Socials

Image Alt

Blog

PRESS RELEASE: SOSIALISASI PROGRAM PENDIDIKAN KONSERVASI ELANG JAWA (Nisaetus bartelsi)




SIARAN PERS
Nomor: PG. 02/BBTNGGP/Tek.3/5/2022

SOSIALISASI PROGRAM PENDIDIKAN KONSERVASI ELANG JAWA
(Nisaetus bartelsi)

Sukabumi, Jumat (27/05/2022). Elang Jawa (Nisaetus bartelsi), satu dari empat jenis elang yang ada di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Jenis elang lain yaitu Elang Brontok (Nisaetus cirrhatus), Elang Ular Bido (Spilornis cheela), dan Elang Hitam (Ictinaetus malayensis) dengan keberadaan di alam masih relatif terjaga. Kondisi alam TNGGP secara umum cukup mendukung kehidupan elang pada habitat aslinya, dengan bentang alam yang sesuai (lembah tempat berburu, bukit, pohon yang tinggi tempat mengincar mangsa, kelimpahan pakan serta aktivitas manusia yang masih tergolong tidak terlalu tinggi). Terlebih dengan terus dilakukan upaya restorasi pada kawasan yang terdegradasi (eks hutan produksi yang beralih fungsi menjadi kawasan konservasi). Kondisi ekosistem di TNGGP diharapkan dapat kian mendukung kehidupan berbagai satwa.

Keberadaan Pusat Pendidikan Konservasi Elang Jawa Cimungkad dibangun pada tahun 2020 melalui sumber dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan beberapa pertimbangan, yaitu:

  1. Sejarah, dimana terdapat beberapa peninggalan Keluarga Bartels sebagai penemu elang jawa (Nisaetus bartelsi) berupa makam dan tapak rumah tinggal yang saat ini difungsikan menjadi museum;
  2. Upaya-upaya pelestarian elang jawa sebagai penguatan fungsi pengelolaan taman nasional, khususnya tentang konservasi elang jawa, yang terintegrasi dengan pelayanan kepada pengunjung terutama wisatawan minat khusus, sehingga memberikan kesan tersendiri ketika berwisata ke Cimungkad.
  3. Sarana edukasi bagi masyarakat bagi keberadaan, proses penyelamatan serta rehabilitasi satwa elang jawa, yang diupayakan terus terintegrasi dengan beberapa pihak pengelola seperti Pusat Suaka Satwa Elang Jawa (PSSEJ) TNGHS di Loji, Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK) BBKSDA Jawa Barat, Taman Safari Indonesia (TSI), dll.

Kegiatan Sosialisasi Program Konservasi Elang Jawa di Pusat Pendidikan Konservasi Elang Jawa Cimungkad ini dapat terlaksana atas kerja sama TSI, PT. Smelting, Filantra, dan BBTNGGP yang bertujuan untuk memperkenalkan pentingnya kegiatan konservasi elang jawa dan habitatnya kepada generasi muda, sehingga dapat menumbuhkan rasa cinta, bangga, dan peduli terhadap pelestarian elang jawa secara berkelanjutan.

Sejak tahun 2018 TSI yang merupakan Lembaga Konservasi (LK), bekerja sama dengan PT. Smelting serta dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk melaksanakan program pengembangbiakan elang jawa secara ex-situ. Saat ini TSI memiliki elang jawa sebanyak 14 individu yang berasal dari 3 pasang indukan dan berhasil mengembangbiakan anakan sebanyak 8 individu. Dari anakan hasil breeding ini, sebagian sudah dipersiapkan sebagai kandidat program pelepasliaran sebagai upaya mendukung pelestarian berkelanjutan spesies tersebut.

PT. Smelting sendiri merupakan perusahaan yang beroperasi di Gresik, Jawa Timur. PT. Smelting memiliki komitmen melakukan pengabdian masyarakat dan lingkungan tidak hanya di Jawa Timur namun di seluruh Indonesia. Hal ini sesuai dengan filosofi perusahaan yaitu untuk setiap orang, masyarakat, dan bumi. Pada implentasinya PT. Smelting melakukan pemberdayaan masyarakat di sekitar Pusat Pendidikan Konservasi Elang Jawa di Desa Cikahuripan dan Desa Muara Dua untuk dapat menjadi Desa Wisata, dengan mengusung tema “Balik Ka Bumi” yang secara simbolis saat itu dibuka oleh Bupati Sukabumi pada tanggal 14 Desember 2019, selama kurun waktu itu tersebut PT. Smelting telah melakukan banyak kegiatan training untuk pengembangan soft skill pemuda setempat dan pemberian bantuan seperti pembekalan pendidikan konservasi, pelatihan pengelolaan bank sampah, pelatihan pengembangan e-commerce bagi produk kerajinan tangan, media informasi di Pusat Pendidikan Konservasi Elang Jawa, serta Pembangunan Saung “Balik Ka Bumi” yang merupakan rest area wisata yang di dalamnya terdapat penjualan kerajinan setempat, oleh-oleh dari UKM lokal, café dan kuliner yang dikelola para pemuda setempat.

Melalui sosialisasi Pendidikan Konservasi Elang Jawa ini diharapkan dapat menjadi sarana pendidikan, pemahaman untuk meningkatkan kesadaran, dan kepedulian semua pihak akan pentingnya melestarikan satwa langka ini agar dapat diwariskan kepada para generasi mendatang secara berkelanjutan. Salam Konservasi.



Cibodas, BBTNGGP, 27 Mei 2022

Penanggung jawab berita:
Plt. Kepala Balai Besar,
Wasja SH.

Website:
www.gedepangrango.org

Instagram:
@bbtn_gn_gedepangrango

Facebook:
BBTN Gede Pangrango

Twitter:
@TNGedePangrango

Youtube:
Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Post a Comment

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit sed.

Follow us on