluarkan abu vulkanik (http://pojoksatu.id/pojok-news/nusantara/2015/03/09/abu-vulkanik-selimuti-cianjur/) pada hari Senin tanggal 9 Maret 2015 dan “Gunung Gede 4 kali Batuk ” di media harian Radar Cianjur pada hari Selasa tanggal 10 Maret 2015, bersama ini kami menyatakan bahwa berita tersebut TIDAK BENAR. Berdasarkan pemantauan

ultah

“ Sejauh ini kejadian yang paling menarik selama kunjungan saya ke Jawa adalah perjalanan ke puncak gunung Gede dan Pangrango……..” (Alfred Russel Wallace, 1861) “Pengalaman pertamaku dengan hutan tropis berupa sensasi keadaan yang tidak terganggu. Disana aku berdiri, di hutan Cibodas, Jawa Barat...” (Marius Jacobs, 1879) Demikian penggalan kata yang diucapkan oleh para peneliti botani dari Barat. Sebagai kawasan konservasi, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) memang sudah dikenal secara internasional sejak jaman dahulu kala, saat para pengembara barat (para peneliti botani Belanda) mampir di kawasan ini. Secara nasional, kawasan konservasi di kompleks Gunung Gede Pangrango mempunyai arti penting dalam sejarah konservasi dan penelitian botani, karena wilayah ini merupakan kawasan konservasi yang pertama di Indonesia ditetapkan sebagai Cagar Alam Cibodas, pada tahun 1889.

oleh Ardi Andono Peristiwa terjadinya banjir bandang dan longsor di pertemuan anak sungai antara anak sungai Ciguntur dan anak sungai Ciguntur Leutik pada tanggal 17 Desember 2012 telah menyebabkan adanya korban dan kerugian materi baik hancurnya perumahan maupun jembatan yang berada disepanjang sungai Ciguntur. Taman Nasional Gunung Gede Pangrango melakukan analisa sebagai berikut:

PELANTIKAN KEPALA RESORT BALAI  BESAR TAMAN NASIONAL  GUNUNG GEDE PANGRANGO “Pelantikan yang saya lakukan terhadap para Kepala Resort ini, bukanlah suatu fenomena birokrasi yang luar biasa, tetapi merupakan suatu kewajaran yang mutlak harus dilakukan dalam sebuah sistem birokrasi”.  Demikian penggalan sambutan Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango pada acara pelantikan Kepala Resort PTN lingkup Balai Besar  Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang diselenggarakan pada hari Senin tanggal 23 Februari 2015 di kantor Balai Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango  Cibodas Cipanas Cianjur.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit sed.

Follow us on