Socials

Image Alt

Blog

Pelajari Pengelolaan Wisata Alam, Pemerintah Kabupaten Sintang dan DPRD Sintang Kunjungi Resort PTN Situgunung, BBTNGGP

Dalam rangka pengembangan sektor pariwisata serta mempelajari pengelolaan wisata alam, Pemerintah Kabupaten Sintang dan DPRD Sintang, melakukan kunjungan kerja ke Resort PTN Situgunung, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP). Pada kunjungan dan sharing informasi kali ini, ketua DPRD dan rombongaan diterima langsung oleh Plt. Kepala Balai Besar TNGGP, Wasja, SH. beserta pejabat Eselon 3 dan 4 Balai Besar TNGGP di Tourist Information Center (TIC) Situgunung.
Menurut Ketua DPRD Sintang, Florensius Ronny, kunjungan kali ini bertujuan untuk belajar lebih banyak tentang pengelolaan wisata alam yang ada di Resort PTN Situgunung, untuk bisa diaplikasikan dalam pengembangan wisata di Kabupaten Sintang. Kabupaten Sintang memiliki banyak potensi wisata alam, dan DPRD sangat mendukung untuk pengembangan wisata alam di Sintang. Hadir dalam kunjungan kerja kali ini yaitu Sekretaris Bappeda dan Kepala Dinas lingkungan Hidup Kabupaten Sintang.

Pemerintah Kabupaten Sintang berharap bisa belajar terkait regulasi dalam pengelolaan wisata alam yang telah dilakukan oleh BBTNGGP. “Tujuan kami datang ke TNGGP adalah dalam rangka belajar pengelolaan dan pengembangan pariwisata bersama masyarakat. Dimana pengelolaan wisata yang dilakukan itu dapat memberikan multiplayer effect tidak hanya bagi BBTNGGP namun juga bagi masyarakat sekitar kawasan dan berdampak pula pada PAD Kabupaten Sukabumi ,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kab. Sintang Edi Armaini.
Kepala Balai KSDA Kalimantan Barat, Sadtata Noor Adirahmanta, S.Hut., M.T yang turut hadir dalam rombongan, menyampaikan bahwa kawasan di BKSDA Kalimantan Barat memiliki potensi wisata alam yang sangat potensial untuk dikembangkan, seperti yang terlihat dalam tayangan video yang ditampilkan pada kunjungan kerja kali ini. Diharapkan kedepannya BKSDA Kalimantan Barat dan Pemerintah Kabupaten Sintang bisa berkolaborasi dalam pengelolaan wisata alam, seperti yang telah diterapkan di BBTNGGP.

PT. Fontis Aquam Vivam selaku pemegang Ijin Usaha Penyedia Sarana Wisata Alam (IUPSWA) dan Situgunung Camp selaku pemegang Ijin Usaha Penyedia Jasa Wisata Alam (IUPJWA) berbagi pengalaman bagaimana mereka mencoba merangkul berbagai pihak mulai dari masyarakat hingga pemerintah daerah agar dapat melakukan pengelolaan wisata bersama-sama secara berkesinambungan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan dan pada akhirnya berimbas pada peningkatan pendapatan asli daerah.

Kementerian KLHK menyambut baik pengembangan wisata alam yang ada di kawasan Taman Nasional. Dengan potensi-potensi wisata yang ada, Kabupaten Sintang sangat potensial dan menjual untuk dikembangkan. Pembangungan Glamping (Glamour Camping) atau sarana wisata lain yang dibangun akan menarik wisatawan untuk berkunjung. Saat pandemi seperti ini, wisata tidak sekedar dianggap keinginan, melainkan kebutuhan. Salah satu contoh wisata glamping yang dikelola oleh PT. Fontis Aquam Vivam, selama ini selalu banyak dikunjungi. “Pada akhir pekan atau liburan biasanya sudah full booked terutama untuk glamping yang exclusive yang menghadirkan pemandangan alam terbaik” ucap Direktur PT. Fontis Aquam Vivam.

Plt. Kepala Balai Besar TNGGP, Wasja, SH, menyampaikan bahwa adanya kerjasama pengembangan wisata alam oleh PT. Fontis Aquam Vivam sangat berpengaruh terhadap peningkatan ekonomi masyarakat sekitar. Masyarakat sekitar kawasan saat ini ikut menjadi pelaku wisata seperti sebagai penyedia ojek wisata, penyedia makanan dan minuman, dan sebagai pemandu. Selain itu juga terdapat peningkatan PNBP yang signifikan. Hal ini dapat sekaligus mengintegrasikan pembangunan antara Pemerintah Daerah dengan Pengelola melalui Forum Cagar Biosfer Cibodas.

Usai sesi diskusi dan berbagi informasi, Ketua DPRD Sintang dan rombongan diajak untuk mengunjungi lokasi IUPSWA PT. Fontis Aquam Vivam di kawasan Resort PTN Situgunung. Tim beserta rombongan berkesempatan mencoba sensasi Situgunung Suspension Bridge dan fasilitas wisata lainnya yang ada di lokasi IUPSWA tersebut. Setelah kunjungan ini pihak DPRD Sintang berencana langsung mengadakan rapat kerja bersama pemerintah kabupaten dan akan menjadikan pengelolaan wisata di TNGGP sebagai role model pengelolaan wisata di Kabupaten Sintang.

Teks : Febriyani, S.Hut. – Penyuluh Kehutanan Muda dan Yusnita Dewi – Pengolah Data

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit sed.

Follow us on