Image Alt

Blog

MAYORA MENDAPAT NILAI SEMPURNA

Mayora mendapatkan nilai sempurna, begitu kira-kira yang disampaikan oleh tim penilai dan evaluasi Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango pada saat rapat evaluasi Kerjasama antara Balai Besar TNGGP dengan PT. Tirta Fresindo Jaya (Mayora Group). Pencapaian yang sungguh membanggakan bagi kedua belah pihak tentunya. Kerjasama yang dijalin antara kedua institusi pemerintah dan swasta ini telah berjalan hampir lima tahun tepatnya sejak 29 Desember 2017 dan akan berakhir pada tanggal 28 Desember 2022 mendatang. Kerjasama ini menaungi seluruh pabrik Mayora yang berada di sekitar Kawasan TNGGP khususnya di wilayah Kabupaten Bogor yang terdiri dari PT. Tirta Fresindo Jaya (TFJ) Plant Ciherang, Plant Cimande dan Plant Muara Jaya. Sedangkan lokasi sasaran kerjasama berada di wilayah kerja Resort PTN Tapos, Seksi PTN Wilayah VI Tapos, Bidang PTN Wilayah III Bogor.

Nilai sempurna yang diperoleh oleh PT. TFJ tidak semata-mata disematkan oleh tim penilai dan evaluasi BBTNGGP namun dikarenakan PT. TFJ telah memenuhi seluruh tanggung jawabnya selama masa kerjasama. Beberapa komponen penilaian antara lain kesesuaian realisasi terhadap target yang telah dituangkan dalam dokumen Rencana Pelaksanaan Program (RPP) baik dari segi waktu, implementasi pelaksanaan program, pendanaan dan tercapainya seluruh ruang lingkup dalam kerja sama.

Dalam dokumen RPP dicantumkan bahwa selama masa kerjasama yaitu lima tahun, PT. TFJ akan melakukan pemulihan ekosistem pada areal seluas 40 hektar dengan menanam sebanyak 20.000 tumbuhan endemik TNGGP. Pada realisasi pelaksanaan kegiatan hingga tahun ke-lima PT TFJ telah melakukan pemulihan ekosistem dengan melakukan penanaman sebanyak 26.000 bibit pohon lokal pada areal seluas 52 hektar. Pencapaian ini jauh melebihi target sekaligus menunjukkan keseriusan komitmen PT. TFJ untuk berperan serta dalam melestarikan alam dan lingkungan serta menyelamatkan bumi dari kerusakan. Secara khusus PT. TFJ berkomitmen untuk turut serta dalam penyelamatan Water catchment area dalam mendukung produktivitas perusahaan dan untuk kepentingan seluruh masyarakat. Hasil yang lebih membanggakan lagi, pemantauan terhadap bibit yang ditanam tersebut menghasilkan persentase tumbuh berkisar antara 60% hingga 85%, yang berarti terdapat 15.600 sampai 22.100 bibit pohon yang masih bertahan hidup sampai sekarang.

Selain memenuhi target pemulihan ekosisitem, pelaksanaan kerja sama kali ini juga telah memenuhi ruang lingkup kerjasama lainnya yaitu pemberdayaan masyarakat. Pelibatan masyarakat sekitar lokasi pemulihan ekosistem merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat. Selain itu juga dilakukan pemberdayaan masyarakat melalui pemberian stimulus alternatif mata pencaharian sehingga masyarakat memiliki alternatif sumber kehidupan. Hal ini bertujuan agar masyarakat tidak lagi menggantungkan kehidupan mereka pada kawasan hutan.

Pelaksanaan pemulihan ekosistem di TNGGP harus mengikuti dokumen Rencana Pemulihan Ekosistem (RPE) yang telah ditetapjkan yaitu berada di Zona Rehabilitasi. pada beberapa titik di zona rehabilitasi masih terjadi aktivitas penggarapan lahan oleh masyarakat, dan lokasi-lokasi ini menjadi sasaran bagi kegiatan pemulihan dalam kerjasama ini. Dari hasil penelaahan Balai Besar TNGGP kegiatan perambahan terjadi karena masyarakat tidak memiliki banyak alternatif sumber mata pencaharian yang dapat mereka lakukan. Selain keterbatasan ilmu pengetahuan, minimnya keterampilan masyarakat juga menyebabkan sempitnya pilihan pekerjaan yang dapat dilakukan oleh masyarakat. Melalui pemberian stimulus mata pencaharian ini diharapkan masyarakat akan memiliki lebih banyak variasi pilihan sumber mata pencaharian yang dapat mereka lakukan. Beberapa kegiatan pemberdayaan yang telah dilakukan melalui kegiatan kerja sama ini antara lain: pelatihan budidaya lebah madu serta bantuan modal budidaya lebah madu yang terdiri dari koloni lebah Trigona beserta stupnya bagi KTH Cikereteg Maju yang merupakan penggarap di Blok Cikereteg Resort PTN Tapos. Bantuan yang sama juga diberikan kepada KTH Arca Domas yang merupakan penggarap di blok Arca RPTN Tapos. Kegiatan pemberdayaan masyarakat juga berupa pemberian modal usaha wisata bagi KTH Tapak Jagat yang saat ini sedang merintis usaha jasa wisata di Zona Pemanfaatan Lebak Ciherang Resort PTN Tapos. Β 

Hasil dari kegiatan evaluasi kerjasama yang dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 24 Agustus 2022 kemarin berupa Barita Acara Evaluasi yang ditandatangani pewakilan peserta yang hadir dari kedua belah pihak yaitu Balai Besar TNGGP dan PT. TFJ. Pada kegiatan evaluasi ini juga dibahas mengenai kendala dan masalah yang muncul selama pelaksanaan kerjasama sebagai salah satu masukan untuk diperbaiki di masa mendatang. Pada kegiatan ini pihak PT. TFJ juga menyampaikan harapannya agar kerjasama konservasi keanekaragaman hayati ini dapat diperpanjang untuk jangka waktu lima tahun berikutinya. Atas permohonan tersebut Bapak Sapto Aji Prabowo menyampaikan bahwa Balai Besar TNGGP akan melakukan proses-proses yang perlu diambil terkait perpanjangan kerjasama ini. Tahapan selanjutnya yang perlu dilakukan sebagai kewajiban dalam kerja sama tahap satu ini ialah penyusunan laporan akhir kerjasama yang harus disusun oleh PT. TFJ dengan difasilitasi oleh Balai Besar TNGGP.

Semoga kerjasama yang telah terjalin dan telah terealisasi ini dapat memberikan kebaikan bagi seluruh umat manusia sejalan dengan semakin lestarinya Kawasan TNGGP khususnya sebagai water cathment area bagi wilayah-wilayah di sekitarnya. Bersama-sama merawat titipan anak cucu kita bagi kehidupan mereka di masa depan.

Teks : Woro Hindrayani

Foto : Ratih Mayangsari

Post a Comment

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit sed.

Follow us on