PEMKAB GORONTALO BELAJAR PENGEOLAAN KAWASAN KE TNGGP
Selasa (24/05/2022), Pemerintah Kabupaten Gorontalo melakukan studi tiru ke TNGGP. Disambut langsung oleh Plt. Kepala Balai Besar TNGGP, Wasja, S.H., kegiatan ini merupakan rangkaian dalam rangka persiapan pengelolaan Taman Hutan Raya yang sebelumnya merupakan Hutan Produksi Terbatas (HPT).
Tim Pemkab yang diketuai oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta beberapa personil lainnya yaitu Prof. Dr. Dedy Darnaedi (Tenaga Ahli Bidang Kehati), Stafsus Bupati Bidang Lingkungan Hidup, Bagia Hukum, Camat Asparaga, Kepala Desa Bontula, Kepala Desa Karya Baru, Kepala Desa Bihe, Kepala Desa Pangahu, dan perwakilan dari Yayasan Adudu International (YANI).

Plt. Kepala Balai Besar menyampaikan penjelasan umum terkait kawasan dan pengelolaan TNGGP. Mulai dari sejarah, zonasi, potensi sumberdaya alam, sumberdaya manusia yang dimiliki, dan mekanisme izin pengusahaan wisata. Salah satu yang menjadi bahasan menarik yaitu alur pemberdayaan masyarakat, mulai dari pembentukan kelompok hingga terbitnya dokumen perjanjian kerjasama.

Yang tidak kalah menarik adalah paparan dari Kelompok Tani Hutan (KTH) Hejo Cipruk, yang secara khusus diundang untung berbagi kisah sukses sebagai masyrakat desa penyangga TNGGP. KTH Hejo Cipruk merupakan salah satu kelompok binaan BBTNGGP yang telah mendapatkan penghargaan nasional dan beberapa bantuan dari berbagai mitra.

Melalui materi-materi yang disampaikan, Pemda Gorontalo berharap dapat menerapkan metode ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) dari pengelolaan yang ada di TNGGP. Semboyan “Leuweung Hejo, Masyarakat Ngejo” yang kerap kali disampaikan, dapat menjadi motivasi untuk melakukan pemberdayaan di sekitar Tahura nantinya.
Teks : Sisca Widiya Afiyanti – Penyuluh Kehutanan
Dok : Tim Publikasi – BBTNGGP