Socials

Image Alt

Blog

MENCOBA “MIYAWAKI” YANG DIMODIFIKASI DI BLOK GALUDRA

Miyawaki merupakan salah satu metode penanaman kembali areal/lahan hutan yang kosong akibat penggundulan dengan jarak tanam antar bibit pohon yang sangat rapat dengan jenis tanaman asli yang beragam. Metode Miyawaki dikembangankan oleh seorang ahli botani dan ekologi tumbuhan bernama Akira Miyawaki pada tahun 70-an.

Metode Miyawaki sudah banyak digunakan di beberapa wilayah di Indonesia. Salah satunya di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, tepatnya di wilayah Resort PTN Cimungkad.

Rabu (8/6/22), Bidang PTN Wilayah I Cianjur, BBTNGGP bersama Bhabinkamtibmas Galudra, Masyarakat Petani Galudra, dan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) Resort PTN Sarongge melakukan penanaman pada areal bekas garapan yang sudah lama ditinggalkan di wilayah Resort PTN Sarongge dengan mengadopsi Metode Miyawaki.

Penanaman pohon ini dilakukan atas kesadaran dari masyarakat untuk menghijaukan kembali areal garapan yang sudah ditinggalkan. Dengan bantuan bibit dari PT. Alas Tiara Lestari dan didukung oleh Bidang PTN Wilayah I Cianjur, sebanyak 580 bibit Rasamala, Puspa, Kisireum, Kihaji, dan Ficus ditanam pada lahan seluas 600 m².

Kepala Bidang PTN Wilayah I Cianjur, Ir. V. Diah Qurani Kristina, M.Si. berpesan untuk menjaga kelestarian TNGGP agar dapat dirasakan manfaatnya oleh anak cucu kita dikemudian hari. Menjaga kelestarian TNGGP bukan hanya tanggungjawab dari petugas TNGGP, namun menjadi tanggungjawab kita semua.

Kesadaran masyarakat (social based) yang didukung keilmuan dengan Metode Miyawaki (scientific based) akan lebih mendekatkan kepada keberhasilan restorasi kawasan.

Leuweung Hejo, Masyarakat Ngejo. Salam Lestari.

Teks : Resort PTN Sarongge
Dok : Bidang PTN Wil. I Cianjur – BBTNGGP

Post a Comment

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit sed.

Follow us on