Socials

Image Alt

Blog

PEMBINAAN FORUM WISATA ALAM PANGRANGO


Dino Darussalam (@dinodarussalam), satu dari 30 pegiat wisata alam di sekitar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango area Bogor, yang beruntung mendapatkan pembinaan penguatan kompetensi dalam hal Teknik Pemanduan Wisata Alam dan Teknik Dasar Pertolongan Pertama pada Kecelakan Pengunjung. Kedua materi tersebut disampaikan pada acara Pembinaan Forum Wisata Alam Pangrango yang diselenggarakan oleh Bidang PTN Wilayah III Bogor, BBTNGGP bekerja sama dengan pengurus Forum Wisata Pangrango di Gunung Geulis Campsite, Megamendung (25/05/2022). Forum ini dibentuk oleh BBTNGGP pada November 2020 untuk menghimpun para pegiat wisata alam lingkup Bidang PTN Wilayah III Bogor.

Peserta yang hadir merupakan para pemegang/ pemohon izin serta calon pemegang PB-PSWA, baik perorangan, Kelompok Tani Hutan (KTH) binaan BBTNGGP, koperasi, lembaga terkait, kepala seksi, kepala resort, dan staf lingkup Bidang PTN Wilayah III Bogor.

Kang Sofyan Arief Fesa (@sofyanarieffesa), seorang pemandu gunung sekaligus salah seorang pengurus Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI, @apgi_official)) menjelaskan teori dan praktek bagaimana seorang pemandu melakukan “Itinerary & Safety Briefing”, langkah menerima tamu, sikap tubuh, peralatan dasar yang harus disiapkan, melakukan assessment kondisi fisik tamu, teknik berjalan selama melakukan pemanduan, menangani keluhan dan menyelesaikan konflik, serta peran dan tanggungjawab pemandu. Terdapat 5 prinsip wisata alam, yaitu konservasi, partisipasi masyarakat, ekonomi, edukasi, dan wisata. Selanjutnya disampaikan juga bahwa pelaku wisata alam harus mengikuti perkembangan dan perubahan permintaan pasar. Hal lain yaitu bagaimana seorang pemandu harus dapat mengajak tamunya untuk menghargai adat dan budaya masyarakat setempat.

Selanjutnya dr. Siswo P. Putranto, Sp.F., S.H., MH.Kes., yang dikenal sebagai salah seorang dokter gunung membagi pengalamannya kepada seluruh peserta, bagaimana sikap dan tanggung jawab seorang penolong, jenis-jenis kecelakaan yang biasa terjadi di gunung serta masing-masing langkah pertolongannya, peralatan minimal yang harus dibawa seorang pemandu, peralatan penyelamatan, serta teknik evakuasi. Dokter Cico menjelaskan seluruhnya dengan bahasa yang kocak namun tetap serius, tidak ada main-main dengan nyawa seseorang. Sang dokter juga menceriterakan beberapa pengalaman proses penyelamatan yang pernah dilakukannya bekerja bersama para pegiat gunung lain. Kang Nandang “Chuy” Rohmatun selaku Ketua Forum memandu keseluruhan acara dengan apik dan membuat suasana selalu hidup.

Ada 3 peran Taman Nasional sebagai bagian dari Hutan Konservasi di Indonesia yakni Perlindungan sistem penyangga kehidupan; Pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya; serta Pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Wisata Alam yang dilakukan secara bertanggung jawab dengan melibatkan masyarakat setempat merupakan sebuah bentuk pemanfaatan yang dapat menjamin kelestarian taman nasional serta kesinambungan, kita sebut sebagai Ekowisata. Terdapat 65 desa pada tiga kabupaten di sekitar TNGGP, 22 desa diantaranya berada pada wilayah kerja Bidang PTN Wilayah III Bogor. Sejak November tahun 2020, telah dibentuk sebuah forum wisata alam yang beranggotakan pegiat wisata yang berasal dari desa di sekitar Kawasan TNGGP tersebut. Hingga Mei 2022 telah terbit 5 (lima) Perizinan Berusaha Pengusahaan Sarana Jasa Lingkungan Wisata Alam (PBPSWA), 8 izin sedang berproses sedangkan beberapa lainnya dalam tahap dilakukan fasilitasi kelembagaan serta pengajuan perizinan. Pengembangan ekowisata ini perlu terus dilakukan bukan hanya untuk meningkatkan pendapatan masyarakat di sekitar kawasan, tetapi juga untuk kelestarian taman nasional. Hal ini disampaikan Dadang Suryana, Kepala Bidang PTN Wilayah III Bogor, mewakili Kepala Balai Besar TNGGP.

Upaya-upaya pembinaan masyarakat di sekitar kawasan merupakan komitmen BBTNGGP. Khusus untuk pegiat wisata alam lingkup Bidang PTN Wilayah III Bogor, dalam waktu dekat akan dilaksanakan pembinaan manajemen, teknik pembuatan kopi, dan pelatihan keterampilan lainnya. Dengan adanya pembinaan masyarakat sekitar kawasan diharapakan dapat mewujudkan ‘Leuweung hejo, Masyarakat ngejo”.




Teks : Erwin Kusumah Nanjaya, S.Hut
Foto : Amru Ikhwansyah, S.Pd., M.Si. dan Maria Kurnia N, S.Hut

Post a Comment

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit sed.

Follow us on