Image Alt

Blog

OPERASI BERSIH GUNUNG GEDE PANGRANGO BERSAMA MITRA DAN MASYARAKAT

Operasi Bersih (Opsih) Gunung, sudah menjadi agenda rutin Balai Besar TNGGP khususnya di Bidang PTN Wilayah I Cianjur. Opsih kali ini dilaksanakan mulai tanggal 28-30 Januari 2022, menjelang dibukanya pendakian Gunung Gede Pangrango untuk umum, setelah ditutup selama 1 (satu) bulan sejak tanggal 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Januari 2022 dalam rangka Pemulihan Ekosistem. Rute Opsih yang dilaksanakan yaitu jalur pendakian Gunung Putri dan Cibodas, yaitu:

  1. Pintu Masuk Cibodas, denga rute: Panyancangan – Air Panas – Kandang Badak – Puncak Gunung Pangrango
  2. Pintu Masuk Gunung Putri, dengan rute: Pos 1 – Legok leunca – Buntut Lutung – Simpang Maleber – Alun Alun Surya Kencana – Alun Alun Timur – Alun Alun Barat – Puncak Gede.
    Kegiatan ini didukung oleh mitra BBTNGGP, antara lain Volunteer (Montana dan GPO) Masyarakat Mitra Polhut (MMP), komunitas pencinta alam, pelajar, Pemegang Izin Usaha Penyediaan Jasa Wisata Alam (IUPJWA) dan masyarakat sekitar pintu masuk pendakian dengan jumlah total peserta sebanyak 300 orang. Peserta terbagi pada 2 (dua) jalur, yaitu Jalur Gunung Putri sebanyak 150 orang dan Jalur Cibodas sebanyak 150 orang. Pelaksanaan opsih dengan para pihak ini bertujuan mengajak dan meningkatkan kepedulian serta partisipasi masyarakat terhadap upaya pelestarian TNGGP dengan cara membersihkan sampah pada jalur pendakian dan di beberapa titik yang ditinggalkan oleh pendaki yang belum sepenuhnya sadar betapa pentingnya menjaga lingkungan agar tetap bersih.
    Tim Opsih Gunung dilepas secara simbolis oleh Plt. Kepala Balai Besar TNGGP di Kantor BBTNGGP , Cibodas pada Jumat, 28 Januari 2022. Beliau berpesan dalam sambutannya, mengajak mitra yang terlibat dalam Opsih Gunung sebagai perpanjangan tangan dari BBTNGGP dalam mensosialisasikan Peduli Bersih Gunung kepada masyarakat yang lebih luas lagi, serta mempromosikan kepada seluruh pendaki di Indonesia untuk menjadi “Pendaki Cerdas” agar dapat meningkatkan kepedulian lingkungan dan patuh terhadap peraturan yang berlaku.

Meskipun dengan kondisi cuaca yang hujan dan angin kencang, hal ini tidak menyurutkan tekad Tim Opsih Gunung untuk menurunkan sampah sebanyak 722 kg, dengan rincian 424,62 kg sampah yang berasal dari jalur pendakian Gunung Putri dan 298,2 kg sampah yang berasal dari jalur pendakian Cibodas. Berdasarkan hasil pemilahan jumlah sampah dari kedua jalur pendakian tersebut yaitu:

  1. Botol air mineral (air mineral dalam kemasan) sebanyak 311,88 kg;
  2. B3 (Botol Kaca) sebanyak 70,26 kg;
  3. Sampah plastic sebanyak 190,56 kg; dan
  4. Sampah lain-lain sebanyak 50,04 kg.

BBTNGGP dalam pengelolaan pendakian sudah melakukan langkah-langkah untuk mengatasi masalah sampah yaitu melalui penyuluhan oleh petugas pada pintu masuk pendakian, pemeriksaan, dan pendataan barang bawaan pendaki termasuk barang bawaan yang menghasilkan sampah, serta pemasangan papan peringatan. BBTNGGP juga akan terus mensosialisasikan dan mengajak para pendaki untuk menjadi “Pendaki Cerdas”, yaitu pendaki yang peduli diri, peduli kawan, dan peduli lingkungan.

Teks dan Dokumentasi: Tim Publikasi BBTNGGP

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit sed.

Follow us on