Socials

Image Alt

Blog

Eratkan Komunikasi dengan Volunteer
untuk Pengelolaan TNGGP

Cianjur (7/6/2022), Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) menyelenggarakan Penguatan Kelembagaan Bina Cinta Alam bersama Volunteer Lingkup BBTNGGP diikuti 50 (lima puluh) peserta perwakilan dari volunteer GPO, Montana, Panthera, Eagle, Cantigi, Tepala, PAL, Evergreen, Satapak Rimba, dan Konci.

Acara dibuka oleh Wasja, Plt. Kepala Balai Besar TNGGP. Pada kesempatan tersebut Wasja menyampaikan, “Kegiatan ini dalam rangka meningkatkan komunikasi yang intensif dengan volunteer sebagai bagian dari pengelolaan TNGGP”.

Herry Subagiadi sebagai praktisi bidang lingkungan hidup dan kehutanan, sebelumnya beliau menjabat Kepala Balai Besar (periode 2015-1017) memberikan materi tentang Kolaborasi Pengelolaan TNGGP juga menyampaikan, “Kunci penting kolaborasi yaitu komunikasi yang sehat dan intensif harus dibangun dan diperkuat”. Herry menggaris bawahi prinsip kerjasama volunteer, yaitu:
a) Pengelolaan Taman Nasional tidak dapat bekerja sendiri, membutuhkan dukungan dari berbagai pihak antara lain potensi generasi muda
b) Volunteer dibentuk sebagai wadah pembelajaran bagi generasi muda dalam mempersiapkan kemampuan untuk pengembangan diri di masyarakat
c) Pemberdayaan volunteer diarahkan untuk mendukung pencapaian tujuan dan target pengelolaan taman nasional (Taman Nasional Gunung Gede Pangrango).

Agus Rumchani Sulistyo dari Direktorat Pengelolaan Kawasan Konservasi, Kementerian LHK, mengupas tentang Kebijakan Bina Cinta Alam, memberikan informasi peluang untuk volunteer dapat ambil bagian dalam ajang lomba tingkat nasional (Wana Lestari dan Hari Konservasi Alam) yang diadakan setiap tahun.

Acara dilanjutkan dengan paparan progres dan rencana aksi dari 10 (sepuluh) volunteer yang hadir. Ahmad Zaini, Ketua Volunteer Montana berbagi pengalaman tentang jalinan kerjasama dengan BBTNGGP dalam Penguatan Fungsi dan Tata Kelola Kawasan melalui skema Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dilakukan sejak tahun 2020.

Hasil pertemuan dengan volunteer menghasilkan rumusan hasil yang ditandatangani oleh pihak BBTNGGP dengan perwakilan dari 10 (sepuluh) volunteer yang hadir. Poin penting rumusan tersebut, yaitu:

  1. Volunteer berkomitmen atas nama kelompok/ komunitas merupakan bagian dari pengelolaan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) dalam rangka pelestarian Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya.
  2. Volunteer berkomitmen melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan BBTNGGP dalam rangka pengelolaan TNGGP.
  3. Rencana aksi yang akan dilakukan oleh volunteer dalam rangka pengelolaan TNGGP adalah sebagai berikut:
    a. Penguatan kelembagaan;
    b. Perlindungan kawasan;
    c. Pengawetan flora dan fauna;
    d. Pemulihan ekosistem;
    e. Pengembangan wisata alam;
    f. Pemberdayaan masyarakat;
    g. Pendidikan konservasi/ lingkungan; dan
    h. Kegiatan sosial lainnya.
  4. Sistem komunikasi dua arah diintensifkan dan bimbingan teknis dalam rangka pembinaan Bina Cinta Alam (termasuk di dalamnya volunteer) lingkup Balai Besar TNGGP dapat dilakukan secara bertahap mulai dari tingkat Resort, Seksi PTN Wilayah, Bidang PTN Wilayah sampai Balai.

Banyak pembelajaran yang dapat kita petik bersama dari acara Penguatan Kelembagaan Bina Cinta Alam (Volunteer), yaitu:
a) Komunikasi yang sehat dan intensif harus dibangun dan diperkuat.
b) Prinsip saling menghargai, mempercayai, dan saling mendapatkan keuntungan yang positif harus menjadi landasan kerjasama antara Balai Besar TNGGP dan volunteer.
c) Balai Besar TNGGP harus secara jelas dan tegas memberikan ruang-ruang kegiatan dalam melibatkan volunteer dalam rangka mendukung pengelolaan TNGGP.
d) Paradigma bahwa volunteer merupakan wadah untuk pembelajaran dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia, tanpa memikirkan keuntungan harus secara terus menerus ditanamkan oleh seluruh anggota volunteer TNGGP.
e) Volunteer hendaknya memiliki program yang jelas dan berkesesuaian dengan program penguatan pengelolaan TNGGP.
Semoga kolaborasi antara BBTNGGP dengan volunteer maupun mitra lainnya dapat memperkuat pengelolaan TNGGP menjadi lebih baik.


Teks : Poppy Oktadiyani, S.Hut., M.Si.
Dok : Bidang Teknis Konservasi – BBTNGGP

Post a Comment

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit sed.

Follow us on