Socials

Image Alt

Blog

Sarongge Kedatangan Tamu dari Kapuas Hulu

Kampung Sarongge, Desa Ciputri, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur kembali dikunjungi rombongan dari Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kamis, 22 Agustus 2019). Kunjungan yang dipimpin Wakil Bupati Kapuas Hulu Antonius L. Ain Pamero ini, dilaksanakan dalam rangka studi pengelolaan cagar biosfer. Sehubungan pada tahun 2018 Unesco telah menetapkan Cagar Biosfer Betung Kerihun Danau Sentarum Kapuas Hulu sebagai cagar biosfer ke-18 di Nusantara ini.

Dalam konsep cagar biosfer, Kampung Sarongge yang letaknya berbatasan dengan kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, masuk sebagai zona penyangga sementara TNGGP merupakan areal inti (core area) nya.

Sebagaimana disampaikan Wakil Bupati Kapuas Hulu dalam sambutannya, bahwa kunjungan ini sebagai studi untuk melihat dan merasakan secara langsung program-program pengelolaan Cagar Biosfer Cibodas (CBC) yang selama ini sudah berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Beliau juga mengatakan bahwa penentuan lokasi studi banding ini cukup relevan mengingat CBC merupakan cagar biosfer tertua di Indonesia yang ditetapkan sejak tahun 1977.

Dalam kunjungan ini, Wakil Bupati Kapuas Hulu didampingi oleh Kepala Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum, GIZ Forcliem, Anggota DPRD Kapuas Hulu, Bappeda Kapuas Hulu, UPTD, perwakilan beberapa Camat Kabupaten Kapuas Hulu dan masyarakat lokal.

Acara kunjungan ke Sarongge ini dimulai dengan sambutan Wakil Bupati Kapuas Hulu, sambutan dari GIZ Forclime yang disampaikan oleh Wandojo Siswanto, sambutan ketiga disampaikan Arief Mahmud (Kepala Balai Besar Taman Nasional Bentung Karihun Danau Sentarum), sambutan terakhir disampaikan V. Diah Qurani Kristina (Kepala Bidang PTN Wilayah I Cianjur) mewakili Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Selanjutnya, untuk melihat lebih dalam program-program CBC dihadirkan para pelaku usaha yang terlibat program cagar biosfer. Kang Jae (ketua Kelompok Tani Mandiri) dan Teh Entin (pemilik home industri sabun sirih), Ceu Wiwik (pengelola Saung Sarongge dan home stay), serta Mas Dadan Karyo (Komunitas Radio Edelweiss), dengan bangga menyampaikan pengalamannya dalam pensuksesan program-program kegiatan CBC.

Pada acara berbagi pendapat ini diketahui bahwa sampai saat ini, produk usaha ekonomi di Kampung Sarongge sudah mulai ada yang mendapat sertifikat/ branding dari CBC sebagai produk ramah lingkungan yaitu sayuran organik (Kelompok Tani Mandiri) dan home industry sabun sirih. Selesai acara berbagi pengalaman, dilanjut dengan kunjungan ke lokasi usaha, seperti lokasi pertanian sayur organik dan proses pengolahannya, usaha ternak kambing, dan beberapa home stay dan Komunitas Radio Edelweiss.

Teks : Asep Hasbilah

Post a Comment

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit sed.

Follow us on