Socials

Image Alt

Blog

Seminar DUPAK Jabatan Fungsional

Cibodas, 5 Maret 2020. Seminar Daftar Usulan Pengajuan Angka Kredit (DUPAK) Jabatan Fungsional, sepertinya baru ada di Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang melaksanakan kegiatan ini. Untuk apa dilaksanakan seminar ini? Seperti yang dijelaskan Wahju Rudianto, Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, “Seminar DUPAK Jabatan Fungsional merupakan kegiatan permulaan untuk meningkatkan nilai kemanfaatan pelaksanaan kegiatan jabatan fungsional tertentu di lingkup Balai Besar TNGGP. Baik Pengendali Ekosistem Hutan (PEH), Polisi Kehutan (Polhut), dan Penyuluh Kehutanan”.

Lebih lanjut Wahju Rudianto menjelaskan bahwa tujuan seminar ini adalah:

  1. Apa yang disusun dalam DUPAK dapat bermanfaat bagi organisasi karena mempunyai nilai karya tinggi dan saat ini kurang dimanfaatkan, banyak karya yang baik namun hanya tertuang dalam DUPAK belum diaplikasikan untuk kepentingan organisasi.
  2. Apa yang disusun dalam Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) dan Rencana Kerja Personal (RKP) harus sesuai dengan apa yang dilaksanakan. DUPAK harus merujuk perencanaan jangan sampai terbalik.
  3. Memberikan manfaat yang lebih untuk teman-teman pejabat fungsional tertentu (tambahan nilai angka kredit sebagai penyaji, moderator, dan peserta).

Pada kesempatan ini Wahju Rudianto juga berpesan agar seminar ini jangan sampai menjadikan suatu hal yang menakutkan, menghambat, atau mengada-ada. Namun agar dapat tercapai tujuan seperti yang sudah dijelaskan dan dapat dilaksanakan secara periodik. Notulensi sebagai bahan tindak lanjut pengelolaan TNGGP harus selalu dibuat.

Dalam acara seminar yang diikuti oleh 26 peserta ini tampil empat pemrasaran yang berasal dari jabatan fungsional Polisi Kehutanan: Sobirin Yuliawan (Resort Sarongge – Bidang PTN Wilayah I Cianjur), Ade Frima Nurcahya Intan (Resort Bodogol – Bidang PTN Wilayah III Bogor), Tarya Nuryahya (Resort Cisarua – Bidang PTN Wilayah III Bogor), dan Anne Santina (Seksi II Gedeh – Bidang PTN Wilayah I Cianjur). Setiap penyaji dipandu moderator: Febriyani, Ayi Rustiadi, dan Woro Hindrayani yang juga merupakan pejabat fungsional tertentu (Penyuluh Kehutanan dan Pengendali Ekosistem Hutan). Dan Kepala Bidang Teknis Konservasi bersama Kepala Seksi Perencanaan, Perlindungan dan Pengawetan (P3) – Bidang Teknis Konservasi selaku tim pembahas.

Meskipun idealnya setiap pemrasaran memaparkan untuk pengajuan satu periode (semester) DUPAK, namun pada seminar kali ini masih ada yang memaparkan bahan DUPAK untuk tiga priode. Sebenarnya penumpukan DUPAK sampai beberapa semester ini memberatkan yang bersangkutan, terutama dalam pengumpulan fortofolio disamping ada kumungkinan kegiatan yang terlupakan. Dengan adanya seminar seperti ini juga dengan sendirinya akan terkontrol anggota fungsional yang bermalas-malasan dalam pembuatan DUPAK.

Karena seminar ini pertama dilaksanakan, awalnya peserta mengiranya seperti sidang. Namun jauh dari dugaan, semua dibawa asik dan alur seminar ini santai sesekali diselingi gelak tawa namun yang penting tujuan dapat tercapai. Hampir seluruh peserta aktif mengajukan pertanyaan, saran, maupun perbaikan. Bukan pertanyaan bersifat menguji namun sebagai bahan diskusi untuk pembelajaran bersama ke arah yang lebih baik. Seperti saran dari Mohamad Arif Junaidi, Kepala Unit Polisi Kehutanan Bidang PTN Wilayah I Cianjur, “Setiap pengajuan DUPAK jangan sampai berkas-berkasnya ada yang terlewatkan. Dan perlu memperhatikan aspek logis dan kewajaran, antara jumlah jam kerja dengan kuantitas pelaksanaan kegiatan harus seimbang.”

Budi Riana salah satu Pengendali Ekosistem Hutan di TNGGP memberikan masukan, “Dalam setiap kegiatan ada capaian atau output terukur berupa data atau informasi yang disampaikan secara tertulis sehingga dapat dimanfaatkan dalam pengelolaan TNGGP dan tentunya data real, logis, dan wajar.”

Saran lain juga muncul dari Asep Hasbilah yang juga sebagai Pengendali Ekosistem Hutan, menyarankan perlu ada kesepakatan bersama terkait tujuan kegiatan ini yaitu adanya output sebagai kemanfaatan untuk masukan kepada institusi. Minimalnya ada outline sebagai acuan teman-teman sehingga ada keseragaman format dalam menyampaikan paparan.

Dari seminar ini terungkap juga permasalahan yang perlu segera diatasi yaitu beberapa pejabat fungsional tertentu selain melaksanakan fungsi dan tugasnya sebagai fungsional juga mendapat amanah tugas tambahan karena keperluan institusi. Seperti Anne Santina, Polisi Kehutanan juga sebagai salah satu pengelola keuangan di Bidang PTN Wilayah I Cianjur. Namun kondisi ini tidak mematahkan semangat yang bersangkutan untuk tetap melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai pejabat fungsional Polisi Kehutanan.

Aden Mahyar Burhanuddin, Kepala Seksi Perencanaan, Perlindungan dan Pengawetan yang juga dalam acara ini berkapasitas sebagai pembahas, menyampaikan hal-hal yang perlu diperhatikan oleh seluruh pejabat fungsional tertentu, diantaranya: 1) aspek kemanfaatan harus diperhatikan dan output capaian terukur, misal dalam kegiatan pengamanan berapa luasan yang dapat terpantau?; 2) aspek kelogisan, setiap pengusulan antara jumlah jam kerja dengan kuantitas pelaksanaan kegiatan harus seimbang; 3) dalam pengajuan DUPAK ada beberapa kegiatan yang tidak dinilai itu karena lampiran portofolio yang tidak sesuai dengan Petunjuk Teknis Penilaian DUPAK atau dari aspek kelogisan dan kewajaran yang tidak sesuai; dan 4) seminar menjadi kebanggaan teman-teman pejabat fugsional tertentu dan jangan sampai menjadi penghambat, namun perlihatkan hasil karya teman-teman dari lapangan dalam forum seminar ini.

Sebagai penutup acara Buana Darmansyah, Kepala Bidang Teknis Konservasi memberikan ulasan. Dari seminar ini banyak pelajaran yang didapat, bagi yang sudah menyusun dan yang sedang menyusun apabila ada hal-hal yang kurang dapat segera diperbaiki. Maupun yang belum menyusun semoga menjadi pemicu dapat menyusun DUPAK tepat waktu. Kami mengapresiasi kepada seluruh pejabat fungsional tertentu dan apalagi dengan adanya kegiatan Seminar DUPAK Jabatan Fungsional. Sukses untuk kita semua….

Sumber: Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit sed.

Follow us on