Image Alt

Blog

“Avatar” BBTNGGP mengenal Bioprospeksi BTNGC

Kuningan, 3-4 Juni 2022. Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) melakukan kunjungan ke Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) yang merupakan salah satu taman nasional di Jawa Barat.

Pada kesempatan ini, hadir juga bersama rombongan, Plt. Kepala Balai Besar TNGGP, Wasja, S.H. yang diterima langsung oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha TNGC, Didik Sujianto, S.H., M.H.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini memiliki agenda antara lain mengunjungi Resort Pengawetan Mandirancan dan Resort Pemanfaatan Lamping Kidang, yang berada dibawah Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Kuningan.

Di Resort Pengawetan Mandirancan, PEH BBTNGGP diajak mempelajari proses pembuatan pupuk serbuk/cair organik dengan bahan baku bakteri dan cendawan yang berasal dari perakaran serta bagian tumbuhan hutan seperti kaliandra, bambu, kemlandingan gunung, cantigi, dan anggrek. Bakteri dan cendawan ini sebelumnya telah dilakukan uji laboratorium di Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian IPB, yang menjalin kerjasama dengan pihak TNGC sehingga dapat diketahui jenis-jenis bakteri dan cendawan yang baik untuk tanah maupun tumbuhan, yaitu kelompok bakteri PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) yang berfungsi untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit, bakteri PGMJ yang berfungsi sebagai antifrost (ketahanan pada suhu dingin), cendawan Lecanicilium sp. yang berfungsi sebagai pengendali kutu kebul, dan cendawan Chaetomium sp. yang berfungsi sebagai ketahanan terhadap kekeringan.

Saat ini, pupuk yang telah diproduksi secara terbatas ini telah dimanfaatkan secara gratis oleh para petani yang tinggal di daerah penyangga, sehingga asas-asas kemanfaatan keberadaan kawasan TNGC bagi masyarakat pinggir hutan begitu terasa. Cukup menarik, karena biaya produksi pupuk ini terbilang hemat, namun manfaatnya bisa mendukung kegiatan pertanian sehat bagi desa penyangga.

Selanjutnya PEH BBTNGGP diajak mengunjungi destinasi kedua, yaitu Resort Pemanfaatan Lamping Kidang. Selain difungsikan untuk pengelolaan wisata terpadu, dilokasi ini juga terdapat aktivitas pemberdayaan masyarakat berupa pengolahan limbah kotoran hewan (KoHe) sapi menjadi pupuk yang dimanfaatkan untuk kepentingan pertanian. Teknik pengolahan KoHe seperti ini tentunya menjadi pengetahuan sangat berharga mengingat kondisi daerah penyangga di TNGGP hampir sama dengan daerah penyangga TNGC, yang apabila diaplikasikan dapat mengurangi limbah dan bernilai ekonomis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai upaya meningkatkan kapasitas SDM pegawai khususnya PEH BBTNGGP, harapan besar disampaikan Plt. Kepala Balai Besar TNGGP kepada para fungsional PEH setelah mengikuti kunjungan ini, agar semakin terpacu dan termotivasi untuk selalu berinovasi dan mengimplementasikannya dalam mendukung tugas sehari-hari.

Salam Lestari


Teks : Agus Deni, S.Si. (PEH)
Foto : Agus Deni, S.Si.

Post a Comment

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit sed.

Follow us on