Socials

Image Alt

JGC Tag

Pada hari Sabtu tanggal 6 April 2013 rombongan dari Dit PPH Kemenhut terdiri dari seorang anggota Interpol bernama Alison Bernard Keene dan tiga orang anggota Interpol dari Indonesia yang sedang menangani masalah Peredaran TSL dan Illegal Logging, melakukan kunjungan ke PPKAB Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP). Dengan suasana hujan gerimis, rombongan yang ditemani oleh Kasatgas BBTNGGP dan Kepala Seksi PTN Wilayah II serta beberapa petugas, berjalan-jalan di komplek PPKAB Bodogol dan Kawasan Hutan disekitarnya.

Siaran Pers Nomor : S.507/PIK-1/2009 Menuju Kebebasan Owa Jawa Free at last, a Javan gibbon pair is released to their forest home Owa Jawa (Hylobates moloch) merupakan satu-satunya jenis primata tidak berekor dari keluarga owa yang ditemukan di Pulau Jawa.  Kerabat owa lainnya hidup di Sumatera  (2 jenis), Mentawai (1 jenis), dan Kalimantan (2 jenis).  Saat ini Owa Jawa terancam punah dan menurut badan dunia IUCN (International Union for Conservation of Nature), satwa ini berstatus terancam punah (endangered species). Hutan hujan tropis yang menjadi tempat hidupnya menghilang dengan cepat di bawah tekanan pembangunan dan pertumbuhan populasi manusia. Selain itu tingkat perburuan satwa ini juga tinggi karena owa dikenal sebagai satwa peliharaan kegemaran masyarakat sehingga hal tersebut turut meningkatkan resiko kepunahannya. 

Owa jawa (Hylobates moloch), yang diduga tinggal sekitar 200 ekor di Pulau Jawa, akhir-akhir ini sering muncul di sekitar Taman Safari Indonesia (TSI) di Cisarua, Jawa Barat. Kemunculan owa jawa ini diduga karena tertarik dengan suara-suara owa jawa yang ada di dalam TSI. Foto diambil Selasa (13/5) pukul 08.00 WIB dari jarak sekitar 300 meter dengan lensa super tele.
Kamis, 15 Oktober 2009 | 19:33 WIB
BOGOR, KOMPAS.com - Echi dan Septa, sepasang owa jawa, akan dilepasliarkan di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Jumat (16/10). Sebelum pelepasliaran ke habitat aslinya itu, keduanya telah menjalani penyesuaian lingkungan di kandang habituasinya di Blok Hutan Tiwel, Resort Bodogol BPTN Wilayah III Bogor TNGGP.

Kekayaan flora-fauna dan keindahan hutan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, mengundang wakil duta besar Amerika Serikat JOHN HEFFERN untuk berkunjung ke Taman Nasional tersebut pada tanggal 11 April 2009. Kunjungan orang nomor dua perwakilan AS di Indonesia ini tidaklah seperti kunjungan duta besar AS beberapa bulan yang lalu ke Bodogol yang penuh dengan nuansa protokoler, namun kali ini lebih berkesan santai. Beliau di dampingi oleh istri dan hanya satu orang pengawal saja. Selama berada di Bodogol, pak John didampingi oleh kepala bidang konservasi wilayah Bogor, Harianto dan vice president for Indonesia-CI Jatna Supriatna.

Bodogol-Bogor, 7 Maret 2009. Taman Nasional Gunung Gede Pangrango [TNGGP], seluas 21.975 hektar merupakan salah satu taman nasional yang tertua di Indonesia, yang memiliki peran penting sebagai sistem penyangga kehidupan. Sebagai kawasan konservasi dengan misi untuk perlindungan, pengawetan, dan pemanfaatan sumber daya alam secara lestari. Keutuhan dan kelestarian ekosistem TNGGP telah berjasa menyelamatkan Owa Jawa [Hylobates moloch] dari kepunahan, benteng bagi kota Jakarta dari  mencegah banjir bandang saat musim penghujan.

Kuliah Primata | 19 Juli 2008 | PP Schmutzer-TMR

20080719_kp-JGC-2Tidak hanya orangutan yang mendapatkan tempat untuk “belajar” kembali ke alam, ternyata owa jawa memiliki tempat belajar pula. Kuliah primata kali ini membahas mengenai “rumah belajar” owa jawa tersebut, yang dibawakan oleh Anton Ario yang merupakan staf Conservation International Indonesia (CI) dan juga Yayasan Owa Jawa yang bekerjasama mengelola Javan Gibbon Center yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit sed.

Follow us on