Image Alt

Green Radio Tag

Pohon pohon yang ditanam tahun lalu mulai tumbuh. Suren mencatat rekor setinggi 2 meter. Kegiatan ekonomi alternatif dilakukan lewat pemeliharaan lebah, dan ternak domba. Tak lama lagi ada radio komunitas di Sarongge. Hutan Sahabat Green memang belum tampak seperti hutan. Tegakkan pohon ada di sana-sini. Tetapi umumnya lahan masih terbuka, hanya tertutup sayur-mayur yang ditanam petani anggota Gapoktan (Gabungan Petani Hutan). Di sinilah, pendengar Green Radio - individu atau perusahaan - berniat menghutankan kembali bekas areal Perhutani. Areal yang sekarang masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Sharp,  sebagai salah satu raksasa produsen alat-alat elektronik di dunia telah turut serta berpartisipasi dalam rangka restorasi kawasan alih fungsi di Blok Sarongge Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) dalam hal ini melalui PT. Sharp Electronic Indonesia menanam 500 batang pohon jenis-jenis endemik pada lahan seluas 1,25 ha. Penanaman dilakukan pada hari Rabu tanggal 22 April 2009, dengan  jenis yang ditanam yaitu 250 batang pohon puspa (Schima walichii) dan 250 batang pohon manglid (Manglieta glauca).

[caption id="attachment_1160" align="alignleft" width="120" caption=" "]Pengunjung stand TNGGP[/caption]

Tanggal 16-21 Maret 2009, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) mengikuti pameran yang diselenggarakan oleh 89,2 Green Radio FM. Tema yang diangkat yaitu green-o-logy yang mencerminkan tujuan utama dan semangat event ini untuk berbagi wawasan, pengetahuan, kesadaran, serta inspirasi dalam pergerakan gerakan hijau.

Hari Sabtu, 17 Januari 2009 Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango [TNGGP] tepatnya di Resort Sarongge Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Cianjur punya hajat. Serombongan tamu dari Green Radio berkunjung untuk melakukan kegiatan penanaman melalui Program Adopsi Pohon. Kedatangan rombongan untuk kali ini Green Radio menggandeng adopter dari Nokia Siemens Network (NSN).

Friday, 08 August 2008 | www.greenradio.fm

Mata Air Batukarut 1
Kamis (7/8) tim survey Green Radio berkunjung ke salah satu mata air yang sangat penting bagi kehidupan warga Kotamadya dan Kabupaten Sukabumi, Batukarut. Mata air yang ditampung dalam sebuah danau buatan ini terletak diantara dua desa, Langensari dan Selaawi. Perjalanan dari Jakarta menuju Batukarut memakan waktu kurang lebih 3 jam melewati pusat kota Sukabumi menuju arah Kabupaten Cianjur. Sampai di jalan Desa Langensari, perjalanan mulai menanjak dan semakin menyempit dengan aspal yang rusak disana sini.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit sed.

Follow us on