Image Alt

Blog

Membangun Pemahaman yang Sama Perihal Perizinan Berusaha PT. CPN

Cibodas, Kamis, 8 September 2022 bertempat di kantor balai besar dilaksanakan pertemuan dengar pendapat yang dihadiri oleh Kepala Balai Besar TNGGP, Ketua Komisi C, Anggota Komisi A DPRD, Dinas Perizinan Satu Atap, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dinas Kawasan dan Permukiman, Dinas Lingkungan Hidup, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Cianjur, beberapa perwakilan LSM dan masyarakat.

Agenda utama pertemuan kali ini yaitu membangun pemahaman bersama perihal perizinan usaha wisata oleh PT. Cibodas Puncak Nirwana (CPN), diawali paparan dan penjelasan oleh Kepala Balai Besar terkait beberapa peraturan perizinan berusaha wisata alam di kawasan konservasi, pertemuan dilanjutkan dengan sesi diskusi.

Perwakilan LSM Surya Kadaka Indonesia, Sabang Sirait dalam diskusi mempertanyakan terkait aktivitas pengusahaan wisata alam oleh PT. CPN di wilayah konservasi TNGGP. Adanya pembangunan beberapa fasilitas di lokasi menurut Sabang berdampak terhadap keutuhan hutan sebagai habitat berbagai flora/fauna. Dugaan pelanggaran perizinan juga disampaikan beliau dalam pertemuan ini.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Balai Besar menjelaskan bahwa perizinan dikeluarkan oleh Kepala BKPM atas nama Menteri LHK sehingga BBTNGGP dalam hal ini sebagai UPT hanya memberikan pertimbangan teknis terhadap permohonan izin oleh PT. CPN. Berdasarkan hasil kajian dan pengecekan langsung di lapangan oleh tim terdahulu disimpulkan bahwa rencana lokasi usaha wisata sudah sesuai dengan peruntukannya. Adapun fungsi pengawasan terhadap izin tersebut tentunya melekat di pundak BBTNGGP sebagai mandatory level lapangan.

Senada dengan Kepala Balai Besar, Ketua Komisi C menegaskan bahwa pengawasan terhadap pemegang izin pengusahaan wisata di kawasan konservasi agar dilakukan secara bersama sama untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan perizinan.

Membangun pemahaman dengan cara audiensi seperti ini perlu dilakukan sebagai upaya meminimalisir kesalahpahaman yang mungkin bisa terjadi antara pemangku kawasan dengan masyarakat setempat.

Teks : Agus Deni, S.Si. @agustdenie
Foto : Tim Publikasi BBTNGGP

Post a Comment

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit sed.

Follow us on