Image Alt

Javan Gibbon Tag

The Jakarta Post, Sukabumi. Protecting the critically endangered silvery gibbon -- a rare primate endemic to a few scattered forests in Java -- is proving to be increasingly difficult with poachers targeting them for their soft and velvety fur while locals remain unsympathetic to their plight. "If we can't take timber from the forest anymore, then how will our children and grandchildren build houses?" said Iskandar, a villager from Cisalimar village in Sukabumi regency, West Java.

Selasa, 11 November 2008 | 00:48 WIB Bogor, Kompas - Kepunahan primata endemik Pulau Jawa di habitat alaminya, owa jawa (Hylobates moloch), dapat diperlambat. Di antaranya, melalui keberpihakan pemerintah mempertahankan hutan tersisa di Jawa. Demikian salah satu keyakinan pada lokakarya Penyusunan Strategi dan Rencana Aksi Owa Jawa 2008-2018 yang diadakan Asosiasi Peminat dan Ahli Primata Indonesia (APAPI), berlangsung di Bogor, Senin-Selasa (10-11 September). ”Kami berharap ada komitmen para pihak untuk menjaga hutan tersisa,” kata Ketua APAPI Noviar Andayani di Bogor, Senin (10/11).

Kuliah Primata | 19 Juli 2008 | PP Schmutzer-TMR

20080719_kp-JGC-2Tidak hanya orangutan yang mendapatkan tempat untuk “belajar” kembali ke alam, ternyata owa jawa memiliki tempat belajar pula. Kuliah primata kali ini membahas mengenai “rumah belajar” owa jawa tersebut, yang dibawakan oleh Anton Ario yang merupakan staf Conservation International Indonesia (CI) dan juga Yayasan Owa Jawa yang bekerjasama mengelola Javan Gibbon Center yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Harapan Maju dan Cilondong Jaya sudah membuktikkan semua itu tidak hanya teori yang manis di mulut saja. ESP-1Jakarta. Pulau Jawa adalah sebuah ironi. Dengan luas 13 juta hektar, wilayah hutan, yang sangat penting untuk ketersediaan air, udara bersih dan fungsi-fungsi ekosistem lainnya, di pulau berpenduduk lebih dari 120 juta jiwa ini tinggal tersisa 11% saja. Dengan kondisi seperti ini, sekecil apapun usaha untuk menghijaukan kembali Pulau Jawa menjadi sangat berarti.

green RadioHanya dengan Rp 3000 sebulan, Anda bisa menambah satu pohon di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Mari ambil bagian dalam kegiatan adopsi pohon dan penanaman pohon di kawasan Hutan Sahabat Green. Kita akan mengadopsi sepuluh hektar area hutan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Dengan menanam sekitar 4000 pohon masa adopsi 3 tahun, biaya perawatan yang diperlukan adalah Rp 144 juta pertahun.

Press Release Megawati Sukarnoputri turut mengadopsi pohon seluas 10 hektar Megawati Sukarnoputri turut mengadopsi pohon seluas 10 hektarSukabumi, 19 April 2008. Rusaknya daerah resapan air di kawasan hulu sungai dan daerah tangkapan air akan mengakibatkan sekitar 60 persen wilayah di Jakarta tergenang banjir. Berdasarkan hasil penelitian curah hujan yang terjadi di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung Hulu dan Tengah yang sumbernya berasal dari kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dan kawasan hutan sekitarnya, ternyata memberikan kontribusi banjir di daerah hilir (Jakarta) sebesar masing-masing 51 dan 49%.

ARRCN Vietnam 2Sebanyak 19 orang dari Indonesia terbang ke Vietnam pada tanggal 1 April 2008 yang lalu untuk menghadiri 5th Symposium on Asian Raptors yang diselenggarakan dari tanggal 3-6 April 2008 di Tam Dao National Park, Vinh Phuc. Mereka adalah para peneliti dan praktisi dalam konservasi raptor (burung pemangsa), yang kebanyakan adalah dari mahasiswa dan LSM serta 3 orang dari pemerintahan yaitu Dr. Bambang Supriyanto (Kepala Balai TN Gunung Halimun Salak), Kuswandono (TN Gunung Gede Pangrango) dan seorang perwakilan dari BPLHD Jawa Barat.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit sed.

Follow us on